Waduh, Pak Saaf menyebut-nyebut BL Hart, jadi seperti membahas Teori 
"blitzkrieg" saja :)

Asumsi Hart dengan Indirect Approach kan memiliki dua asumsi:
1. Serangan langsung pada musuh tak akan pernah berhasil, dan sebaiknya jangan 
dilakukan.
2. Yang harus dilakukan untuk mengalahkan musuh, pertama-pertama menggoyahkan 
ekuilibriumnya sebelum melancarkan serangan utama.

Betul begitu ya, Pak Saaf?

Tapi masak masyarakat dan kebudayaan Minang, yang asal keberadaan kita, mau 
kita posisi kan sebagai musuh Pak?

I feel in the dark now. Please enlighten me, Pak Saaf. 

Salam,

ANB



On Dec 7, 2012, at 11:46 PM, "Dr Saafroedin Bahar" 
<[email protected]> wrote:

> Aha, gaya bung Akmal menangani potensi Minang ini mengingatkan saya  pada " 
> the strategy of indirect approach"-nya Basil Liddle Hart. Memang berpotensi 
> utk lebih berhasil, seperti terlihat sekarang. Bravo.
> Wassalam,
> SB.
> Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
> 
> -----Original Message-----
> From: "Akmal N. Basral" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 7 Dec 2012 21:54:58 
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Tiga hal yang mempersatukan orang Minang.
> 
> Betul Pak Saaf, alhamdulillah MAPPAS sudah menggeliat lagi.
> 
> Mungkin yang harus dirapikan justru kesiapan dari lokasi kunjungan wisata di 
> Minang dengan 4 subsektor Ekonomi Kreatif yang harus dioptimalkan, 
> sebagaimana terlihat dari laporan "pandangan mata" Pak Suryadi Sunuri kemarin 
> di milis ini, bahwa (hanya) Sawahlunto yang cukup siap. Lebih siap dari 
> Bukittinggi yang hotel sekelas The Hills pun tak memiliki brosur agenda 
> wisata yang representatif (ambo juga mengalami hal yang sama saat di The 
> Hills, Juni lalu).
> 
> Proyek antologi "Ranah" sebenarnya juga mengancik pada wilayah EK juga meski 
> belum saya paparkan dengan gamblang, tapi rupanya secara tak langsung sudah 
> "terlihat" oleh pandangan Pak Saaf yang jeli. 
> 
> Proyek antologi "Ranah" ini seperti kita mengupas bawang putih. Lapisan 
> pertama, seakan-akan hanya menyalurkan bakat menulis fiksi anggota (yang 
> selama ini terpendam) saja. Pada lapisan kedua, seperti yang bapak lihat, 
> berfungsi "menyatukan" karena cukup banyak yang hanya anggota pasif di 
> Palanta, tidak pernah posting sehari-hari, ternyata antusias untuk mengikuti 
> proyek antologi. Dan ini hal yang baik sekali karena merupakan bentuk 
> partisipasi murni, bukan mobilisasi. Pada lapisan ketiga, yang saya harapkan 
> setelah bentuk fisik antologi muncul pada Juni 2013, akan terjadi gerak 
> Ekonomi Kreatif yang bisa membawa manfaat ekonomis. Apalagi jika kita bisa 
> menemukan momentum untuk melanjutkan proyek ini tidak hanya dalam bentuk 
> fiksi, melainkan juga artikel-artikel non-fiksi yang berkaitan dengan Minang 
> lainnya (dari berbagai topik, tidak harus menyangkut ASB BSK).
> 
> Misalkan bisa kita inisiasi (mulai pikirkan) untuk membuat buku non-fiksi 
> bercorak "Chicken Soup for The Soul" atau "Laa Tahzan" di mana ASB BSK 
> menjadi tulang punggung yang melandasi. Dia tidak muncul sebagai subyek 
> utama, tapi mewarnai setiap kisah (non-fiksi) yang ada di buku "Minang 
> Chicken Soup for The Soul" itu. Jika dirancang dengan serius, saya kira buku 
> jenis ini akan memiliki lebih banyak (calon) penulis dari berbagai bidang.
> 
> Salam,
> 
> Akmal N. Basral
> 
> Sent from my iPad
> 
> On Dec 7, 2012, at 9:35 PM, "Dr Saafroedin Bahar" 
> <[email protected]> wrote:
> 
>> Terima kasih, Bung Akmal. Saya tak mengira bahwa seluruhnya ada tempat dalam 
>> Ekonomi Kreatif. Syukur kita sudah beberapa tahun ini punya MAPPAS,yang 
>> sudah menggeliat lagi.
>> Wassalam,
>> SB. 
>> Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
>> 
>> -----Original Message-----
>> From: "Akmal N. Basral" <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Fri, 7 Dec 2012 19:52:50 
>> To: [email protected]<[email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Subject: Re: [R@ntau-Net] Tiga hal yang mempersatukan orang Minang.
>> 
>> Penglihatan yang jeli, Pak Saaf.
