Terima kasih atas respon Pak Saaf yang cerkas. Saya kutip komentar Pak Saaf:
__________ Seminar Nasional ini dahulu diadakan antara lain utk melawan hujatan seorang yang bernama Ir.Mudy Situmorang, yg membuat kampanye petisi pencabutan gelar Pahlawan Nasional yg telah dianugerahkan kepada Tuanku Imam Bonjol. Seminar Nasional ini berhasil merumuskan sembilan butir kesimpulan ttg Gerakan Paderi, Perang Paderi, dan Tuanku Imam Bonjol. __________ Menurut saya Pak Saaf, ini gejala "panic attack". Mengapa hanya untuk menanggapi SEORANG Ir. Mudy Situmorang (siapa dia?) harus LEMBAGA seperti GB yang menggelar Seminar Nasional? Bukankah ini "menari atas tabuhan gendang orang lain"? Mengapa tidak minta saja salah seorang sejarawan Unand untuk "menghadapi" MS? Dari yang senior sampai yang "mid-senior" seperti Uni Yenny "Upik" Narny. Tak merasakah GM bahwa dengan "terpancing" menanggapi kampanye seperti ini, pada prinsipnya justru MEMBESARKAN Ir. Mudy Situmorang itu secara cuma-cuma. Lain kalau kampanye untuk menghitamkan nama Tuanku Imam Bonjol dilakukan oleh lembaga yang SETANDING dengan GM, barulah GM pantas "kebakaran jenggot" dan menggelar Seminar Nasional untuk menghadapi itu. Sebab saat seluruh energi GM dan SDM, yang menurut Pak Saaf terbatas, melulu dikerahkan untuk hal-hal seperti ini, di sisi lain malah tak ada gebrakan penting yang dilakukan GM sebagai organisasi. Itu yang menurut saya mengapa GM, MPKIM, juga organisasi Minang lain, harus lebih STRATEGIS dalam mengefisiensikan tenaga dan stamina yang dimiliki. Waktu kita semua tidak banyak. Lakukan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang "out-of-the box". Jangan terus menerus terpancing dan menari dalam iringan gendang orang-orang yang memang tidak menginginkan Minang maju, sehingga terus menerus "dikerjai" dan dikasih PR "tidak bermutu" yang malangnya, selalu ditanggapi serius pula. Maafkan keterusterangan saya, Pak Saaf. Seperti halnya dalam level individual tingkat keagamaan seseorang dilihat dari akhlaknya (bukan dari berapa banyak dia hafal ayat Quran dan hadis, tapi tak mengerjakannya). Begitu juga dengan organisasi dalam level anthropomorphic dan diibaratkan sebagai "organisme sosial". Bagi saya tidak penting apa yang disuarakan organisasi, apalagi hanya mengutip sana-sini, sementara banyak pekerjaan "membangkik batang tarandam" lain yang diabaikan, disia-siakan. Menurut saya, inilah salah satu penyebab kemunduran utama Minangkabau di abad ke-21. Karena para intelektualnya, meminjam ungkapan pedas Buya Syafi'i Ma'arif, hanya puas menjadi "intelektual pemamah." Selamat Hari Bela Negara! Mari kita buktikan bisa mencontoh spirit Mr. Sjafruddin Prawiranegara secara benar, bukan hanya kegiatan napak tilas rute PDRI yang digembar-gemborkan banyak media 2 hari ini. Itu hanya kulit saja. Kosmetik di permukaan. Mengapa tidak mencontoh teladan Pak Sjaf, baru 37 tahun umurnya saat itu, di puncak produktif seorang eksekutif muda sebagai Menteri Kemakmuran, tapi turun ke lapangan, masuk hutan, meninggalkan istri dan empat anak yang masih kecil. Itu yang menyebabkan Panglima Sudirman hormat padanya (meski di jaman Orde Baru, Pak Harto yang justru menjadi ajudan Panglima di saat itu dengan pangkat Letkol) justru memutarbalikkan sejarah, termasuk memang foto "asli tapi palsu" di Istana. Foto Pak Harto "berdua" dengan Panglima Sudirman, padahal sesungguhnya foto itu BERTIGA dengan Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Foto asli bertiga itu masih ada. Bahkan kesaksian Rosihan Anwar dan fotografer Frans Mendur yang ikut menjemput Panglima Sudirman juga sudah banyak beredar. (Saya sendiri mewawancarai Rosihan Anwar untuk keperluan novel "Presiden Prawiranegara"). Wassalam, Akmal N. Basral Cibubur Pada 19 Desember 2012 15:36, Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>menulis: > Gagasan bagus, bung Akmal, dan perlu diperhatikan, khususnya utk meninjau > kembali rencana pementasan kembali Dramatari Tuanku Imam Bonjol, dan > menggantinya dengan Dramatari Rahmah el Yunusiyah. > Sekedar info, dalam waktu dekat, Gebu Minang sedang mempersiapkan > penerbitan hasil Seminar Nasional ttg Gerakan dan Perang Paderi, 1803- > 1838, yg diselenggarakan bersama oleh Gebu Minang bersama Arsip Nasional RI > pada bulan Januari 2007 yang lalu. Seminar Nasional ini dahulu diadakan > antara lain utk melawan hujatan seorang yang bernama Ir.Mudy Situmorang, yg > membuat kampanye petisi pencabutan gelar Pahlawan Nasional yg telah > dianugerahkan kepada Tuanku Imam Bonjol. Seminar Nasional ini berhasil > merumuskan sembilan butir kesimpulan ttg Gerakan Paderi, Perang Paderi, dan > Tuanku Imam Bonjol. > Setelah itu, direncanakan untuk mengadakan pendidikan kader sosialisasi > ABS SBK, berdasar rumusan yg disepakati dalam KKM/SKM GM 2010 dahulu. > Dalam kondisi sekarang, rasanya Gebu Minang belum bisa diberi amanah berat > utk mengemban peran sebagai 'pressure group', oleh karena sangat > terbatasnya sumber daya. Peran sebagai 'pressure group' ini sebaiknya > diemban oleh organisasi-organisasi Minang lainnya. > Wassalam, > SB. > Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. > ------------------------------ > *From: * "akmal n. basral" <[email protected]> > *Date: *Wed, 19 Dec 2012 00:00:24 -0800 (PST) > *To: *asmun sjueib<[email protected]>; syafruddin<[email protected]>; > zulhasril nasir<[email protected]>; [email protected]< > [email protected]> > *ReplyTo: * "akmal n. basral" <[email protected]> > *Cc: *Saafrudin Bahar<[email protected]>; > [email protected]<[email protected]>; Milis M- Rantau Net G< > [email protected]> > *Subject: *Wahai Organisasi Minang, Jadilah Pressure Group ...Re: Bls: > MPKIM (Masyarakat Peduli Kebudayaan Indonesia Minangkabau) > > > Selamat Hari Bela Negara, Mak Asmun NAH. > Mohon izin ambo menjawab email Mas Asmun ko sekaligus dilewakan di Palanta > RN, karena ado usulan ambo sekaligus buat Gebu Minang atau > organisasi-organisasi Minang lainnya: > > 1. Terima kasih sebesar-besarnya karena nama ambo sudah dimasukkan ke > dalam MPKIM. Sungguh merupakan sebuah kehormatan besar berada di antara > nama-nama besar dalam jajaran Pengurus MPKIM. Namun seperti sudah ambo > sampaikan sejak kesempatan pertama, ambo mohon maaf pula yang > sebesar-besarnya karena tidak bisa berpartisipasi dalam MPKIM (terutama di > tahun 2013) tersebab jadwal pribadi ambo. > > 2. Dalam kaitan dengan rencana Dramatari Tuanku Imam Bonjol (DTIB), ambo > bisa memahami keinginan itu. Namun seandainya ambo boleh memberikan saran > kepada MPKIM, Gebu Minang, dll organisasi Minang, marilah kita menggunakan > waktu secara efektif dengan memfokuskan pada upaya-upaya yang lebih > STRATEGIS dalam menguatkan pesan-pesan keminangkabauan, baik dalam konteks > nasional dan internasional. > > 3. Ambo melihat, rencana DTIB bukanlah sebuah rencana strategis tersebab > Tuanku Imam Bonjol sudah mendapat penghormatan "yang cukup layak", dengan > nama harum. Meski mungkin saja, menurut beberapa pihak, TIB belum > mendapatkan penghormatan yang lebih besar lagi. > > 4. Berdasarkan pengalaman pribadi ambo "memperjuangkan" Pak Sjaf (Mr. > Sjafruddin Prawiranegara) yang selama 5 dekade lebih mengalami stigmatisasi > sebagai pemberontak (2 kali diusulkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun > 2007 dan 2009 melalui jalur akademis dengan sejarawan Prof. Dr Nina Lubis > sebagai motor, termasuk upaya tiada lelah Dr. Asvi Warman Adam > menggelindingkan ide Pak Sjaf agar diakui sebagai Presiden Kedua RI lewat > kolom-kolomnya sejak 2002), ambo mengimbau agar MPKIM, Gebu Minang dan > kelompok-kelompok Minang lain lebih menjadi PRESSURE GROUP dengan program > yang JELAS untuk "membangkik batang tarandam" dari tokoh-tokoh Minang > sendiri. > > 5. Dalam 2 hari terakhir ini di Palanta RN, misalnya, ada thread tentang > sosok Rahma El-Yunusiyah, tokoh perempuan yang mendirikan sekolah putri > PERTAMA di Indonesia. REY adalah juga pengibar bendera Merah Putih PERTAMA > di lingkungan sekolahnya di Padangpanjang begitu mendengar kabar > Proklamasi, serta REY ikut membendung meluasnya gerakan komunis di > Padangpanjang, dll kiprah yang bisa ditelusuri sendiri di internet atau > lewat buku-buku sejarah. > > 6. Toh dengan kiprah seheroik itu, REY belum diangkat sebagai Pahlawan > Nasional. Beliau "kalah pamor" dibandingkan tokoh Minang lain, Rangkayo > Rasuna Said yang sudah diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 13 Desember > 1974. REY juga "kalah pamor" lagi dibandingkan RA Kartini yang lebih > dianggap sebagai "pejuang emansipasi" hanya karena surat-surat "curhatnya" > kepada Mr. Abendanon mendapat publikasi luas pada kiprah "lapangannya" > mungkin jauh di bawah REY. > > 7. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu maka: > > 7.1. MPKIM buatlah Dramatari Rahma El-Yunusiah yang artistik, inovatif, > dan inspiratif. Saya yakin secara artistik akan bisa digarap sangat indah > oleh Dr. Dedy Lutan. Jangan hanya "mendaur ulang" Dramatari Tuanku Imam > Bonjol yang sudah dipentaskan entah berapa puluh tahun silam (selain, ya, > pertimbangan Tuanku Imam Bonjol menurut saya sudah mendapatkan tempat > terhormatnya dalam sejarah nasional). > > 7.2. Gebu Minang selayaknya jangan hanya terpaku hanya seminar-seminar > normatif ABS SBK yang bersifat kognitif saja. Wujudkan spirit ABS SBK itu > dalam proyek yang lebih nyata seperti: Perjuangkan Rahma El-Yunusiyah jadi > Pahlawan Nasional baru. > > Bukan untuk "menyaingi" RA Kartini, tapi agar masyarakat Indonesia juga > dapat pemahaman yang benar tentang kiprah REY. Jadikan energi Gebu Minang > dan SDM GM yang banyak diisi cerdik cendikia dan tokoh-tokoh berpengaruh di > pemerintahan sebagai PRESSURE GROUP (dalam arti positif) seperti untuk > "mengangkat nama dan spirit perjuangan" REY lagi. > > 7.3. Imbauan ini juga berlaku untuk organisasi-organisasi Minang lain. > Formal, non-formal. Banggalah menjadi orang Minang, berdarah Minang, dan > memperjuangkan dengan serius tokoh-tokoh Minang yang terlupakan/dilupakan > sejarah karena hegemoni Orde Baru, khususnya, yang sangat Jawa-sentris > sebelumnya. > > Untungnya, jaman sudah berubah. Tapi masihkah sikap mental kita tidak > berubah: hanya bergerak dari seminar ke seminar ke seminar