Suai tu Mak MM*** NAH,

"indak ambo jawok" adolah satu kategori jawokan pulo. :) 

Wassalam,

ANB 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 16 Jan 2013 15:40:01 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Adat Bersendi Syarak, Nikah Bersendi Cinta

He he he...
"Urang jurnalis (cipeh) satu guru satu ilmu, indak buliah saliang mambukak
kartu".

Maaf Kamanakanda ANB, tanyo nan bisa baikua panjang ko  ---jo barek hati---
indak ambo jawaok.

Salam....................,
*mm****


Pada 16 Januari 2013 15.13, <[email protected]> menulis:

> **
>
> "sejarawan urang awak" (karena pakai apostrof) mukasuiknyo apo yo Mak
> MM***? Apakah status "sejarawan" Asvi Warman yang meragukan buat Mak MM
> atau "urang awak"-nyo nan maragukan? :)
>
> Salam,
>
> ANB
> Cibubur
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Muchwardi Muchtar <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Wed, 16 Jan 2013 14:27:47 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[R@ntau-Net] Adat Bersendi Syarak, Nikah Bersendi Cinta
>
> Dunsanak komunitas r@ntaunet n.a.h dan a.c.
> Karano ---ambo tahu-- indak kasado alahe penggemar "palanta RN" ko mambaco
> Koran Tempo (salah satu koran nan sapaham jo ajaran JIL), mako ado
> rancaknyo tulisan Si Asvi ko awak mamah.
>
> Kalau soal opini tantang Si Hanuang, ambo pribadi alah khatam
> mampagunjiangannyo di RN ko. Partamo, ambo mangubak kutiko mananggapi surel
> Bundo Evy soal Si Hanuang, kaduo ambo mangupak kutiko Sanak ZulTan (masih
> juo) mamanciang-manciang Si m.m manyangkuik kurenah Si Hanuang.
>
>
> Meski tulisan ambo nan kalua karano "dipanciang" Bundo Evy tu ambo liek
> "alah taapuih" (?) dari "gudang r@ntaunet" ko, dan klarifikasi ambo
> mananggapi tulisan Sanak ZulTan alah final adonyo, ambo raso indak ado
> salahnyo kalau pandapaik (opini) "sejarawan urang awak" di bawah ko awak
> simak.
>
> Salam.........,
> *mm****
>
> Opini Koran Tempo, Rabu, 16 Januari 2013
>  Adat Bersendi Syarak, Nikah Bersendi Cinta
>
> *Asvi Warman Adam,*
> SEJARAWAN MINANG
>
> Saya mengenal baik tiga figur yang menikah beda agama. Pertama, senior
> saya, pengamat masalah internasional, C.P.F. Luhulima, Ambon Kristen yang
> mengawini rekannya sesama pegawai/peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan
> Indonesia, Achie, perempuan Jawa beragama Islam. Mereka sama-sama
> mempertahankan agama masing-masing. Ibu Achie adalah seorang penganut agama
> yang taat. Beliau juga menunaikan rukun Islam yang kelima ke tanah suci.
> Tentu Ibu Achie-lah yang naik haji, bukan Pak Luhulima. Ketika istrinya
> terserang kanker payudara, dan syukur bisa disembuhkan, terlihat betapa
> sayangnya Pak Luhulima terhadap Ibu Achie. Mereka berdua sudah berusia
> lebih dari 80 tahun dan hidup rukun.
>
> Kasus kedua terjadi pada rekan saya, Zatni Arbi, Minang dan Islam,
> peneliti LIPI yang juga dikenal sebagai penulis masalah IT pada harian The
> Jakarta Post. Ia menikah dengan gadis Tionghoa-Solo yang beragama Katolik,
> Hanny. Cinta mereka bersemi di ruang kelas karena, setamat kuliah dari
> Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Zatni mengajar dalam kursus bahasa
> Inggris, dan ternyata ada seorang siswi yang menarik perhatiannya. Hubungan
> mereka sempat ditentang orang tua masing-masing. Ibu Zatni ingin putra
> bungsunya menikah dengan gadis yang seagama. Cinta mengalahkan segalanya,
> mereka dinikahkan penghulu secara Islam dan selanjutnya pasangan ini
> melanjutkan studi ke Hawaii, Amerika Serikat. Mereka dikaruniai seorang
> putri yang mengikuti agama ibunya, yakni Katolik. Apa yang sudah
> dipersatukan Tuhan tidak bisa dipisahkan oleh manusia. Kecuali kalau Tuhan
> yang berkehendak lain: Zatni meninggal beberapa bulan lalu karena kanker
> hati. Pada sebuah majalah alumni sekolah, Hanny menceritakan kisah asmara
> mereka. Ternyata mereka menikah tiga kali dengan pasangan yang sama.
> Pertama, di depan penghulu secara Islam. Kedua, secara negara di kantor
> catatan sipil. Terakhir, sepulang dari Hawaii, secara Katolik, mereka
> memperoleh Surat Nikah Gerejani.
>
> Contoh ketiga saya saksikan sendiri ketika tinggal di asrama UI
> Daksinapati, Rawamangun, Jakarta, pada 1980. Di depan kamar saya terdapat
> kamar Yusril Ihza Mahendra dan adiknya, Yusron Ihza. Yusron sering bertanya
> kepada saya ihwal berbagai istilah Minang, karena pacarnya adalah seorang
> Tionghoa asal Padang yang beragama Katolik. Perkawinan berbeda agama ini
> tentu mendapat rintangan dari kedua keluarga. Yang jelas, mereka tetap
> menikah dan selanjutnya belajar di Jepang sampai Yusron memperoleh gelar
> doktor. Mereka memiliki dua anak dan kembali ke Indonesia. Yusron Ihza
> pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Bulan Bintang
> dan belakangan menjadi calon Gubernur Bangka-Belitung. Saya tidak
> mengetahui lagi perkembangan bahtera rumah tangga mereka karena sudah lama
> sekali tidak bertemu.
>
> Dari ketiga kasus tersebut, saya menyimpulkan bahwa pernikahan berbeda
> agama itu betul-betul terjadi di sekitar kita. Ada yang prosesnya relatif
> mudah, tapi lebih banyak lagi yang mendapat penentangan dari pihak
> keluarga. Tapi yang jelas, mereka menikah berdasarkan cinta.
>
> *Cinta tapi Beda*
>
> Film Cinta tapi Beda, yang disutradarai Hanung Bramantyo, berkisah tentang
> seorang gadis penari asal Padang beragama Katolik jatuh cinta kepada
> seorang chef restoran asal Yogyakarta dan berasal dari lingkungan keluarga
> Islam saleh. Hubungan asmara mereka ditentang oleh keluarga masing-masing,
> yang sudah siap menjodohkan dengan pilihan orang tua.
>
> Apakah film ini menghina adat dan agama Islam? Beberapa organisasi
> kemasyarakatan Minang memprotes film ini, yang dianggap bertentangan
> terhadap prinsip "Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah". Namun
> duduk persoalannya adalah Diana, tokoh utama dalam film ini yang bukan
> gadis Minang, walau berasal dari Padang. Mungkin saja dia berasal dari
> keluarga (campuran) Tionghoa, etnis minoritas yang bermukim di Sumatera
> Barat. Logat ibunya dan gambaran lingkungannya cocok dengan itu. Bahwa si
> gadis suka memakai kalung salib dan memesan babi rica-rica di restoran,
> tidak ada yang salah dengan hal itu, karena ia tidak beragama Islam.
> Bahwasanya hal tersebut didramatisasi agar terjadi ketegangan cerita, tentu
> merupakan cara sutradara membuat alur film ini tidak datar saja.
>
> Sang sutradara menegaskan pula bahwa filmnya berkisah tentang "cinta beda
> agama", bukan "nikah beda agama", karena ending-nya memang tidak
> memperlihatkan mereka melangsungkan perkawinan. Bahkan, pada adegan
> terakhir, diperlihatkan bahwa KUA menolak menikahkan pasangan yang berbeda
> agama. Ucapan Gus Dur tentang perbedaan agama menutup film ini. Walaupun
> kemudian, setelah film tersebut beredar beberapa lama, atas usul Front
> Pembela Islam, ditambahkan pula kalimat yang menyatakan, menurut syariah,
> boleh saja seorang pria muslim menikahi perempuan beragama lain tapi tidak
> berlaku sebaliknya.
>
> Film ini, menurut hemat saya, berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta bisa
> mengatasi perbedaan agama. Namun pernikahan antar-penganut agama yang
> berbeda masih/akan mendapat rintangan dari keluarga dan negara. *
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke