Assalamu'alaikum

On Tuesday 30 October 2007 13:48, Rasyid, Taufiq (taufiqr) wrote:

> Pituah rang tuo kito :
>
> " Katiko ado jan dimakan, lah indak ado baru dimakan"
>
> Jadi pola hidup konsumtif tidak termasuk dalam pola hidup orang Minang.
> Mereka diharapkan hidup hemat tapi bukan "ceke"
>


Saya ingin bertanya soal pituah ini,
selain anjuran berhemat, ada sedikit yang menjadi ganjalan bagi saya, yaitu 
apakah tidak ada anjuran memberi ketika sedang "ada".

Terbayang oleh saya, ketika ada makanan berlebih, alangkah baiknya dibagikan 
ke tetangga atau orang yang membutuhkan. insya Allah di waktu yang lain kita 
pun akan mendapat balasan yang sama dari tetangga.

begitu juga ketika ada waktu berlebih, alangkah baiknya jika dipergunakan 
untuk mencari ilmu, memperbanyak silaturahmi, mengunjungi kerabat yang sakit, 
dan lainnya.

begitu juga ketika ada harta berlebih, alangkah baiknya dipakai membantu yang 
membutuhkan, meningkatkan alat-alat produksi untuk berusaha (investasi), 
dlsb.

begitu juga ketika ada ilmu diperoleh biar sedikit, alangkah indahnya jika 
dishare. Nabi SAW mengajarkan "Sampaikan dariku walau satu ayat". Ini 
mengindikasikan bahwa Islam seharusnya pioner dalam hal berbagi ilmu.

Apa hubungannya dengan homestay?

Soal rumah Mak Lembang Alam yang ada di lokasi indah di bawah gunung cukup 
menggelitik saya.

Saya membayangkan jika tempat itu ada di Jakarta dan sekitarnya ini. 
Sepengetahuan saya, sekolah-sekolah yang cukup kreatif di sekitar Bintaro, 
Tangerang, (sekurangnya tempat istri saya mengajar), selalu ada program 
camping. Mereka belajar outbound, belajar bertani, belajar mencintai alam, 
dlsb. Program ini rutin dan biayanya jutaan rupiah. Mungkin model ini bisa 
sebagai awal memanfaatkan aset tersebut. 

Tentunya bisa lebih manfaatnya, jika aset tersebut juga bisa dibuat sebagai 
cagar budaya, dalam arti keikutsertaan menjaga kekayaan kultural dari 
komunitas di sekitarnya. Terbayang banyak sekali yang akan tertarik.

Selain mengatur dengan cara pengunjung selektif, tentu juga dilakukan 
pengawasan yang memadai jika agak terbuka untuk umum, yaitu disertakan aturan 
serta ancaman hukumannya. Untuk selebihnya, tentu kita serahkan kepada Allah 
SWT, karena Dialah yang lebih mampu menjaga niat-niat baik hamba-Nya.

Demikian sekedar sharing, mohon maaf jika tidak pada tempatnya.

wassalam
erwin z 
 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke