Dunsanak di Palanta Sahubungan jo topik korupsi, ado tulisan dunsanak kito dari lembah Elbe di milis Kampung UGM, Ferizal Ramli ( Baliau alah ambo ajak masuak RN, samantaro jadi pandangase dulu keceknyo, paniang baco tulisan bahaso minang), baliau gadang di Yogya.
Sanak Ferizal, terima kasih atas izin tulisannya di forward ke RN Salam Is, St Marajo 38+ www.cimbuak.net Kampuang nan jauah dimato dakek dijari ----- Message from "Ferizal Ramli" <[EMAIL PROTECTED]> on Sun, 28 Oct 2007 13:37:00 -0000 ----- To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [kampung-ugm] MM Anatomi Korupsi 2 - Sebuah Pengantar Mencoba membedah anatomi Korupsi Rekän, Mohon maaf jika ditulis agak panjang lebar... Dari hasil kajian yang saya ikuti ternyata ada 5 kelompok penting aktor korupsi. Maaf pembagian ini cuma untuk menyederhanakan model: (1) Aparat Penegak Hukum (Jaksa, Hakim, Polisi dengan karakteristik agak berbeda) (2) Aparat Birokrasi (PNS sipil dan dengan karateristik tertentu polisi juga termasuk disini) (3) Politisi (Parpol dan DPR) (4) Masyarakat Umum (yang tidak masuk dalam golongan memiliki yang kekuasaan) (5) Korporasi Korupsi yang paling sulit diberantas adalah Korupsi Korporasi. Negara majupun saat ini masih berperang dengan para aktor korupsi korporasi. Ingat kasus ENRON yang menyebabkan skandal besar Wallstreet. Atau di Jerman kasus VW, Deutsche Bank, Telkom, dsb, dsb. Dampak dari korupsi korporasi jauh lebih hebat dan lebih susah diatasi. Kenapa? karena mereka lebih lihai. Apakah Indonesia tidak ada korupsi korporasi? Jelas banyak, kasus Exxon, Freeport, Pertamina, BLBI, adalah contoh-2 korupsi korporasi. Economic Hitman-nya John Perkins, merupakan cerita gamblang tentang korupsi korporasi. Hanya jangan mimpi kasus korupsi bisa diatasi saat ini. Itu tahap yang paling sophisticated! Harus dimulai dari tahap yang paling gampang... Tapi bisakah korupsi diberantas? Jawabnya bisa, bahkan kita harus jihad untuk memberantas itu. Bagaimana caranya? Dari hasil studi kasus beberapa Negara yang sukses memberantas korupsi dalam waktu relative "singkat" biasanya mengikuti pola berikut: Tahap I: Memberantas korupsi pada level Aparat Penegak Hukum. Ini yang paling mudah, karena aparat penegak hukum itu tidak memiliki "kekuasaan" nyata di masyarakat. Korps mereka (kecuali polisi) tidak bisa melawan. Kekuasaan Jaksa dan Hakim itu cuma dipersidangan jadi kalau mereka memboikot karena melawan terhadap arus pembersihan korupsi, dampak perlawan mereka tidak terlalu mengganggu masyarakat. Mestinya Presiden harus memulainya dari sini. Thailand adalah contoh sukses pada tahap I ini. PM-nya yang dulu pernah mengeluarkan kebijakan semua hakim dan jaksa yang sudah berumur 40 tahun (kalau tidak salah) harus pensiun. Harus diganti dengan Hakim-Jaksa lain yang masih fresh belum pernah terlibat kolusi jual beli kasus atau mafia peradilan. Jadilah, peradilan saat itu begitu bersih dipenuhi hamkim-2 muda ala Judge Bao. Tahap II: memberantas korupsi di birokrasi dan polisi. Ini agak sedikit sulit karena birokrasi itu terkait langsung dengan pelayanan masyarakat. Jadi, kalau korps aparat birokrasi melawan maka masyarakat akan terkena dampak langsung. Cara pemberantasannya: dengan sistem pengawasan internal yang lebih baik dan bila bersalah akan menghadapi pengadilan yang angker buat koruptor karena hakim dan jaksa-nya semuanya bersih seperti Judge Bao. Tahap III: memberantas korupsi di Politisi. Apabila birokrasinya tidak korup maka peluang politisi untuk korup langsung menguap. Mereka ndak punya kesempatan berkolusi. Disisi lain dukung