Assalamualaikum w.w. para dunsanak sa palanta,
Saya ubah sedikit judul topik ini supaya sesuai dengan
isinya.
Masalah ini jelas penting, karena mengenal watak suatu
suku bangsa akan memudahkan kita untuk mendapatkan
gambaran secara kolektif mengenai suku bangsa
tersebut. Kalau saya tidak salah, sosiolog Max Weber
akan menyebut hal ini sebagai 'ideal type'.
Menurut penglihatan saya, masalah ini sudah lama
mendapatkan orang. Kolonel KNIL Soegondo pernah
menulis buku "Ilmu Bumi Militer", yang antara lain
juga memuat uraian tentang watak-watak suku bangsa
Indonesia. Kutipan buku beliau, antara lain tentang
watak orang Minangkabau, pernah di-posting oleh Ananda
Dt Endang dalam RN ini. Tempo hari, Prof Dr Suwarsih
Warnaen (alm) dari UI pernah menulis disertasi tentang
stereotip etnik dalam bangsa yang multi etnik. Saya
punya sebuah buku karangan Hajima Nakamura, yang
berjudul 'Ways of Thinking of Eastern Peoples", yang
mencakup antara lain cara berpikir orang India, Cina,
dan Jepang. Pada saat ini lumayan banyak tulisan
tentang karakter suku-suku bangsa Indonesia yang
berdiam di daerah konflik, khususnya di Kalimantan
Barat, dimana pernah terjadi konflik berdarah antara
suku Dayak dan suku Madura.
Sudah barang tentu ulasan secara umum mengenai
karakter suatu suku bangsa tersebut perlu memberi
peluang para karakter pribadi yang khas dari orang
seorang, yang pasti akan berbeda antara orang yang
satu dengan orang yang lain. Bahkan orang yang seibu
sebapak saja bisa berbeda watak. [Apa ada pengaruh
saat dan tempat lahir, seperti diulas oleh astrology,
entahlah]. Watak pak Hatta -- misalnya -- selain
nampak ciri-ciri Minangnya seperti kesalehannya, juga
ada unsur khasnya,seperti ketelitiannya akan waktu,
yang tidak nampak pada sebagian [besar] orang Minang.
Menurut penglihatan saya, ulasan mengenai karakter
suatu bangsa merupakan kristalisasi [=pemurnian] dan
resultante [=akibat] dari keseluruhan interaksi antara
sistem nilai serta sistem kelembagaan suku bangsa yang
bersangkutan yang membentuk watak perseorangan
warganya. Bagaimanapun, manusia adalah makhluk sosial,
yang menerima sebagian dari watak pribadinya dari
ligkungan di sekitarnya.
Demikianlah, watak suku bangsa Minangkabau mungkin
sekali merupakan kristalisasi dan resultante dari
keseluruhan interaksi antara sistem nilai serta sistem
kelembagaan adat Minangkabau dan agama Islam, serta
pengaruhnya kepada watak perseorangan warga
Minangkabau. Untuk setiap orang Minang sudah barang
tentu perlu kita telaah keseluruhan latar belakang
riwayat hidupnya, yang memuat pengaruh-pengaruh dari
lingkungan di sekitarnya itu.
Dalam hubungan ini mungkin sekali ada beda karakter
antara apa yang dapat disebut sebagai warga
MinangRanah yang hidup dalam kerangka ABSSBK yang
menurut penglihatan saya belum sepenuhnya terintegrasi
sehingga menimbulkan konflik struktural, dengan warga
MinangRantau, dimana integrasi tersebut telah lebih
mengemuka dan dimana konflik struktural tersebut sudah
jauh berkurang.
Bagaimanapun, kita memerlukan ulasan seperti itu,
untuk mengenal ciri khas berbagai suku bangsa kita,
serta untuk menyesuaikan pendekatan kita dalam
berkomunikasi.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
--- Riri - Mairizal Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Assalamualaikum wr.wb.
>
> Kalau memang watak, cara pandang, dll seseorang
> bisa dikaitkan dengan etnisnya, , berarti sekian
> puluh persen pekerjaan di dunia ini sudah selesai.
> Tinggal menempatkan setiap etnis di posisi masing2 -
> sesuai wataknya, dan kemudian, kita tinggal melamun
> (kata salah satu sanak di RN, orang Minang sukanya
> cenderung melihat masa lalu) saja menunggu hari
> kiamat.
>
> Tadi saya coba baca2 cerita tentang Gregor Mendel.
> Dia melakukan penelitian atas 29,000 kacang,
> kemudian menyimpulkan dan meramalkan bentuk makhluk
> yang "akan lahir". Lho, ternyata ini kemudian
> diragukan banyak orang. (kesian deh lu ...)
>
> Bandingkan dengan "penelitian kita", tidak jelas
> berapa populasi nya, variabel yang diteliti juga
> manusia2 yang bebas kesana kemari. Tetapi kemudian
> kita mendapatkan kesimpulan yang jauh lebih maju
> dibanding Mendel. Kita tidak hanya bisa memprediksi
> bentuk makhluk baru tersebut, tapi kita bisa bicara
> tentang wataknya,cara pandangnya dst dst ...
>
> Buat saya, kalau perbedaan etnis ini dibahas atau
> digambarkan dalam buku humor sih, oke oke saja.
> Contohnya, di buku "Mati Ketawa Cara Rusia" di mana
> Gus Dur juga memberikan pengantar.
>
> Tapi kalau mau dibawa ke "dunia nyata", ya ... -
> menurut saya - jangan dulu lah...
>
> (Teman yang duduknya di ruangan di sebelah saya -
> menurut pakemnya - adalah orang yang sangat pelit:
> Bapaknya Scot, ibunya Jewish, asli. Cuma, kok yang
> paling sering ngajak dan nraktir makan padang justru
> dia ya, bukan sekretaris kami yang Batak-Manado,
> yang katanya suka pesta ...)
>
> Riri
>
> Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> dunsanak sadonyo,
> bicara mengenai perbedaan antar etnis,
>
> ada hal yg menarik ambo caliak mengenai cara
> pandang urang awak yo urang cino ;
>
> urang awak cenderung melihat ke masa lalu ( ttg
> tanah kelahiran, kerabat dan pengalaman masa lalu )
> , sehingga banyak urang awak, bagaikan terikat dg
> masa lalu nya
>
> sedang urang cino, walau urang cino pondok di
> padang sekalipun,
> cenderung melihat ke masa depan dan tak begitu
> terkekang dg masa lalu nya.
> lihatlah orang cina yg banyak terkena kasus
> kerusuhan mei '98 , mereka cenderung ingin melupakan
> nya
>
> melihat ke masa depan, ttg peluang kesuksesan
> bisnis dan kebahagiaan hidup di masa depan
> masa lalu, bagi mereka, hanyalah untuk mengenang
> keluarga / leluhur yg dianggap ruh nya
> akan mengawal kesuksesan hidup masa depan mereka.
>
> btw, ambo banyak basuo yo urang cino padang (
> semisal dari pondok dll ) yg sukses di karier atau
> bisnisnya, tapi kalau diajak bicara ttg padang /
> minang, mereka cenderung enggan, dan tetap tertanam
> rasa minder / tertekan di ranah minang dulu nya
>
> salam
>
> HM
> http://hdmessa.wordpress.com
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Don't pick lemons.
> See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> We won't tell. Get more on shows you hate to love
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures
> list.
>
>
>
____________________________________________________________________________________Shape
Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---