Gagasan bagus, bung Akmal, dan perlu diperhatikan, khususnya utk meninjau 
kembali  rencana pementasan kembali  Dramatari Tuanku Imam Bonjol, dan 
menggantinya dengan Dramatari Rahmah el Yunusiyah. 
Sekedar info, dalam waktu dekat, Gebu Minang sedang mempersiapkan penerbitan 
hasil Seminar Nasional ttg Gerakan dan Perang Paderi, 1803- 1838, yg 
diselenggarakan bersama oleh Gebu Minang bersama Arsip Nasional RI pada bulan 
Januari 2007 yang lalu. Seminar Nasional ini dahulu diadakan antara lain utk 
melawan hujatan seorang yang bernama Ir.Mudy Situmorang, yg membuat kampanye 
petisi pencabutan gelar Pahlawan Nasional yg telah dianugerahkan kepada Tuanku 
Imam Bonjol. Seminar Nasional ini berhasil merumuskan sembilan butir kesimpulan 
ttg Gerakan Paderi, Perang Paderi, dan Tuanku Imam Bonjol.
Setelah itu, direncanakan untuk mengadakan pendidikan kader sosialisasi ABS 
SBK, berdasar rumusan yg disepakati dalam KKM/SKM GM 2010 dahulu.
Dalam kondisi sekarang, rasanya Gebu Minang belum bisa diberi amanah berat  utk 
mengemban peran sebagai 'pressure group', oleh karena sangat terbatasnya sumber 
daya. Peran sebagai 'pressure group' ini sebaiknya diemban oleh 
organisasi-organisasi Minang lainnya.
Wassalam,
SB.
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: "akmal n. basral" <[email protected]>
Date: Wed, 19 Dec 2012 00:00:24 
To: asmun sjueib<[email protected]>; syafruddin<[email protected]>; 
zulhasril nasir<[email protected]>; [email protected]<[email protected]>
Reply-To: "akmal n. basral" <[email protected]>
Cc: Saafrudin Bahar<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; Milis M- Rantau Net 
G<[email protected]>
Subject: Wahai Organisasi Minang, Jadilah Pressure Group ...Re: Bls: MPKIM 
(Masyarakat Peduli Kebudayaan Indonesia Minangkabau)



Selamat Hari Bela Negara, Mak Asmun NAH.
Mohon izin ambo menjawab email Mas Asmun ko sekaligus dilewakan di Palanta RN, 
karena ado usulan ambo sekaligus buat Gebu Minang atau organisasi-organisasi 
Minang lainnya:

1. Terima kasih sebesar-besarnya karena nama ambo sudah dimasukkan ke dalam 
MPKIM. Sungguh merupakan sebuah kehormatan besar berada di antara nama-nama 
besar dalam jajaran Pengurus MPKIM. Namun seperti sudah ambo sampaikan sejak 
kesempatan pertama, ambo mohon maaf pula yang sebesar-besarnya karena tidak 
bisa berpartisipasi dalam MPKIM (terutama di tahun 2013) tersebab jadwal 
pribadi ambo.

2. Dalam kaitan dengan rencana Dramatari Tuanku Imam Bonjol (DTIB), ambo bisa 
memahami keinginan itu. Namun seandainya ambo boleh memberikan saran kepada 
MPKIM, Gebu Minang, dll organisasi Minang, marilah kita menggunakan waktu 
secara efektif dengan memfokuskan pada upaya-upaya yang lebih STRATEGIS dalam 
menguatkan pesan-pesan keminangkabauan, baik dalam konteks nasional dan 
internasional.

3. Ambo melihat, rencana DTIB bukanlah sebuah rencana strategis tersebab Tuanku 
Imam Bonjol sudah mendapat penghormatan "yang cukup layak", dengan nama harum. 
Meski mungkin saja, menurut beberapa pihak, TIB belum mendapatkan penghormatan 
yang lebih besar lagi.

4. Berdasarkan pengalaman pribadi ambo "memperjuangkan" Pak Sjaf (Mr. 
Sjafruddin Prawiranegara) yang selama 5 dekade lebih mengalami stigmatisasi 
sebagai pemberontak (2 kali diusulkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2007 
dan 2009 melalui jalur akademis dengan sejarawan Prof. Dr Nina Lubis sebagai 
motor, termasuk upaya tiada lelah Dr. Asvi Warman Adam menggelindingkan ide Pak 
Sjaf agar diakui sebagai Presiden Kedua RI  lewat kolom-kolomnya sejak 2002), 
ambo mengimbau agar MPKIM, Gebu Minang dan kelompok-kelompok Minang lain lebih 
menjadi PRESSURE GROUP dengan program yang JELAS untuk "membangkik batang 
tarandam" dari tokoh-tokoh Minang sendiri.

5. Dalam 2 hari terakhir ini di Palanta RN, misalnya, ada thread tentang sosok 
Rahma El-Yunusiyah, tokoh perempuan yang mendirikan sekolah putri PERTAMA di 
Indonesia. REY adalah juga pengibar bendera Merah Putih PERTAMA di lingkungan 
sekolahnya di Padangpanjang begitu mendengar kabar Proklamasi, serta REY ikut 
membendung meluasnya gerakan komunis di Padangpanjang, dll kiprah yang bisa 
ditelusuri sendiri di internet atau lewat buku-buku sejarah.

6. Toh dengan kiprah seheroik itu, REY belum diangkat sebagai Pahlawan 
Nasional. Beliau "kalah pamor" dibandingkan tokoh Minang lain, Rangkayo Rasuna 
Said yang sudah diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 13 Desember 1974. REY 
juga "kalah pamor" lagi dibandingkan RA Kartini yang lebih dianggap sebagai 
"pejuang emansipasi" hanya karena surat-surat "curhatnya" kepada Mr. Abendanon 
mendapat publikasi luas pada kiprah "lapangannya" mungkin jauh di bawah REY.

7. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu maka:

7.1. MPKIM buatlah Dramatari Rahma El-Yunusiah yang artistik, inovatif, dan 
inspiratif. Saya yakin secara artistik akan bisa digarap sangat indah oleh Dr. 
Dedy Lutan. Jangan hanya "mendaur ulang" Dramatari Tuanku Imam Bonjol yang 
sudah dipentaskan entah berapa puluh tahun silam (selain, ya, pertimbangan 
Tuanku Imam Bonjol menurut saya sudah mendapatkan tempat terhormatnya dalam 
sejarah nasional).

7.2. Gebu Minang selayaknya jangan hanya terpaku hanya seminar-seminar normatif 
ABS SBK yang bersifat kognitif saja. Wujudkan spirit ABS SBK itu dalam proyek 
yang lebih nyata seperti: Perjuangkan Rahma El-Yunusiyah jadi Pahlawan Nasional 
baru.

Bukan untuk "menyaingi" RA Kartini, tapi agar masyarakat Indonesia juga dapat 
pemahaman yang benar tentang kiprah REY. Jadikan energi Gebu Minang dan SDM GM 
yang banyak diisi cerdik cendikia dan tokoh-tokoh berpengaruh di pemerintahan 
sebagai PRESSURE GROUP (dalam arti positif) seperti untuk "mengangkat nama dan 
spirit perjuangan" REY lagi.

7.3. Imbauan ini juga berlaku untuk organisasi-organisasi Minang lain. Formal, 
non-formal. Banggalah menjadi orang Minang, berdarah Minang, dan memperjuangkan 
dengan serius tokoh-tokoh Minang yang terlupakan/dilupakan sejarah karena 
hegemoni Orde Baru, khususnya, yang sangat Jawa-sentris sebelumnya.

Untungnya, jaman sudah berubah. Tapi masihkah sikap mental kita tidak berubah: 
hanya bergerak dari seminar ke seminar ke seminar saja?

7.4. Ambo indak ado hubungan keluarga, daerah, perkerabatan suku dengan REY, 
seperti juga tidak ada hubungan keluarga, daerah, perkerabatan dengan Mr. 
Sjafruddin Prawiranegara.  Tapi ambo akan lebih mendukung program-program yang 
dibuat seperti ini, karena berpotensi untuk meluruskan satu demi satu sejarah 
yang kusut, atau terlupakan, dan para stakeholders Minang tidak melulu mengeluh 
mengapa "orang lain yang dapat nama, padahal orang Minang yang melakukannya".

Demikian Mas Asmun NAH.
Demikian sanak sapalanta nan budiman.

Salam,

Akmal N. Basral

Rahma El-Yunusiah di sini bisa pribadi atau simbolis. Diganti dengan nama 
Rohana Kudus atau tokoh Minang lain "yang tergerus" zaman juga boleh.







 
minds are like parachutes. they work best when open.


________________________________
 From: asmun sjueib <[email protected]>
To: asmun sjueib <[email protected]>; syafruddin <[email protected]>; 
zulhasril nasir <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> 
Cc: Saafrudin Bahar <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Tuesday, December 18, 2012 11:27 PM
Subject: Bls: MPKIM (Masyarakat Peduli Kebudayaan Indonesia Minangkabau)
 

Aww. SB, ZN, DL dan Kawan2 lainnya n.a.h. terlampir konsep awal dan dasar untuk 
diketahui, dibahas, ditukuek, dikurangi dan dimano paralu dapaeik dihapuih 
ataupun disempurnakan. Wassalam dan Tarimo kasieh, Haasma Depok



________________________________
 Dari: asmun sjueib <[email protected]>
Kepada: syafruddin <[email protected]>; zulhasril nasir 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]> 
Cc: Saafrudin Bahar <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Selasa, 18 Desember 2012 12:57
Judul: MPKIM (Masyarakat Peduli Kebudayaan Indonesia Minangkabau)
 

Aww. Para Pembina, Pengurus dan Anggota MPKIM n.a.h.
aaa) Pertamo-tamo ambo ingin menyampaikan maaf karano baru dihari iko dapeik 
manyampaikan kaba berita satantangan pokok email diateh khususnya laporan 
singkat masalah persiapan kelembagaan sarato perangkat nan diperlukan ;
bbb) Tugas pertamo nan ambo lakukan adolah atas permintaan SB menghubungi Nnd. 
Sofi Yunita ( HP. 0878-9518-6154 ) di Padang untuk mendapatkan copy transkrip 
Dramatari Tuanku Imam Bonjol yang telah pernah dilaksanakan oleh pihak Dam 17 
Agustus Sumatera Barat yang lalu. Harini ambo sudah mandapeikkan konfirmasi 
bahwa transkrip dimakasuik alah dikirimkan ke Jakarta melalui Kilat khusus.
ccc) Terlampir ambo sampaikan pulo beberapa catatan awal konsep AD/ART dan 
Program Kerja dan lainnya untuk dapeik ditelaah dan atau ditukuek tambahkan dan 
atau disempurnakan. Ambo dengan senang hati pabilo masukan dan perbaikan atu 
penyempurnaannya.
Demikian disampaikan dengan harapan bermanfaat untuk tindak lanjut kamuko.
Talabieh takurang dimohonkan maaf ambo,
HAASMA Depok.
Catatan : Daftar namo2 anggota disamping ANB juo ado bebrapo lainnyo dengan 
tando *) untuk mendapatkan pendapeik jo saran ataupun penambahan anggota 
lainnya dalam rangka memperkuat struktur organisasi dan manajemen MPKIM.     


________________________________

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke