Yth. Sanak Azmin.
   
  Terimakasih tanggapannya.
   
  Ada 2 posting saya di RN ini yang menyinggung dana DKP. Yang satu, #55380 
(yang sanak tanggapi) ; dan satu lagi no #55382. 
   
  Concern utama adalah "pandangan terhadap sumbangan itu, sebelum dan sesudah 
kasus ini rame". 
  Concern saya bukan apakah jumlahnya 25 atau 125 juta.
  Rasanya ini tergambar jelas dari alur tulisan saya di posting no #55382 - 
saya tempatkan "pertanyaan" ini di dalam tanda kurung, di alinea kedua dari 
bawah.
   
  Saya menyebutkan sumber beritanya di posting #55382 tersebut, dan meng-copy 
artikelnya di bagian bawah. Rekamannya ada  di 
http://www.metrotvnews.com/videonews.asp?id=39373&tipe=AKTUAL  
   
  (Sebenarnya ada sumber berita lain yang isinya sama - Media Indonesia 13 Mei 
http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=133192; yang isinya berdasarkan pada 
informasi Rektor per telpon)
   
  Concern utama adalah "pandangan terhadap sumbangan itu, sebelum dan sesudah 
kasus ini rame". 
   
  Concern saya bukan apakah jumlahnya 25 atau 125 juta.
  Rasanya ini tergambar jelas dari alur tulisan saya di posting no #55382 - 
saya tempatkan "pertanyaan" ini di dalam tanda kurung, di alinea kedua dari 
bawah.
   
  Dan juga, karena concern utama saya adalah masalah "pandangan terhadap 
sumbangan", saya juga tidak membahas tentang beberapa perbedaan informasi dari 
sanak dengan kedua mass media tersebut, seperti: kapan dana sumbangan tersebut 
diterima (waktu dies natalis atau 2004); melalui rekening khusus atau rekening 
Dekan. Atau, apakah sekarang tingkat penyelesaian gedung tersebut sudah 40 atau 
60%
   
  Saya sudah berusaha "menelusuri dulu kebenaran info tsb" Tetapi karena saya 
orang awam, orang luar, tentunya saya tidak berpikir untuk mendapatkan 
informasi yang lebih akurat dibanding berita di kedua media yang saya sebutkan 
di atas.
   
  Tapi sekali lagi, terimakasih atas tanggapan sanak Azmin.
   
  Wassalam
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   Azmin Aulia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dear Dunsanak  Riri,
  Untuk kasus sumbangan Rokhmin ke Unand, ambo tahu persis pada waktu itu 
beliau sebagai seorang Menteri memberikan kuliah umum di Unand dalam rangka 
Dies Natalis Fakultas Pertanian Unand ke 49, dan ambo pun kebetulan ikut 
menghadirinya. Pada waktu itu beliau memberikan sumbangan sebesar Rp 25 Juta 
untuk pembangunan Gedung Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, Unand. Yang 
pada waktu bersamaan itu juga ambo sebagai Ketua Alumni Fakulats Pertanian, 
Unand, wilayah Jabodetabek ikut menyumbang dan disetorkan ke rekening khusus 
yang dibuat untuk itu. Bahkan pada waktu itu sekaligus Beliau yang melaksanakan 
peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut (sampai sekarang gedung itu 
baru selesai 60% karena dananya masih belum mencukupi). Ambo mengusulkan kalau 
kita menulis disini sebaiknya kita telusuri dulu kebenaran info tsb sebelum 
kita memberikan komentar miring terhadap suatu isue, karena salah-sala bisa 
membawa opini masyarakat mailing list kepada sesuatu hal yang
 tidak sepantasnya.
   
  wassalam
  Azmin Aulia
    ----- Original Message ----- 
  From: Khairul Yanis 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, May 28, 2007 3:07 PM
  Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Fwd: [IYE!] Mentalitas Jawa dan Sunda
  

Iyo yo Da Riri, talalu disederhanakan bana nampaknyo masalah ko.. 

Mungkin urang ko maadoan panalitian, maambiak sampel kurang langkok yo..

Tarimokasih atas penjelasannyo.

Salam,
Khairul

  On 27/05/07, Riri - Mairizal Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:     Kayanya 
terlalu disimplifikasi yah,
   
  Apakah krn org jawa sering menggunakan kata "nek", mereka memang - rata2 
oragnnya terlalu banyak pertimbangan?
   
  Seaya pernah baca, bahwa sekian puluh persen bule itu suka mengawali 
kalimatnya dengan "I think ..."  Apakah artinya orang Barat kerjanya cuma mikir 
doang? 
   
  Nah, apalagi kalau dikaitkan dengan bukti. Lihatlah sekeliling anda, lihat di 
kabinet, orang mana yg banyak? apa bener orang Batak spt yg diidentifikasi dari 
"riset" tsb.bahwa "pencapaian rata-rata orang Jawa kalah bila dibanding etnis 
lainnya. Misalnya dengan rata-rata pencapaian orang Batak, apalagi dengan 
keturunan Tionghoa". 
   
  .Ngikutin rame2 tentang DKP kan? Nah, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri, MS itu orang 
Cirebon; antara Jawa dan Sunda. Apakah dia pasrah atau "gimana nanti aja?". Not 
at all, puluhan orang sekarang pusing gara2 dia. Bahkan termasuk seorang Rektor 
Unand pun terpaksa sibuk "ngeles" dengan alasan yang terlalu lucu ...







       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Tapi harus mendaftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount dengan 
email yang terdaftar di mailing list ini.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke