Mak Yanto Jambak, Yo sebenar benar inspiratip surat bininda ini, mhn ijin ambo lewakn ka milis dunsanak ambo.
Mokasih mak Jambak, kamasuk surga jugalah mamak ambo ni. Salam Elthaf, lakinda d tanah jawa On 3/9/12, yanto jambak <[email protected]> wrote: > ASS…………wr….br.………………………………. > > Dengan hormat, > > Kepada lakinda yang tercinta di perantauan………………………! > > Bersama surat ini bininda sampaikan bahwasanya kami sekeluarga bersama anak > anak kita ada dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa dan begitu pulalah > hendaknya lakinda di pulau jawa sini amiiiiiin….YBA > > . > > Lakinda yang jauh dimata dekat dihati…………………………………………………………! > > Didalam surat ini ada yang hendak bininda sampaikan yang terkilan kilan > dihati tersuat-suat dimata beberapa hari ini.. > > Yang pertama mengenai anak kita si ujang yang hampir setiap hari merengek > terus membuat sempit kalang bininda, dikarenakan si ujang belum punya > serawa seperti teman temannya yang lain sementara hari raya sudah semakin > dekat juga…kemudian anak kita si gadih juga begitu, insyallah tahun dimuka > sudah mau masuk Tsanawiyah di pakan kemis tetapi sampai sekarang juga belum > punya baju kurung dan kerudung, sedangkan telakung saja kami ciat berdua > saja selama ini.. > > Kemudian yang sangat merumuk di hati bininda ketika melihat hasil sawah > kita yang di subarang parit, binida tercengang sekali melihat padi kita > tandas di lalah mancit..begitu juga sawah kita yang di kubu kerambil luluh > lantak sama jawi mak pado…sehingga waktu musim menyabit kemarin hasilnya > sangat jauh dari yang bininda harapkan. > > Waktu tahun lalu semasa dipagang mak malin, hasilnya sampai sepuluh sumpit > lebih se sukat, tetapi kini hanya boleh dihitung gentang saja..benar benar > berlantas angan mancit sama kita.. > > Kemudian seterusnya yang lebih mencengangkan lagi.parak lada kita yang di > puhun lansano juga habis sama pianggang sehingga hasilnya merangas > semua..begitu juga parak pisang yang di ujung lurah , semuanya juga > dilantuang burung berabah dan kulik lawar.. benar benar malang pertahunan > kita musim ini….tidak ada lagi yang bisa diharapkan, kalau lakinda mencalik > waktu mau menyabit di musim menggaro benar benar sebesar dangau burung > pipit dan tidak cukup disitu saja, datang lagi angin limbubu yang meluluh > lantakkan semuanya. > > Sekiranya lakinda mencalik pohon cubadak kita yang di atas dangau parak > enau dulu mungkin tidak ketuan yang akan disebut, karena dulu buahnya > begitu bergeduyun dan masak masak semua……. > > Tetapi sekarang boleh dihitung sama jari saja dan itu juga banyak yang jadi > kelakai dan kalau ada yang besar, itu juga pada sudah pada cempong oleh > tupai, sama benar nasib kita seperti nasib mak palimo, yang mana sewaktu > mau kesawah dilihat benihnya di persumayan sudah tandeh di kakas ayam, > sampai sampai itikpun berketincak disana.. > > Banyak orang yang teraung dikampung, dikarenakan tanaman tidak ada yang > jadi, entah kutuk apa namanya ini, kalau musim panas benar benar > kelimpasingan semuanya, sedangkan kalau musim hujan semua pada mencerutu > kedinginan. > > > > Lakinda yang jauh di jawa……………………………………………………………..! > > Bininda benar benar tidak bisa lagi bersalang tenggang di kampung karena > hutang sudah sebalit pinggang, apalagi yang harus bininda kerjakan untuk > mencari uang, kemarin ini bininda ikut jula jula sama teman teman se > pengajian dan bininda sudah mendapat tetapi sekarang sudah tandas semua > untuk pembeli lada dan garam. > > Kemana lagi bininda akan mengadu.? Mau mengadu sama tan Kari , bininda > calik hidupnya merasai pula, baitu pula tan pono sama sama di arak untung > perasaiyan, usahlagi untuk belanja ke pakan , sedangkan untuk memasak saja > sudah tidak ada kayu yang akan disurungkan ketungku. mau beli minyak tanah > saja, harganya sudah semahal tuba dan kalau begini terus alamat akan > kurus kering saja kami jadinya, seperti kerakap tumbuh dibatu, hidup segan > mati tak amuh tantu akan kajang saja kami beranak pinak jadinya. > > Bininda tau dan maklum sekali keadaan lakinda di jawa sini, yang katanya > acapkali di buru buru pak kamtib, karena lakinda menggalas dan berjualan di > muka orang, sewaktu bininda menonton tv dirumah mak pado, bininda mencalik > sekali bagaimana pak kamtib itu melacut dan melambut orang yang menggalas, > serupa melacut banting saja. > > Benar benar tidak dihingga sedikit juga..bahkan ada juga yang di tumbuk dan > di lokok se amuh amuhnya, baitu juga waktu bininda melihat pak kamtib > merazia peminta sedekah di tepi jalan, ada yang di irik irik sampai > terkencing kencing di serawa sedangkan yang anak anaknya meraung raung dan > mengaih ngaih sampai