pers terbuka untuk melakukan investigasi berita. Politisi itu karakteristiknya kalau terpukul langsung jatuh K.O. hanya masalahnya sulit untuk kena pukul. Investigasi pers tentang kasus korupsi politisi adalah cara efektif untuk langsung membunuh karir si politisi tsb. Sisanya diselesaikan oleh aparat hakim model Judge Bao. Tahap IV adalah pemberantasan korupsi di masyarakat. Ini hanya bisa dilakukan melalui proses pendidikan. Harus dikasih tahu bahwa nyontek itu perilaku korupsi misalkan, dsb., dsb. Tapi cara pendidikan ini menjadi tidak efektif jika anak didik dan masyarakat melihat bahkan tidak bisa menghindari aktivitas korupsi dalam keseharian. Seperti di pengadilan kalau menang harus melalui mafia perkara ataupun dengan birokrasi seperti sogok KTP, SIM bahkan lebih canggih seperti penggelapan pajak, imigrasi, dsb. Artinya, tahap IV baru bisa berjalan efektif jika tahap I, II, III terlampaui. Masyarakat Eropa Barat (Khususnya Jerman, Inggris, Perancis dan Skandinavia) adalah contoh keberhasilan mereka mengatasi korupsi sampai tahap IV. Bisa dilihat masyarakat Eropa itu taat hukum. Kasus sederhana, kalau ujian pasti deh yang paling sering nyontek itu orang-2 India, China, Arab, termasuk orang Indonesia. Orang Eropa seperti Jerman secara umum paling ndak sudi yang namanya nyontek meskipun peluangnya besar dan tidak beresiko untuk melakukan itu. Tahap V adalah mengatasi korupsi di level korporasi. Ini yang saat ini menjadi tantangan terbesar untuk semua negara maju. Korruption ist über alles". Korupsi diatas segalanya, sepertinya slogan ini menjadi masalah bersama. Kasus Enron, atau skandal VW di Jerman dan berbagai skandal lainnya adalah kejahatan korporasi yang sangat sulit untuk diatasi. Akhirnya, kesadaran kita untuk tidak korup dan ketabahan kita untuk mau hidup halal adalah modal awal untuk melawan perilaku korupsi. Tapi lebih dari itu harus ada pressure bersama bahwa untuk memberantas korupsi aparat penegak hukum harus benar-benar direformasi secara radikal. Ini langkah awal yang bersifat mutlak. Ibaratnya, agar sholat-nya sah maka wudhu-nya juga harus sah. Tanpa itu usaha pemberantasan korupsi hanya berupa pengorbanan yang sia-2. Salam, Ferizal Ramli __._,_.___ Messages in this topic (0) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar http://kampung-ugm.org kumpulan blog Alumni Kampus nDeso Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity 4 New Members Visit Your Group Dog Zone on Yahoo! Groups Join a Group all about dogs. Real Food Group Share recipes and favorite meals w/ Real Food lovers. Best of Y! Groups Check out the best of what Yahoo! Groups has to offer. . __,_._,___ Disclaimer Message: eTrust SCM for SMTP has analyzed the attached email and, based on its content, has determined that it is including a link to a nonproductive site. The company policy is to identify the message as spam and attach it to this email. In the future, these types of messages may be blocked. If you believe this message has been incorrectly identified as spam, please contact your system administrator. The following information may be used by your system administrator to evaluate the message: From: [EMAIL PROTECTED] URL: http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jg1e2gf/M=493064.11292562.11840176.8674578/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1193585822/A=4836044/R=0/SIG=11o19ppl5/*http://advision.webevents.yahoo.com/dogzone/index.html URL Category: Web Ads Host name: mail.prima.co.id Thank you, eTrust SCM for SMTP. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
