Re: [R@ntau-Net] Kenangan Masa Kanak-kanak AH SALAH KETIK LAGI MENGENAI TAHUN DLAM POSTING SEBELUMNYA.SUDAH DIDPERBAIKI DI SINI: Koreksi salah ketik: Hari Raya 1377 bukan 21 Mei 1958 tetapi 21 April 1958. Sudah diperbaiki di bawah. Salam, --MakNgah
Re: [R@ntau-Net] Kenangan Masa Kanak-kanak Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu, Kisah sedih Angku Lembang, merupakan bagian air mata anak-anak yatim piatu yang tersebar diseluruh Sumatera Barat sebagai akibat malapetaka Perang Saudara 1958-61. Untuk tambahan tanggal-tanggal dalam hubungan ini: 22 Februari 1958, Hari Sabtu, Bukittinggi dibom dari Udara. Saya menyaksikan kedatangan pewawat-pesawat itu dari Gedung B-I Sejarah diJalan Kayuramang, di bawah Auditorium Bung Hatta Sekarang. 17 April 1958, Padang diduduki Tentera Pusat. Hari itu saya kebetulan ada di Lubuk Linggau dalam perjalanan ke Palembang. 4 Mei 1958, Bukittinggi diduduki Tentera Pusat. 21 April 1958 Hari Raya 1377 Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], Muhammad Dafiq Saib <stlembang_alam@...> wrote: Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Kenangan Masa Kanak-kanak........ Jalan Lambau di Bukit Tinggi Ke kiri sebelum simpang Mandiangin SR 11 – 12 di ujung sekali Ditempuh oto, bendi dan kereta angin Di sebuah rumah sederhana Di seberang sekolah pertanian Di sana kediaman keluarga ayahanda Bersama istri, anak dan kemenakan Damai sentosa saja awalnya Lingkungan nyaman tak terpemanai Aku dibonceng dengan sepeda Ke taman kanak-kanak di Atas Ngarai Ketika umurku enam tahun Ke SR 11 aku dimasukkan Agustus lima tujuh bilangan tahun Pergi sekolah berjalan sendirian Ada yang berubah di lingkungan kami Tiba-tiba menjadi lebih ramai Banyak orang muda-muda datang kemari Tidak ada mereka yang santai Di penghujung tahun lima tujuh Di jalan Lambau di Bukit Tinggi Di bangunan sekolah berdinding buluh Yang kini telah berubah fungsi Tadinya sekolah pertanian Sekarang berubah jadi asrama Dahulunya balai penelitian Kini kediaman banyak tentara Berpuluh banyaknya anak muda Bertubuh kekar penuh semangat Berseragam hijau bertopi waja Berlatih keras bermandi keringat Latihan bertempur dengan senjata Beradu sangkur bergerak cepat Kami menonton dengan seksama Abang-abang itu berlatih dengan giat Sang waktu berjalan jua Memasuki lima puluh delapan Kami semakin terbiasa Melihat tentara dalam latihan Ayah bercerita tentang perang Itu sebabnya banyak tentara Bagiku tidaklah terlalu terang Perang itu apa maksudnya Suatu hari di sebelah pagi Aku baru pulang sekolah Sedang bermain berlari-lari Tiba-tiba terdengar suara memecah Berpuluh kapal terbang datang menderu Entah dari mana saja datangnya Aku melihat mata terpaku Pemandangan yang sangat mempesona Tidak berapa lama kemudian Terdengar bunyi berdentam-dentam Pesawat ternyata melepas tembakan Suara mesinnya berderam-deram Aku memandang dengan terpukau Mata kecilku sungguh terperangah Tidak ku dengar nenek menghimbau Menyuruhku masuk ke dalam rumah Yang aku ingat di malamnya Radio Ralin tak lagi berbunyi Tak seperti hari sebelumnya Tak terdengar lagi suara nyanyi Beberapa sore sesudah itu Di jalan Lambau terlihat sibuk Banyak otobus tegak menunggu Tentara naik terbungkuk-bungkuk Bus Himsar dan GON berbaris panjang Menuju ke timur mereka mengarah Asrama pertanian berubah lengang Jalan Lambau pun terasa berubah Tak lama pula kemudian Sebuah Landrover dibawa singgah Ayah membawa kami sekalian Ke kampung Koto Tuo kami berhijrah Otak kecilku mencatat rapi Setiap peristiwa dan kejadian Di kampung kami tidaklah sepi Banyak teman sepermainan Mulai ku mengerti tentang perang Sekarang ayah jarang di rumah Beliau lebih banyak berada di Kamang Di sana beliau bersama anak buah Ayah pulang setiap Kamis Kepadaku beliau selalu berpesan Carikan telor ayam dan kelikis Daun bunga putih tolong remaskan Hari Kamis bulan Zulhijjah Sehari sebelum riraya haji Aku menanti dengan gelisah Tak kunjung datang yang kami nanti Esok harinya datang berita Mengharubirukan segenap famili Ayahku sayang sudah tiada Kemarin Kamis beliau pergi Hari Kamis itu hari mengirik Bersama pasukan di sawah dunsanak Seselesai kerja rencana balik Ke Koto Tuo melihat anak Terdengar derum oto di kejauhan Pertanda tentara pusat sedang mendekat Semua anak buah beliau ingatkan Agar menghindar ke lain tempat Soalnya bukan apa-apa Senjata mereka tinggal di rumah Lebih baik menghindar saja Pergi menjauh dari sawah Sedangkan diri beliau seorang Duduk bersunyi di dalam pondok Tak lama kemudian datang menghadang Tentara pusat dalam kelompok Seorang anak buah mengintai jauh Menyimak apa yang kejadian Sampai gemetar sebatang tubuh Hendak menolong tiada kekuatan Anak buah itu yang bercerita Ayahku berkelahi dengan berani Dua tiga tentara dilawannya Sebelum senjata mereka sempat berbunyi Secara ringkas itulah takdir Di sana rupanya akhir hayatnya Pergulatan ayah jadi berakhir Dua peluru menembus tubuhnya Beliau dimakamkan malam itu juga Menangis haru sanak kemenakan Beliau syahid orang kampung kira Dishalatkan lalu langsung dimakamkan Tinggallah kami bersama ibu Ketika perang terus berlangsung Banyak korban di masa itu Sebagian besar anak muda kampung Lebih setengah abad yang lalu Masih saja segar dalam ingatan Aku masih sangat kecil waktu itu Pengalaman masa perang tak terlupakan ***** Wassalamu'alaikum Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