terpacur cirik biar tidak di angkut, tapi tetap juga > di irik iriknya seperti me irik kambing ke air saja. > > Itu yang selalu tampak tampak di mata bininda, kalau kalau lakinda kena > seperti itu pula.. > > Lakinda yang jauh dimata dekat dihati………………………………………………………! > > Dimalam yang hening dan lengang ini, bininda selalu berdoa pada > Tuhan, semoga lakinda lepas dari marabahaya, dan selalu diteguhkan imanya, > dan tidak tergaduh dan tergoda dengan perbuatan syetan syetan itu. Semoga > lakinda tabah dan kuat. > > Kalau bininda baca di surat kabar, banyak benar peristiwa yang sangat > menyakitkan kita sebagai orang kecil. bagaimana bapak bapak awak yang > diatas sana merajalela menciluk uang Negara kita, seperti menciluk buah > rambutan diparak saja, malahan ada yang menggadaikan pulau juga. > > Tetapi yang agak tercengang bininda, kok ada orang sampai masuk kandang > situmbin hanya disebabkan main suap suapan saja. kalu begitu bininda > jadi takut > takut menyuapi si ujang. nanti bininda dikadukan orang pula ke atas sana. > > Binida tidak habis pikir....mengapa si Enji (ANGGIE) itu ditangkap pula > begitu juga si Rosa , hanya karena main suap suapan sama si Nazar...itukan > keterlaluan...... > > Sekarang bininda benar benar menjadi ketakutan mau berbuat apa2...takut > menyalahi aturan undang undang pula nantinya. > > Lakinda yang selalu bininda harap harapkan………………………………………………….. > > Sebelumnya bininda mintak maaf karena ada yang hendak bininda tanyakan, > yaitu tentang pergunjingan orang orang dikampung yang katanya lakinda > sudah kawin dengan orang sekampung di jawa sini, benar benar terkejut > binida mendengar, lakida kuat mengawini orang sekampung…masyaallah, katanya > lakinda sudah ber doan doan kemari pai…denga orang sekampung itu. > > Sewaktu bininda tanyakan sama mamak Yanto Jambak waktu beliau pulang > dulu…beliau memang membisikkan pada binida kalau Ajo itu memang sudah kawin > dengan orang sekampung dan beliau berpesan jangan disampaikan pula kalau > beliau yang mengatakan….. > > Kalau memang iya, berarti lakinda sudah mengicuh bininda habis habisan > selama ini..lakinda tidak tau bagaimana malunya bininda di gunjiangkan > orang sepanjang labuh.. apalagi waktu perhelatan si ros anak mak datuk > melenggang kepatang. habis bininda di cimeehkan orang. > > Tidak tantu yang akan bininda sebut lagi.muncung orang benar benar tidak > bisa dihambat. semuanya berlantas angan sementang mentang bininda jadi > orang bansat. > > Benar benar tidak kuat binida menghadapi cerita dan perkataan orang orang > sekeliling. > > Bininda benar benar meremas perut dan menggerumas jantung selama ini. > tidak kuat lagi rasanya bininda untuk hidup, kalau tidak menenggang si > ujang dan si gadih anak kita, amuh rasanya binida minum enderin biarlah > bininda mati berkalang tanah daripada hidup berputih mata. > > Bininda tidak dapat membayangkan bagamana lakinda berpagut pagut > bergoncengan Honda dengan sempalah orangtu. > > Lakinda yang sangat bininda cintai…………………………………… > > Mengapa lakinda melupakan bininda begitu saja……..?? > > Apa lakinda tidak mengana masa masa kita berpacaran dulu?? > > Waktu kita masih ber intaian, bagamana lakinda merayu dan mengatakan kalau > bininda satu satunya orang yang paling lakinda cintai.. > > Sekarang binida serahkan semuanya kepada lakida…………..yang jelas cinta laki > da tak se manis yang dulu lagi…………..?? kalau semua gunjingan itu benar, > maka mungkin ini adalah surat penghabisan dari binida….jangan lagi lakida > me ingat ingat kami dikampung, biarlah kami dengan untungnya….dan tolong > kirimkan saja surat talak serumpun betung biar lakida puas…dan biar tidak > bisa rujuk lagi…tidak perlu lakida bersilat lidah dan menyanggah perkataan > binida ini…ternyata lakida benar benar mata keranjang selama ini…pantang > melihat kanying yang tercelak….. > > Hanya ini saja yang dapat binida sampaikan pada surat terkhir ini. > Seterusnya terserah lakida saja..karena lakida juga yang akan berdosa.. > > Terakhir……………. > > Empat kali empat enam belas > > Sempat tidak sempat harap balas > > > > Kunyit bahu daun langkuas > > Kerambil dipangur jua > > Sakit hatiku bagai di remas > > Mendengar lakida telah mendua. > > > > Tidak disangka si rigo rigo > > Pipit sinandung makan padi > > Tidak disangka seperti iko > > Lakida tercinta meracun hati. > > > > Wassalam……………………………..binida di bilik kesunyian. > > > > NB. > > Kalau tergerak hati lakida membalas surat binida ini, tolong saja > dikirimkan sama mak Yanto Jambak yg diradio Pusako Minang itu. Karena > menurut kabar kabar angin beliau akan pulang membawa oto prah di hari > menjelang puasa nanti.. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