>> Kalau kita elaborasi lagi tiga hal yang Pak Saaf sebut "menyatukan orang 
>> Minang" itu, yakni:
>> 1. Makanan/kuliner
>> 2. Keindahan alam/wisata
>> 3. Kesenian/sastra
>> maka ketiga berada dalam gugus Ekonomi Kreatif (EK) yang terdiri dari 15 
>> Subsektor, dan kini sedang digalakkan pemerintah sebagai alternatif 
>> pemberdayaan ekonomi.
>> 
>> Sastra (dalam bentuk buku) adalah EK ke-11, sedangkan kuliner merupakan EK 
>> ke-15 yang sudah diakui mulai tahun ini (tahun lalu hanya 14 subsektor di 
>> luar kuliner). Yang paling banyak mengandung muatan EK sebenarnya adalah 
>> keindahan alam/wisata, terutama jika dikaitkan dengan Pasar Barang Seni (EK 
>> ke-3), Kerajinan/kriya (ke-4), Musik Tradisional (ke-9) dan Seni pertunjukan 
>> (ke-10). Sehingga, dari 3 hal yang Pak Saaf sebut itu sebetulnya sudah 
>> terkandung 6 dari 15 subsektor EK (40 %).
>> 
>> Dengan kata lain, ini sebuah potensi lain yang membutuhkan kejelian untuk 
>> diolah, dalam kaitannya untuk "economic empowerment" bagi Minang.
>> 
>> Balik sejenak ke masa kebangkitan EK pada awal 90-an di Inggris ketika Tony 
>> Blair dan Partai Buruh membentuk National Endowment for Science and The Art 
>> (NESTA) dan dilanjutkan dengan pembentukan Creative Industries Task Force 
>> (1997) setelah Blair menjadi penghuni baru Downing Street 10, model NESTA 
>> dan CITF segera dimultiplikasi oleh banyak negara, termasuk Indonesia, untuk 
>> mengurangi ketergantungan pada industri manufaktur dan jasa.
>> 
>> Dalam konteks Minang, saya kira model mini CITF, mungkin dengan nama 
>> "Minangkabau Creative Industries Task Force" yang digerakkan oleh unsur 
>> masyarakat madani (civil society) non-Pemerintah Provinsi, seperti Palanta 
>> RN yang memiliki ragam anggota dari berbagai keahlian, bisa ikut menjadi 
>> motor perubahan.
>> 
>> Jika Prof. Muhammad Yunus di Bangladesh saja bisa, seorang diri pada 
>> awalnya, lewat ide Grameen Bank yang meminjamkan kredit mikro bagi warga 
>> supermiskin untuk membeli barang produktif sederhana seperti payung dan 
>> telepon genggam, Palanta RN ini saja memiliki berapa orang Doktor dan 
>> Profesor? 
>> 
>> Fokus pada pengembangan EK bisa menjadi jalan alternatif yang powerful jika 
>> potensi yang sudah ada, namun masih terserak, bisa dikoordinasi dalam sebuah 
>> master plan jangka pendek (katakanlah 5 tahun) yang kohesif, sambil tetap 
>> menjaga kemandirian masing-masing subsektor EK yang ada.
>> 
>> Silakan tema menarik yang digulirkan Pak Saaf ini dilanjutkan sanak palanta 
>> lain yang mendalami EK. 
>> 
>> Salam,
>> 
>> Akmal N. Basral
>> 
>> 
>> On Dec 7, 2012, at 6:18 PM, Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote:
>> 
>>> Sekedar pengisi waktu luang, boleh setuju boleh tidak. Menurut penglihatan 
>>> saya setelah memperhatikan wacana di Rantau Net ini, ada tiga hal yang bisa 
>>> menyatukan orang Minang, yaitu : makanan / kuliner; keindahan alam; dan 
>>> kesenian, khususnya seni sastra. Jika diurus dengan baik, berpotensi 
>>> sebagai titik kuat dalam Bidang pariwisata.
>>> 
>>> Tapi nampaknya juga ada tiga hal yang susah untuk mencari kesepakatan di 
>>> kalangan orang Minang, yaitu tentang adat, tentang agama, dan tentang 
>>> politik, dimana terjadi " sengketa tiada putus "   ( Jeff Hadler ) dan.   " 
>>> goyahnya tangga menuju  mufakat ( von Benda-Bekmann ). Hati-hati, karena 
>>> bisa langsung menuai kecurigaan. ABS SBK nampaknya menyentuh tiga bidang 
>>> ini, sehingga susah untuk ditindaklanjuti. 
>>> 
>>> Wallahualambissawab.
>>> 
>>> Teriring salam. Dikirim dari iPad saya
>>> 
>>> -- 
>>> -- 
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>>> - DILARANG:
>>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>>> 3. One Liner.
>>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> 
>>> 
>>> 
>> 
>> -- 
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> 
>> 
>> 
>> -- 
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> 
>> 
>> 
> 
> -- 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> 
> 
> -- 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> 
> 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke