Pak Zul..
saya agak takut dengan hal ini..apakah tidak ada ruang bagi kita untuk mengkaji
agama, mendalaminya dan memahaminya secara tekstual dan kontekstual ? Apakah
kita musti selalu merujuk kepada tafsir ulama yang hidup ratusan tahun lalu ?
sedangkan masalah kehidupan saat ini sudah jauh berubah..bagaimana agama bisa
menjwab persoalan kekinian ? ternyata kadang kita sudah sekuler dengan
sendirinya ..
ZUL FIKRI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mungkin baitu dulu......
Namun sekedar tambahan, yang mengaku-ngaku sebagai wahabi atau ahlussunnah itu
banyak. Namun spengetahuan saya, mereka yang benar-benar ahlussunnah itu kalau
menulis atau berbicara ada referensinya yaitu kitab, perkataan nabi, perkataan
sahabat, atau perkataan ulama (foot note kalau di buku). Bukan pendapat
pribadi yang dikedepankan.... Dan mohon maaf ini adalah masalah agama khan?
bukan masalah dunia.... jadi memang agama adalah sudah diatur semuanya sehingga
tidak pantas mengedepankan "kata saya, atau kata guru saya, atau kata .....
kata siapa aja selain yang berhak"
Wallahu a'alam,
Fikri
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user
panel and lay it on us.
http://us.rd.yahoo.com/evt=48516/*http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
hot CTA = Join Yahoo!'s user panel
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---