Ambo sato sakaki,
Manuruik ambo, selain bahwa perbuatan korupsi diselesaikan
secara refresif yaitu penyelesaian atas apa yang telah terjadi
(tindak korupsi), maka perlu pula ada usaha-usaha preventif.
Usaha preventif itu ialah pembentukan mentalitas dan pandangan
hidup yang benar , disinilah peran agama sangat menentukan.
Motif sebagai besar orang-orang yang melakukan korupsi adalah
bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang pangan dan
kebutuhan dasar lainnya, tetapi kebanyakan karena berkeinginan
hidup mewah.
Bagaimana agar masyarakat tidak berperilaku demikian (memilki
pandangan kebahagiaan hidup ada dalam hidup berkemewahan), ini
perlu ketauladanan dari para pemimpin, public figur, orang-orang kaya, dan
orang yang mampu berkehidupan mewah.
Karena banyaknya percontohan dan tontonan tentang kehidupan orang-orang
mewah sehingga menimbulkan kecemburuan sosial.
Pada waktu orde baru orang yang hidup berkemewahan sudah banyak,
tapi tidak berani menampilkan didepan publik, tapi dengan era
sekarang yang lebih liberal maka tampaknya kemewahan menjadi
sekedar suatu hak azazi yang tidak bisa diganggu gugat oleh
orang lain.
Arnoldison
Monday, October 29, 2007, 5:14:57 PM, you wrote:
DNpci> Dunsanak di Palanta
DNpci> Sahubungan jo topik korupsi, ado tulisan dunsanak kito dari lembah Elbe
di
DNpci> milis Kampung UGM, Ferizal Ramli ( Baliau alah ambo ajak masuak RN,
DNpci> samantaro jadi pandangase dulu keceknyo, paniang baco tulisan bahaso
DNpci> minang), baliau gadang di Yogya.
DNpci> Sanak Ferizal, terima kasih atas izin tulisannya di forward ke RN
DNpci> Salam
DNpci> Is, St Marajo 38+
DNpci> www.cimbuak.net
DNpci> Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
DNpci> ----- Message from "Ferizal Ramli" <[EMAIL PROTECTED]> on Sun, 28 Oct
2007
DNpci> 13:37:00 -0000 -----
DNpci> To:
DNpci> [EMAIL PROTECTED]
DNpci> Subject:
DNpci> [kampung-ugm] MM Anatomi Korupsi 2 - Sebuah Pengantar
DNpci> Mencoba membedah anatomi Korupsi
DNpci> Rekän,
DNpci> Mohon maaf jika ditulis agak panjang lebar...
DNpci> Dari hasil kajian yang saya ikuti ternyata ada 5 kelompok penting
DNpci> aktor korupsi. Maaf pembagian ini cuma untuk menyederhanakan model:
DNpci> (1) Aparat Penegak Hukum (Jaksa, Hakim, Polisi dengan karakteristik
DNpci> agak berbeda)
DNpci> (2) Aparat Birokrasi (PNS sipil dan dengan karateristik tertentu
DNpci> polisi juga termasuk disini)
DNpci> (3) Politisi (Parpol dan DPR)
DNpci> (4) Masyarakat Umum (yang tidak masuk dalam golongan memiliki yang
DNpci> kekuasaan)
DNpci> (5) Korporasi
DNpci> Korupsi yang paling sulit diberantas adalah Korupsi Korporasi. Negara
DNpci> majupun saat ini masih berperang dengan para aktor korupsi korporasi.
DNpci> Ingat kasus ENRON yang menyebabkan skandal besar Wallstreet. Atau di
DNpci> Jerman kasus VW, Deutsche Bank, Telkom, dsb, dsb. Dampak dari korupsi
DNpci> korporasi jauh lebih hebat dan lebih susah diatasi. Kenapa? karena
DNpci> mereka lebih lihai. Apakah Indonesia tidak ada korupsi korporasi?
DNpci> Jelas banyak, kasus Exxon, Freeport, Pertamina, BLBI, adalah contoh-2
DNpci> korupsi korporasi. Economic Hitman-nya John Perkins, merupakan cerita
DNpci> gamblang tentang korupsi korporasi. Hanya jangan mimpi kasus korupsi
DNpci> bisa diatasi saat ini. Itu tahap yang paling sophisticated! Harus
DNpci> dimulai dari tahap yang paling gampang...
DNpci> Tapi bisakah korupsi diberantas? Jawabnya bisa, bahkan kita harus
DNpci> jihad untuk memberantas itu. Bagaimana caranya?
DNpci> Dari hasil studi kasus beberapa Negara yang sukses memberantas korupsi
DNpci> dalam waktu relative "singkat" biasanya mengikuti pola berikut:
DNpci> Tahap I: Memberantas korupsi pada level Aparat Penegak Hukum. Ini yang
DNpci> paling mudah, karena aparat penegak hukum itu tidak memiliki
DNpci> "kekuasaan" nyata di masyarakat. Korps mereka (kecuali polisi) tidak
DNpci> bisa melawan. Kekuasaan Jaksa dan Hakim itu cuma dipersidangan jadi
DNpci> kalau mereka memboikot karena melawan terhadap arus pembersihan
DNpci> korupsi, dampak perlawan mereka tidak terlalu mengganggu masyarakat.
DNpci> Mestinya Presiden harus memulainya dari sini.
DNpci> Thailand adalah contoh sukses pada tahap I ini. PM-nya yang dulu
DNpci> pernah mengeluarkan kebijakan semua hakim dan jaksa yang sudah berumur
DNpci> 40 tahun (kalau tidak salah) harus pensiun. Harus diganti dengan
DNpci> Hakim-Jaksa lain yang masih fresh belum pernah terlibat kolusi jual
DNpci> beli kasus atau mafia peradilan. Jadilah, peradilan saat itu begitu
DNpci> bersih dipenuhi hamkim-2 muda ala Judge Bao.
DNpci> Tahap II: memberantas korupsi di birokrasi dan polisi. Ini agak
DNpci> sedikit sulit karena birokrasi itu terkait langsung dengan pelayanan
DNpci> masyarakat. Jadi, kalau korps aparat birokrasi melawan maka masyarakat
DNpci> akan terkena dampak langsung. Cara pemberantasannya: dengan sistem
DNpci> pengawasan internal yang lebih baik dan bila bersalah akan menghadapi
DNpci> pengadilan yang angker buat koruptor karena hakim dan jaksa-nya
DNpci> semuanya bersih seperti Judge Bao.
DNpci> Tahap III: memberantas korupsi di Politisi. Apabila birokrasinya tidak
DNpci> korup maka peluang politisi untuk korup langsung menguap. Mereka ndak
DNpci> punya kesempatan berkolusi. Disisi lain dukung pers terbuka untuk
DNpci> melakukan investigasi berita. Politisi itu karakteristiknya kalau
DNpci> terpukul langsung jatuh K.O. hanya masalahnya sulit untuk kena pukul.
DNpci> Investigasi pers tentang kasus korupsi politisi adalah cara efektif
DNpci> untuk langsung membunuh karir si politisi tsb. Sisanya diselesaikan
DNpci> oleh aparat hakim model Judge Bao.
DNpci> Tahap IV adalah pemberantasan korupsi di masyarakat. Ini hanya bisa
DNpci> dilakukan melalui proses pendidikan. Harus dikasih tahu bahwa nyontek
DNpci> itu perilaku korupsi misalkan, dsb., dsb. Tapi cara pendidikan ini
DNpci> menjadi tidak efektif jika anak didik dan masyarakat melihat bahkan
DNpci> tidak bisa menghindari aktivitas korupsi dalam keseharian. Seperti di
DNpci> pengadilan kalau menang harus melalui mafia perkara ataupun dengan
DNpci> birokrasi seperti sogok KTP, SIM bahkan lebih canggih seperti
DNpci> penggelapan pajak, imigrasi, dsb.
DNpci> Artinya, tahap IV baru bisa berjalan efektif jika tahap I, II, III
DNpci> terlampaui. Masyarakat Eropa Barat (Khususnya Jerman, Inggris,
DNpci> Perancis dan Skandinavia)
DNpci> adalah contoh keberhasilan mereka mengatasi korupsi sampai tahap IV.
DNpci> Bisa dilihat masyarakat Eropa itu taat hukum. Kasus sederhana, kalau
DNpci> ujian pasti deh yang paling sering
DNpci> nyontek itu orang-2 India, China, Arab, termasuk orang Indonesia.
DNpci> Orang Eropa seperti Jerman secara umum paling ndak sudi yang namanya
DNpci> nyontek meskipun peluangnya besar dan tidak beresiko untuk melakukan itu.
DNpci> Tahap V adalah mengatasi korupsi di level korporasi. Ini yang saat ini
DNpci> menjadi tantangan terbesar untuk semua negara maju. Korruption ist
DNpci> über alles". Korupsi diatas segalanya, sepertinya slogan ini menjadi
DNpci> masalah bersama. Kasus Enron, atau skandal VW di Jerman dan berbagai
DNpci> skandal lainnya adalah kejahatan korporasi yang sangat sulit untuk
DNpci> diatasi.
DNpci> Akhirnya, kesadaran kita untuk tidak korup dan ketabahan kita untuk
DNpci> mau hidup halal adalah modal awal untuk melawan perilaku korupsi. Tapi
DNpci> lebih dari itu harus ada pressure bersama bahwa untuk memberantas
DNpci> korupsi aparat penegak hukum harus benar-benar direformasi secara
DNpci> radikal. Ini langkah awal yang bersifat mutlak. Ibaratnya, agar
DNpci> sholat-nya sah maka wudhu-nya juga harus sah. Tanpa itu usaha
DNpci> pemberantasan korupsi hanya berupa pengorbanan yang sia-2.
DNpci> Salam,
DNpci> Ferizal Ramli
DNpci> __._,_.___
DNpci> Messages in this topic (0) Reply (via web post) | Start a new topic
DNpci> Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members |
Calendar
DNpci> http://kampung-ugm.org kumpulan blog Alumni Kampus nDeso
DNpci> Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
DNpci> Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch
format
DNpci> to Traditional
DNpci> Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
DNpci> Recent Activity
DNpci> 4
DNpci> New Members
DNpci> Visit Your Group
DNpci> Dog Zone
DNpci> on Yahoo! Groups
DNpci> Join a Group
DNpci> all about dogs.
DNpci> Real Food Group
DNpci> Share recipes
DNpci> and favorite meals
DNpci> w/ Real Food lovers.
DNpci> Best of Y! Groups
DNpci> Check out the best
DNpci> of what Yahoo!
DNpci> Groups has to offer.
DNpci> .
DNpci> __,_._,___
DNpci> Disclaimer Message:
DNpci> eTrust SCM for SMTP has analyzed the attached email and, based on its
DNpci> content, has determined that it is including a link to a nonproductive
DNpci> site.
DNpci> The company policy is to identify the message as spam and attach it to
DNpci> this email. In the future, these types of messages may be blocked. If
you
DNpci> believe this message has been incorrectly identified as spam, please
DNpci> contact your system administrator.
DNpci> The following information may be used by your system administrator to
DNpci> evaluate the message:
DNpci> From:
DNpci> [EMAIL PROTECTED]
DNpci> URL:
DNpci>
http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jg1e2gf/M=493064.11292562.11840176.8674578/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1193585822/A=4836044/R=0/SIG=11o19ppl5/*http://advision.webevents.yahoo.com/dogzone/index.html
DNpci> URL Category: Web Ads
DNpci> Host name: mail.prima.co.id
DNpci> Thank you,
DNpci> eTrust SCM for SMTP.
DNpci>
--
Best regards,
Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---