Ado babarapo hal nan paralu ambo luruskan berkaitan postingan ini.

Ambo hanya ingin tanah ulayat diformalkan dengan maksud mempermudah akses 
permodalan masyarakat.  Trus ambo juo meminta sistem pendistribusian kapado 
para petani di kampuang labiah marato.  Subjektifitas dalam pembagian kito 
kurangkan, dengan caro membuat aturan yang jelas tentang pemanfaatan tanah 
ulayat. 

Soal petani miskin memang banyak variabelnyo.  Nan jaleh luas lahan memang 
berpengaruh untuk sebuah aktivitas ekonomi pertanian.  Terutama soal efisiensi 
berkaitan dengan penerapan teknologi.

Soal bibit, caro budidaya, jaminan pemerintah, jaminan harga pasar adolah 
variabel lain nan panjang juo curitonyo.  Indak ado salahnyo kito mamulai 
karajo iko dari potensi tanah ulayat.  Sebuah faktor yang relatif masih bisa 
kito kontrol.

Salam,

----- Original Message ----
From: "Rasyid, Taufiq (taufiqr)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, June 14, 2007 11:47:41 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Tanah Ulayat dan Hernando de Soto


DIV {
MARGIN:0px;}


Ambo sapakat jo pandapek pak Chaidir.

Jan talalu capek mamburuakkan nan diawak.

Soal petani  Indonesia yang masih miskin bukan karena kepemilikan tanah  yang 
sedikit atau karena kebanyakan di Jawa sana mereka hanya sebagai buruh tani 
saja.

Hendaknya dipertimbangkan juga kondisi saat ini dimana hasil pertanian baik 
padi, sayur mayur, palawija sering susah untuk menutup biaya produksi 
(bibit,pupuk, insektisida) sehingga tenaga dan waktu mereka yang dihabiskan 
untuk bertani banyak terbuang percuma saja.

Keberpihakan pemerintah pada petani seperti di Jepang, Amerika, Perancis dll 
belum tampak.  Proteksi dari pemerintah yang didapat petani Luar Negeri dari 
pemerintahnya belum ada disini. Apalagi  dengan alasan demi mengamankan 
Investasi pihak Luar , para petani sering dirugikan.










----- Original Message ----
From: Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 13, 2007 11:59:47 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Tanah Ulayat dan Hernando de Soto




Saya tidak pernah mempelajari ekonomi secara khusus.  Pengetahuan saya soal 
ekonomi sangatlah terbatas, mungkin mendekati nihil.

Saya pernah mendengar nama Hernando de Soto sekilas.  Terutama menyangkut 
pemikirannya soal kemiskinan di dunia ketiga.  Yang katanya disebabkan oleh 
pola kepemilikan lahan tidak jelas.  Lebih banyak secara informal. Ini 
menyebabkan, akses ke permodalan tidak pernah ada.  Kata de Soto pula, Jepang 
dan Amerika maju karena sistem kepemilikan lahan mereka jelas.

Pertama mendengar gagasan ini, saya langsung ingat pada sistem tanah ulayat 
pusako tinggi di kampung saya.  Dan menurut saya -yang muda mentah ini- 
sangatlah tidak jelas.  Namanya juga tanah komunal, idealnya memang untuk 
kepentingan komunitas.  Tapi prakteknya, subjektivitas penggarapan pasti akan 
selalu ada.  Mamak kepala kaum, mamak kepala waris, para
 tungganai atau apapun istilahnya tetap akan sulit 100% objektif dalam 
pendistribusian tanah garapan.   Apalagi jika dalam sebuah suku sudah terbagi 
dalam paruik-paruik, dimana distribusi orang dan lahannya juga akan sulit 
merata pula.

Mendengar de Soto dan melihat kondisi paruik, suku dan nagari saya.  Saya 
jadinya manggut-manggut.  Pantasan kita tidak pernah maju di bidang ekonomi.  
Di tanah jawa, juga begitu.  Kata kawan saya yang orang jawa, kepemilikan tanah 
juga masih kabur.  Katanya akibat culture stelseel zaman dulu.  Diaman setelah 
itu hanya meninggalkan istilah tanah negara, garapan, sultan grant, girik dan 
sebagainya.

Sekali lagi, saya ingin bertanya kepada anggota milis ini tentang pendapat Mr 
de Soto ini dan tanah ulayat kita.  Maklumlah, saya tak mengerti ekonomi.  Tak 
paham hukum agraria.  Yang saya pahami, hanyalah saya tak punya uang.  Dunsanak 
di kampung banyak yang kere
 pula.

Salam





Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 







Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.





      Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 













 
____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!  
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke