Saya menjadi bertanya tentang peran alim ulama dalam hal ini,
    karena seperti yang di utarakan oleh Da Riri tentang keterlibatan
    4 unsur rakyat yang termasuk didalamnya alim ulama.

    Saya belum menemukan jawaba apa alasan atau argumen menanam kepala kerbau
    sebagai bentuk menghindari bahaya, selain dari memang kebiasaan
    animisme dan agama hindu.

    Sebaiknya kita berprinsip 'membiasakan yang benar bukan membenarkan
    yang sekedar telah menjadi kebiasaan'.

    Perilaku pemimpin (pemerintah) merupakan perilaku keteladanan, yang
    memiliki kecendrungan untuk ditiru oleh rakyatnya, kemungkinan
    besar bahwa nantinya  setiap yang ingin membangun rumah ikut juga
    menanam kepala kerbau atau kambing atau ayam untuk kemudian
    dikuburkan  sebagai penghindar bahaya, jelas perbuatan ini
    sebagai suatu langkah kemunduran.

    Saya melihat ditelevisi ketika penanaman tiang pertama itu sempat
    terjatuh, acara itu disaksikan oleh masyarakat dan wapres, artinya
    tentulah acara pendirian tiang itu telah dipersiapkan terlebih
    dahulu, tetapi kenapa pada hari 'H" nya terjadi peristiwa tersebut
    apakah merupakan suatu 'tanda' ?

    Bagi para insinyur tentu peristiwa-peristiwa  tersebut tidak bisa
    dikaitkan dengan hal-hal yang demikian, alasannya bahwa hal
    tersebut akibat dari tidak kesimetrisan tali-tali yang mengikat
    tiang sehingga menyebabkan ketidak seimbangan dan akibatnya tiang
    itu terjatuh.

    Tetapi mengapa logika yang demikian tidak dipakai juga untuk
    menjelaskan kenapa harus menanam kepala kerbau ? Apa
    hubungannya dengan pondasi kekuatan bangunan.

    Sebetulnya yang telah dilakukan adalah mengabaikan suatu 'tanda' tapi
    memakai juga 'tanda' lain yang tidak jelas kedudukannya.
    Secara konsisten kalau orang yang percaya pada suatu 'tanda' dari
    penanaman kepala kerbau dapat menghindarkan bahaya maka dengan
    jatuhnya tiang utama pada pemancangan pertamanya juga merupakan
    'tanda' yang harus diikuti.

    Sebaliknya   orang  yang  konsisten  tidak  percaya  akan  'tanda'
    jatuhnya  tiang  utama  pada pemancangan pertamanya dan menganggap
    sebagai  suat  human  error  maka  juga  tidak  akan percaya bahwa
    penanaman kepala kerbau itu bisa menghindarkan mara bahaya.

    Mungkin  pendapat  lain  beralasan  bahwa  hal  tersebut merupakan
    kebiasaan  saja  yang  tidak memiliki makna ,tapi sekali lagi mari
    kita  membiasakan  yang benar bukan sekedar membenarkan yang sudah
    biasa.

    Wassalam
    
    Arnoldison
    
Tuesday, July 10, 2007, 4:42:28 PM, you wrote:


RMC> Da Nofrin ko memang santiang, tapi tampaknyo santiang ndak jadi kriteria 
utamo lai, ha ha.

RMC> Nan ambo danga, dulu isu penting ttg nagari diputuihkan basamo dek 
WaliNagari jo Tungku Tigo Sajarangan <incl. Cadiak Pandai>.

RMC> Tapi di Kompas Senin Tonggak Tuo ditancapkan oleh 4 unsur rakyat: pewaris, 
pmrintah, pemuka adat, alim ulama. 

RMC> Cadiak Pandai ndak masuak etongan lai? 

RMC> Kalau iyo, brarti da Nof ndak cocok jadi decision maker masa kini. Ha ha

RMC> Yulnofrins Napilus wrote: 
>> Alah jaleh indak bafungsi "panangka patuih" yg sudah jelas2 SALAH utk 
>> bangunan sarupo itu, kok adat pulo nan dijadikan tumbal yo...? Sampai kapan 
>> hal-hal yg kurang mendidik sarupo iko akan
>> berlangsung...?     Akan labiah baiak sarupo iko: "Dg musibah terbakarnya 
>> Ustano ini, mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, kita 
>> perdalam lagi pemahan kita ttg Adat Minangkabau dan
>> implementasinya serta tidak lupa kita manfaatkan teknologi agar tidak 
>> terulang lagi kejadian serupa di masa datang...". Eeh.. alah mah, bantuak 
>> nan alah santiang bana pulo kito ko dari Pejabat
>> ha..ha...   Salam,  Nofrins  benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  
>> Waalaikumsalam Antahlah Mak..padahal kok ditiliak ndak ado gai hubungan Adat 
>> Minang jo
>>  ustano tu doh.... salam Ben Tasril Moeis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:         
>>  Assalamu'alaikum Wr. Wb  Ka baa juo lai Ben, bantuak itu juo nan tajadi di 
>> nagari awak. Kalau indak badarahi
>> dan batanam kapalo kabau di tampaik nan ka dijadikan pusat budaya Minang tu 
>> apo indak kasalamaik awak ko?.   Malah kecek Gamawan waktu acara kapatang, 
>> tabaka no istano tu dek urang Minang di ingek
>> kan Tuhan dek lah malalaikan adat???.   Raso no batambah jauah juo cito2 
>> ABS-SBK ko.     Wassalam  Tan Ameh    
>>  The fish are biting. 
>>  Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing. 
>> 


 
RMC> 
____________________________________________________________________________________
RMC> Finding fabulous fares is fun.  
RMC> Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and 
hotel bargains.
RMC> http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

RMC> 


-- 
Best regards,
 Arnoldison                            mailto:[EMAIL PROTECTED]




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke