Pak Saaf. Seperti yang saya katakan, sulit sekali memberantas korupsi yang dah menjadi darah daging dinegara kita ini. Tapi disisi Allah, tiada yang mustahil sepanjang niat kita dan usaha kita ada, serta pengorbanan kita untuk kearah sana juga ada.
Minimal kita, diri kita, anak cucu kita, dan teman akrab kita, kita perkenalkan dengan arti pengorbanan yang hakiki. Kata orang "Cinta butuh pengorbanan", maka, "Pemberantasan korupsi juga butuh pengorbanan". Sudah sanggupkah diri kita berkorban untuk dicaci, dihina, diejek, dimarahi, dipersulit segala urusan, bahkan dipecat sekalipun dari jabatan kita hanya untuk mempertahankan kebenaran dan menjauhi korupsi, sogok menyogok ini? Sumber korupsi berasal muasal, bisa jadi dari menyogok ini(risywah), karena seorang pejabat selalu berusaha mengembalikan uangnya yang telah disogoknya untuk suatu jabatan tertentu, atau urusan tertentu. Coba kalau ngak ada Risywah(sogok menyogok) itu, ngak ada keluar uang saat hendak menduduki suatu jabatan tertentu, saya kira para pejabat masih ngak mikir kembalikan uang terdahulu yang sempat hilang itu. Ataupun penyebab korupsi itu adalah tuntutan dari keluarga, yang biasanya tuntutan (maaf), para pasangan kita, anak-anak kita yang lebih dr kadar gaji, kemampuan kita.Seharusnya sikap qanaah(puas, alias bersyukur, binti terima apa yang diberikan Allah dengan ridha dan ikhlas) itu yang harus ditanamkan pada diri anak-anak kita sejak dini lagi, jangan tamak, egois, mau diregut semuanya, dan selalu berbangga didepan tetangga, keluarga, teman, seakan ialah yang hebat, kaya, pintar dan sebagainya, sehingga malu kalau dilihat orang tidak seperti apa yang dibanggakan selama ini, maka jalan satu-satunya yah berusaha dengan jalan apapun untuk mewujudkan mimpi2 yang telah terlanjur dibanggakan ke orang lain itu). Sebaik-baik pendidikan adalah pendidikan AlQuran dan hadits dalam mewujudkan kepribadian yang bersih, hati yang suci dari segala macam penyakit, tamak(tidak qanaah), penyakit korupsi, dan penyakit lainnya yang jelek, yang bersemayam dimasyarakat, didiri, dikeluarga kita. "Kejarlah duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan kejarlah akhiratmu seakan kamu mati besok". Berat pengorbanan untuk mencapai yang baik dan berhasil itu.Tapi sebagaimana firman Allah sendiri Allah pasti akan memberikan kita berbagai cobaan, kalau memang kita ingin berhasil. Ujian cobaan untuk memberantas korupsi itu dah siapkah diri kita akan kehilangan jabatan, dah siapkah kita, anak cucu, keluarga kita diejek, caci maki orang lain, dah siapkah kita sebagaimana ujian para nabi dan sahabat? Kalau semua masyarakat warga Indonesia ini dah siap dengan semua pengorbanan itu untuk dirinya sendiri, keluarganya saya kira korupsi tuntas sampai mudah2an keakar-akarnya sekaligus.Ini terkadang belum apa-apa..dengan alasan apapun, takut akan nasib anak-anak, cucu, jabatan, pekerjaan dan lainnya dah mundur sebelum bertanding. Wassalamu'alaikum. Rahima. --- "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Benar sekali, Nanda Rahimah, sulit sekali membrantas > korupsi. Namun kesulitan itu tak boleh menyebabkan > kita berhenti menumpasnya, minimal di lingkungan > kita sendiri. Seperti juga dengan ajaran orang tua > Nanda, saya menekankan kepada seluruh anak-anak saya > bahwa mereka saya besarkan dengan rezeki halal hasil > keringat saya sendiri, dan saya melarang mereka > untuk mendekati segala hal yang berbau korupsi. > Alhamdulillah sampai sekarang mereka masi mengingat > dan melaksanakan nasihat saya itu. > > Saya mengkhayal, kalau semua atau sebagian besar > warga masyarakat kita dan sebagian besar > penyelenggara negara bisa menahan diri untuk tidak > terlibat korupsi, rasanya tidak akan terlalu lama > bangsa kita hidup dalam keterpurukan seperti > sekarang. > > Untuk itu kita perlukan seorang pemimpin nasional > yang selain jujur dan bersih, juga berwibawa dan mau > melaksanakan pembrantasan korupsi tanpa tedeng > aling-aling. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
