Benar sekali, Nanda Rahimah, sulit sekali membrantas korupsi. Namun kesulitan 
itu tak boleh menyebabkan kita berhenti menumpasnya, minimal di lingkungan kita 
sendiri. Seperti juga dengan ajaran orang tua Nanda, saya menekankan kepada 
seluruh anak-anak saya bahwa mereka saya besarkan dengan rezeki halal hasil 
keringat saya sendiri, dan saya melarang mereka untuk mendekati segala hal yang 
berbau korupsi. Alhamdulillah sampai sekarang mereka masi mengingat dan 
melaksanakan nasihat saya itu.

Saya mengkhayal, kalau semua atau sebagian besar warga masyarakat kita dan 
sebagian  besar penyelenggara negara bisa menahan diri untuk tidak terlibat 
korupsi, rasanya tidak akan terlalu lama bangsa kita hidup dalam keterpurukan 
seperti sekarang.

Untuk itu kita perlukan seorang pemimpin nasional yang selain jujur dan bersih, 
juga berwibawa dan mau melaksanakan pembrantasan korupsi tanpa tedeng 
aling-aling.

Wassalam,
Saafroedin Bahar.

----- Original Message ----
From: Rahima <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, October 19, 2007 5:50:06 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Aku dan sekelilingku



Terimakasih Pak Saaf.

Moga-moga saja harapan Apak tercapai. Tetapi menurut
pengamatan saya kalau memberantas Korupsi di Indonesia
ini sangat berat, tidak seperti membalikkan telapak
tangan, karena hal ini ternyata telah seperti sebatang
pohon yang berurat berakar, yang mana akarnya sudah
sangat kuat tertancap ditanah yang cukup dalam, berada
pada tanah keras lagi.

Tetapi sebagaimana firman Allah Ta'ala, :" Janganlah
kamu berputus asa akan rahmat Allah Ta'ala", hanya
usaha, do'a dan mukjizat Allah Ta'ala yang bisa
merubah semua ini, merubah sikap dan nasib bangsa
Indonesia. Tetapi saya yakin dan percaya, dengan
firmanNya:" Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum,
sehingga kaum itu sendiri yang akan merubah nasibnya".

Perubahan-perubahan dari yang jelek, kearah yang lebih
baik lagi, sebenarnya dimulai dari diri kita sendiri,
keluarga kita, lingkungan kerja kita, lingkungan
masyarakat kita, mungkin hanya dengan cara serta sikap
kita bisa menjadi suri tauladan bagi sekeliling kita,
kalau kita memang harus memulai diri dengan hidup dari
tetesan-tetesan darah yang dicari dari uang yang
halal, karena itu akan menjadi darah daging kita dan
anak-anak, cucu, cicit kita. 

Mungkin banyak orang yang hidup dengan kekayaan harta,
tetapi belum tentu keberrkahan ia dapatkan. Dan masih
banyak orang yang hidup dalam kesederhanaan, bahkan
kemiskinan harta, tetapi keberkahan hidup itu dia
dapatkan, sehingga menjadi tenanglah jiwa dan
kehidupannya. 

Maunya kita sih,..Kaya harta, kaya Jiwa, dengan
kekayaan yang diberkahi Allah Ta'ala, karena hidup
miskin untuk zaman sekarang, memang akan menghadapi
berbagai macam kesulitan.Zaman para nabi,sahabat,
meski hidup miskin, masih lumayan deh, karena
kebutuhan sekolah anak-anak, tak seberapa, tetapi
zaman sekarang...? Biaya pendidikan membludak, gimana
kita tidak harus berusaha untuk jadi orang kaya yang
penuh berkah bukan? Kaya yang penuh keberkahan, itu
yang harus kita cari. Keberkahan didapat dengan cara
jangan sampai Korupsilah.

Kami sekeluarga juga mohon maaf lahir bathin Pak Saaf.

Wassalamu'alaikum. Rahima.
--- "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Waalaikumsalam w.w. Nanda Rahima,
> 
> Sungguh terharu saya membaca 'posting' Nanda ini.
> Ada dua hal yang langsung teringat oleh saya, yaitu:
> 1) momen yang paling menentukan dalam proses
> pembentukan watak seorang anak manusia adalah waktu
> kecil, dari pesan yang disampaikan oleh para orang
> tua kepada anak-anaknya, yang akan diingatnya terus
> menerus sepanjang hayatnya; dan 2) substansi
> 'posting' Nanda ini perlu dibaca oleh pimpinan dan
> anggota Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), khususnya
> dalam menyusun 'grand strategy' pembantrasan korupsi
> di Indonesia,yang  harus bekerjasama dengan fihak
> lain, terutama dengan para orang tua. 
> 
> Menurut penglihatan saya, kiprah KPK untuk mengejar
> koruptor yang sudah dewasa, bahkan sebagian sudah
> tua, tetap perlu dilanjutkan, tetapi suatu kampanye
> baru yang lebih berjangka panjang juga perlu
> dimulai. Jika hal itu dilakukan secara intensif,
> saya percaya bahwa dalam tempo 15-20 tahun yang akan
> datang, peringkat Indonesia dalam perkorupsian akan
> jauh menurun.
> 
> Izinkan saya menayangkan ulang 'posting' Nanda ini
> dalam situs pribadi saya
> www.saafroedinbahar.grahacitra.com. Biar juga dibaca
> oleh rekan-rekan saya.
> 
> Selamat Hari Raya Idul Fitrie, nanda. Mohon maaf
> lahir dan bathin.
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar (70+2+6)
> 
> Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> 
> Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakaatuh
> 
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke