ndak taraso lah 7 tahun sajo yo, da :) 2004 dunia fotografi di Sumbar masih langang. ada banyak fotografer, tapi jalan surang. waktu ambo cubo ajak kawan2 di Padang mandirikan Komunitas Fotografi Padang, SINKRO, waktu itu cuma ado sakitar 8-10 org. untuang ndak barapo lamo, tibo da Nofrin, pak Faisal Arief Lubis, Pak Alfred dan tim west-sumatra.com lainnyo.
lai takana da Nofrin, waktu 2004 via fotografer.net diadoan Hunting Foto di Sumbar. nan daftar dari Sumbar cuma 1-2 urang. yo sabana langang. tapi sajak SINKRO berdiri, tambah da Nofrin + WS nyo, dimulai lah manyebarkan virus fotografi di Sumbar dan mulai rami publish di berbagai media. kini lah 7 tahun sajo kironyo... lah banyak perkembangannyo, foto pacu jawi lah jadi foto langganan juara di berbagai lomba foto. liputan ttg wisata sumbar lah marak di berbagai media. dan para fotografer dari sumbar kini pun samakin banyak nan mantap. ambo masih takana juo sama M. Fadly alias Een, waktu itu nyo masih baraja motret. kini lah jadi langganan di National Geographic, Garuda Magazine, kompas, dll west-sumatra.com pun ambo paratian makin rami kini. dan seperti nan da Nofrin katokan tadi, minat para wisatawan, fotografer utk datang ke sumbar makin banyak. ambo kebetulan banyak kenal samo para traveler, traveler community, kebetulan pernah dipiliah jadi Petualang Aku Cinta Indonesia oleh Detik.com dan kini basamo kawan traveler mengelola komunitas @keluarumah ( www.keluarumah.com) sebuah komunitas tampek traveler berbagi info, cari info, dll. Dari obrolan, dari sharing info, dari pertanyaan2 mereka, sangaik banyak nan minat ka Sumbar. tertarik samo alamnyo, tertarik samo budayanyo, dan terutama samo kulinernyo. sakitu dulu dari ambo, Yudi Rajo Mangkuto 2012/2/14 Y. Napilus <[email protected]> > Alaikumsalam ww, > > Kanda Idris, > > Terima kasih atas tanggapan Kkd. Mohon maaf baru balas, krn email2 dr > milis tidak saya masukkan ke BB. Terkait saran Kkd memang begitu yang saya > bayangkan dari 7 tahun lalu. Itu sudah terjadi dg situs yg sudah mengukir > sejarah membantu "membukakan mata dunia" thd potensi pariwisata Sumbar: > www.west-sumatra.com (hampir 6000 buah foto). Lalu terjadi juga dan > menyebar melalui blog-blog pribadi. Semua dilakukan secara terbuka tanpa > harus terikat dan membatasi diri sesama member saja. > > Cerita berubah stlh booming Facebook. Teknologinya terkesan sederhana > dipakainya, posting apapun sangat mudah dan CEPAT...! Kenyataan yg paling > menggoda dan diluar perkiraan adalah bahwa setiap orang rupanya suka sekali > "berbalas pantun", saling komentar thd apa yg kita posting. Sampai urusan > dapur dan tempat tidur sekalipun. Disusul kemudian dg munculnya "teknologi > autis" yg fenomenal yaitu Blackberry, membuat orang semakin asyik masyuk dg > gadget tsb sampai melupakan dunia hidup disekitarnya... > > Disisi lain, kunci paling mendasar utk para fotografer adalah komentar thd > karya2 mereka. Walaupun komen cuman satu kata, itu sudah cukup buat mereka > dan akan segera sharing lagi lebih banyak stlh itu. Dibandingkan dg situs > terbuka, blog, dll., Facebook sangat leading dalam hal ini. Kondisi ini > tidak bisa kita rubah begitu saja. Facebook saat ini tidak bisa dilawan, tp > harus kita upayakan memanfaatkan kekuatan FB itu... Belum lagi kekhawatiran > mereka akan penggunaan karya foto yg tidak mengindahkan etika Hak Cipta. > > Artinya, gak bisa kita minta kawan2 jangan posting ke Facebook saja, > sementara di situs terbuka lainnya sangat minim komentar...! Kurang ada > tantangan ataupun hadiahnya. Kalaupun ada bbrp situs favorit, itupun > tempat ajang mereka berkompetisi. Cari pengakuan utk karya-karya mereka. > Apalagi dari internal, belum terlihat apresiasi tsb. Ketika Indonesia > menang pertama kalinya utk kategori foto di level ASEAN, malah di level > pusat aja yg sibuk dan bangga dg prestasi itu... > > Walaupun sulit diukur scr persentase, tp dampak fotografi pariwisata ini > mulai membuahkan hasil. Salah satunya bisa kita liat dari fenomena para > perantau Pulang Kampung. Dulu mereka pulkam, langsung menuju kampung orang > tuanya saja. Selesai salam-salaman bersilaturahmi, langsung ke Bandara atau > Terminal, balik ke rantau. Sekarang sudah beda kecenderungannya. Setiap mau > pulkam, sudah mulai berpikir BERWISATA. Bukan sekedar pulkam saja. Krn > ternyata "kampung tetangga" lebih indah dan menarik untuk dikunjungi juga. > Malah dorongan keinginan pulkam sekarang oleh krn banyaknya foto2 yg > menyebar kemana-mana. Pengakuan dr bbrp reporter dan produser, Media TV pun > akhirnya banyak meliput ke Sumbar, juga krn mereka search di Google, > ketemunya ya foto-foto keindahan Sumbar itu... > > Ini salah satu contoh nyata lagi. Bisa dibaca jg kronologisnya di status > Facebook saya. Budaya lokal yg tadinya tidak terperhatikan oleh daerah utk > dipromosikan, skrg Fotografer Kelas Dunia yg berduyun-duyun kesana dg > kamera2 dan lensa2 yg kadang bahkan melebih harga sebuah mobil baru. Jangan > liat saya disitu, tapi liat suasananya di berita SCTV Liputan 6 ini: > http://tv.liputan6.com/main/read/3/1075184. > > Itulah sebagian isu seputar masalah fotografi utk Pariwisata ini. Dan ini > merupakan tantangan juga buat saya dlm membangun situs fotografi pariwisata > berikutnya: www.faceofindonesia.com yg hingga kini masih berstatus beta > testing. Semoga pengembangan dg team dr salah satu perguruan tinggi > ternama, akan membuahkan hasil lebih baik nantinya. Mohon dukungannya utk > itu... > > Baik sekian dulu. Saya kurang tahu apakah ini bisa menjawab kegundahan > Kanda Idris atau tidak. Setidaknya itu bagian yg saya pahami hingga saat > ini. Talabiah takurang mohon maaf sebelumnya. Terima kasih utk > dukungannya... > > Wass, > Nofrins > www.faceofindonesia.com/nofrins > www.nofrins.west-sumatra.com > > ------------------------------ > *From:* Idris Ismail Talu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Monday, February 13, 2012 9:54 PM > *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Fotografer Sumbar Satukan Tekad > > Assalamulaikum, > > Sanak Nofend jo sanak sapalanta nan ambo hormati, > > Alangkah indahnya penyebaran foto Ranah tercinta, jika 300 fotografer cuma > memaparkan 10 keping foto setiap orang, melalui 300 blog persendirian ka > seluruh globe ini. Amat disayangi jika foto-foto indah itu disimpan dalam > folder peribadi sahaja. > > Facebok terhad capaiannya kepada yang “friend” sahaja. Blog lebih terbuka. > > Fokus pada matlamat, insya Allah Berjaya. > > Wassalam, > > Idris Talu > L61, Ipoh. > > 2012/2/13 Nofend St. Mudo <[email protected]> > > > http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=23663 > > Kota Bukittinggi > Fotografer Sumbar Satukan Tekad > > Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Senin, 13/02/2012 13:04 WIB • (fd) • > 34 klik > > *Bukittinggi, Padek*— Sedikitnya 300 orang Fotografer se Sumatera Barat > berkumpul di Bukittinggi, Sabtu (11/2) dalam silaturahim untuk mempererat > hubungan emosional sesama fotografer. Selain itu menyatukan visi berperan > aktif dalam mempromosikan Sumatera Barat sebagai salah satu daerah tujuan > wisata yang patut dikunjungi. > > Kegiatan yang diawali dengan hunting foto tradisi “Pacu Jawi “ di > Kabupaten Tanah datar, Sabtu siang itu cukup ramai dihadiri fotografer > Sumatera Barat dan nasional, bahkan fotografer mancanegara juga terlihat > hadir. > > Nofrin Napilus, salah seorang fotogrofer senior mengaku sangat bangga > dengan kegiatan yang berhasil menyatukan hampir semua fotografer yang ada > di Sumatera Barat tersebut. > > “Ini merupakan ajang pertemuan fotografer Sumatera Barat ang pertama > kalinya di lakukan. Sebelumnya kegiatan silaturrahim atau berkumpulnya para > pencinta fotografi itu dilakukan masing-masing komunitas saja. Ternyata > kegiatan perdana ini disambut baik para fotografer. Sebab banyak yang ikut > ambil bagian untuk menyukseskannya,” kata Nofrins sebelum bergegas kembali > ke Jakarta usai silaturrahim Minggu (12/2). > > Selain untuk menjalin hubungan emosional antara sesama fotografer, kata > Nofrin, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan Sumatera Barat > sebagai daerah tujuan wisata melalui bingkai foto hasil jepretan fotografer. > > “Kini juga sudah ada komitmen untuk membentuk sebuah Forum Komunikasi > Fotografer dengan anggota yang hadir saat malam silaturahim sekitar 150 > orang. Namun pada saat momen hunting foto pacu jawi ada sekitar 300-an yang > hadir,” jelasnya. > > Meski hasil jepretannya tidak diposting pada satu website atau blog > khusus, namun hasil jepretan masing-masing fotografer bisa diakses di > sejumlah blog nasional dan internasional. > > Sementara itu salah seorang fotografer asal Bukittinggi, Erison J Kambari > bersama Erdison Uncu menga sangat senang diselenggarakannya kegiatan > silaturrahim untuk menyatukan para fotografer Sumatera Barat. > > “Kita sangat senang dengan kegiatan ini, di Pariangan, Kabupaten > Tanahdatar, Batusangkar terlihat semua kawan-kawan fotografer dari > Sumatera Barat, Nasional bahkan Internasional,” terang Erison J Kambari. > > Erdison Uncu berharap agar fotografi mampu menjadikan Bukittinggi dan > Sumatera Barat semakin dikenal dan dilirik sebagai daerah tujuan wisata > internasional. > > “Semoga hasil-hasil jepretan dari fotografer jadi alat promosi > memperkenalkan Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata > Internasoinal,” harap Erdison Uncu. > > Wali Kota Bukittinggi, Ismet Amzis dan Bupati Agam yang turut hadir dalam > kegiatan ini, sangat apresiatif dan mendukung keinginan para fotografer > untuk mempromosikan Sumatera Barat lewat hasil foto-fotonnya.* (fd)* > * > * > *http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=23663* > > -- > Wassalam > Nofend | L-35 | CKRG > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Wassalam, .: Yudi KudaLiar :. PIN BB : 32927728 YM : yudifebri AIM : kudaliarr Twitter : @kudaliarr FB : yudi.kudaliar Catatan si KudaLiar <http://catatansikudaliar.blogspot.com/> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
