Nah,..ini dianya sebahagian besar sikap/watak bangsa kita Indonesia. Suka hidup bermewahan, meski tak mampu.Ini akibat ada perasaan "membanggakan", seperti yang sudah saya sampaikan dari awal, rasa bangga(ingat lho, bukan rasa syukur, kedua hal ini hampir mirip tapi tak sama), kata orang "Bangga adalah awal dari kehancuran". Sementara rasa syukur, selalu dihubungkan dengan karunia Allah semata.
Dengan modal awal berbangga, maka ia berusaha untuk menutupi kekurangan dengan segala cara.Biasanya kebanggaan sering membuat orang merendahkan atau meremehkan orang lain, dan seringnya dirinya selalu menampakkan kemanisan rasa madu dari luar didalamnya racun.Tidak jarang,Orang kaya, biasanya banyak hutangnya, tetapi ia bangga dengan semua itu.Ia bagaikan kepompong diluar kelihatan gemuk, didalamnya melompong. Kenapa saya bilang orang kaya banyak hutangnya? Yah..TST(Tau sama Tau sajalah), Pejabat, banyak hutangnya,hampir kebanyakan pedagang ditoko kan meminjam uang di Bank?(tapi ngak semua lho?)Negara mana sih yang kaya bersih dari hutang?(ada ngak yah,...bisa dikalkulasikan disemua negara ini, mana negara yang banyak hutangnya, mana yang tidak punya hutang sama sekali, mana yang sedang-sedang saja, dan negara apa saja yang paling banyak memiliki hutang?) Indonesia, mungkin salah satu negara pemecah rekor banyak hutangnya, namun dari pengalaman selama hidup bersama kedutaan-kedutaan, Indonesia adalah negara yang cukup ramah melayani para tamu negara lainnya dengan pelayanan yang kelihatan mewah,tapi mewahnya adalah hasil hutang, lihat saja setiap perayaan-perayaan apa saja, ulang tahun apa saja, acara apa saja, selalu mewah, terbiasa mengadakan hari Ultah, inilah akibatnya, jadi suka mengeluarkan uang yang tak seharusnya dikeluarkan, pergi kerumah makanlah, masak berlebihanlah, sebab kondisi aja sedang pailit, tapi masih sempat-sempatnya ngadain "pesta/acara Ultah, baik secara kekeluargaanlah, undang tamulah atau apalah namanya,sementara negara kaya semacam Jepang, kelihatan sederhana, bahkan hidup hemat mereka miliki. Jarang diantara kita bangsa Indonesia ini memiliki sifat hidup menghemat disaat kaya, kalau hemat disaat miskin, bukan menghemat namanya, tapi hidup yang dicukup-cukupkan. Yang kacaunya, gaya hidup mewah, namun semuanya berasal dari hutang. Mobil hutang, motor hutang, rumah hutang, semua masih dalam posisi hutang,..eh..hidup masih juga kelihatan mewah, itu yang saya ngak habis pikir. Kata orang Arab:" Al Iqtishaadu asaasunnajaahi", Hemat/sederhana adalah asas/dasar dari suatu keberhasilan". Mungkin, prinsip pepatah diatas yang dimiliki oleh negara semacam Jepang, jauh beda dengan gaya hidup bangsa kita Indonesia ini. Karena berawal dari berbangga, dan mulailah menampakkan diri dengan kemewahan, ini pembuka jalan untuk salah satu jalan dari jalan-jalan korupsi.Korupsi itukan ngak harus makan uang negara, uang orang lain juga toh, yang kita makan bukan hak kita juga dinamakan korupsi.Para koruptor kan "sama dengan" para pencuri barang yang bukan miliknya. Kenapa sih, kita tidak membiasakan diri "Menampakkan apa adanya kita".Kalau ngak ada uang,..yah..janganlah hidup mewah, agar dinilai orang kaya, punya uang, atau apalah alasannya. Allah memuji orang-orang seperti tercantum dalam ayat ini:" Mereka tidak suka meminta-minta bagaikan pengemis, sehingga orang-orang kaya menduga(orang yang tidak suka meminta-minta tadi), adalah orang kaya beneran, dikarenakan orang miskin tadi menahan dirinya (untuk tidak meminta-minta). Yang paling disukai Rasulullah adalah mereka para manusia yang suka bekerja dengan tangannya sendiri.Betapa indahnya kalau kita kaya, tetapi kelihatan sederhana dan bisa berhemat, bisa memberikan sebahagian kekayaan kita pada fakir miskin, memikirkan nasib sesama, jangan egois, mikirnya diri sendiri melulu.Nasib orang lain, ia ngak mau tau.Ini juga pemicu timbulnya koruptor-koruptor metode atau model baru yang tidak memiliki sense of crisis.Orang lagi susah, krisis, malah enak-enaknya ia menjadi dracula-dracula pemakan darah. Wassalamu'alaikum. Rahima. --- Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ambo sato sakaki, > > Manuruik ambo, selain bahwa perbuatan korupsi > diselesaikan > secara refresif yaitu penyelesaian atas apa > yang telah terjadi > (tindak korupsi), maka perlu pula ada > usaha-usaha preventif. > > Usaha preventif itu ialah pembentukan > mentalitas dan pandangan > hidup yang benar , disinilah peran agama > sangat menentukan. > > Motif sebagai besar orang-orang yang > melakukan korupsi adalah > bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti > sandang pangan dan > kebutuhan dasar lainnya, tetapi kebanyakan > karena berkeinginan > hidup mewah. > > Bagaimana agar masyarakat tidak berperilaku > demikian (memilki > pandangan kebahagiaan hidup ada dalam hidup > berkemewahan), ini > perlu ketauladanan dari para pemimpin, public > figur, orang-orang kaya, dan > orang yang mampu berkehidupan mewah. > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