saja? > > 7.4. Ambo indak ado hubungan keluarga, daerah, perkerabatan suku dengan > REY, seperti juga tidak ada hubungan keluarga, daerah, perkerabatan dengan > Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Tapi ambo akan lebih mendukung > program-program yang dibuat seperti ini, karena berpotensi untuk meluruskan > satu demi satu sejarah yang kusut, atau terlupakan, dan para stakeholders > Minang tidak melulu mengeluh mengapa "orang lain yang dapat nama, padahal > orang Minang yang melakukannya". > > Demikian Mas Asmun NAH. > Demikian sanak sapalanta nan budiman. > > Salam, > > Akmal N. Basral > > Rahma El-Yunusiah di sini bisa pribadi atau simbolis. Diganti dengan nama > Rohana Kudus atau tokoh Minang lain "yang tergerus" zaman juga boleh. > > > > > > > > > minds are like parachutes. they work best when open. > ------------------------------ > *From:* asmun sjueib <[email protected]> > *To:* asmun sjueib <[email protected]>; syafruddin <[email protected]>; > zulhasril nasir <[email protected]>; "[email protected]" < > [email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> > *Cc:* Saafrudin Bahar <[email protected]>; " > [email protected]" <[email protected]> > *Sent:* Tuesday, December 18, 2012 11:27 PM > *Subject:* Bls: MPKIM (Masyarakat Peduli Kebudayaan Indonesia Minangkabau) > > Aww. SB, ZN, DL dan Kawan2 lainnya n.a.h. terlampir konsep awal dan dasar > untuk diketahui, dibahas, ditukuek, dikurangi dan dimano paralu dapaeik > dihapuih ataupun disempurnakan. Wassalam dan Tarimo kasieh, Haasma Depok > > ------------------------------ > *Dari:* asmun sjueib <[email protected]> > *Kepada:* syafruddin <[email protected]>; zulhasril nasir < > [email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; " > [email protected]" <[email protected]> > *Cc:* Saafrudin Bahar <[email protected]>; " > [email protected]" <[email protected]> > *Dikirim:* Selasa, 18 Desember 2012 12:57 > *Judul:* MPKIM (Masyarakat Peduli Kebudayaan Indonesia Minangkabau) > > Aww. Para Pembina, Pengurus dan Anggota MPKIM n.a.h. > aaa) Pertamo-tamo ambo ingin menyampaikan maaf karano baru dihari iko > dapeik manyampaikan kaba berita satantangan pokok email diateh khususnya > laporan singkat masalah persiapan kelembagaan sarato perangkat nan > diperlukan ; > bbb) Tugas pertamo nan ambo lakukan adolah atas permintaan SB menghubungi > Nnd. Sofi Yunita ( HP. 0878-9518-6154 ) di Padang untuk mendapatkan copy > transkrip Dramatari Tuanku Imam Bonjol yang telah pernah dilaksanakan oleh > pihak Dam 17 Agustus Sumatera Barat yang lalu. Harini ambo sudah > mandapeikkan konfirmasi bahwa transkrip dimakasuik alah dikirimkan ke > Jakarta melalui Kilat khusus. > ccc) Terlampir ambo sampaikan pulo beberapa catatan awal konsep AD/ART dan > Program Kerja dan lainnya untuk dapeik ditelaah dan atau ditukuek tambahkan > dan atau disempurnakan. Ambo dengan senang hati pabilo masukan dan > perbaikan atu penyempurnaannya. > Demikian disampaikan dengan harapan bermanfaat untuk tindak lanjut kamuko. > Talabieh takurang dimohonkan maaf ambo, > HAASMA Depok. > Catatan : Daftar namo2 anggota disamping ANB juo ado bebrapo lainnyo > dengan tando *) untuk mendapatkan pendapeik jo saran ataupun penambahan > anggota lainnya dalam rangka memperkuat struktur organisasi dan manajemen > MPKIM. > > ------------------------------ > ** > > > > > > -- > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
