Negeri kita memang masih defisit daging sapi sekitar 35% 
setara 135,1 ribu ton dibandingkan kebutuhan 385 ribu ton maklum kekurangan 
supply ini disebabkan sistem pembibitan sapi dinegeri kita blm menjamin 
kesinambungan supply, jadi jelas dunk harga di pasaran menaik, disisi lain 
Impor sapi/dagingnya, benar-benar 
membuat peternak sapi merugi

Maaf saya memang pas2an saja kok dlm masalah persapian ini, saya cuma merespon 
pak Darwin lebih kpd agar kita berpraduga tak bersalah, sebelum adanya 
keputusan tetap dari pengadilan, hanya itu, tidak lebih dan tidak kurang, klu 
urusan persapian mungkin bpk2 lah yg lebih tahu itu ......

wasalam
abp61



________________________________
 Dari: Syafrinal Syarien <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Minggu, 3 Februari 2013 7:48
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling" [*]
 
----- Pesan yang Diteruskan -----


  This message is eligible for Automatic Cleanup! ([email protected]) Add 
cleanup rule | More info 

Pak Arman;

Bisa ndak ditunjuakan data/peraturan/undang-undang/riset dll nan menjelaskan 
bahaso-e industri makanan dan restoran indak buliah mambali dagiang lokal doh? 
Kalau ndak ado data tu, ciloteh Pak Arman indak ado bobot e doh. Dek hanyo 
sekadar asumsi, sekedar palamak ota di lapau.

Tapi pengalaman ambo pernah jadi konsultan di pabirik sosis terbesar di 
Indonesia, tahu persis pabirik tu mambali dagiang di rumah jagal (abattoire) 
lokal. Dagiang impor hanyo untuak sosis nan premium quality. Itu pun segment 
market e premium quality ko cuman 5% dari total produksi pabirik tu.

Iko link dari berita Kontan masalah quota impor daging tu:
http://nasional.kontan.co.id/news/impor-daging-sapi-maksimal-20-dari-kebutuhan/2011/12/20

Lain kali cubo lo lah Pak Arman postiang nan agak informatif jo berbobot snek. 

Wassalam;
Sy Syarien
42/Medan


________________________________
 From: Ahmad Ridha <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Sunday, February 3, 2013 10:31 PM
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling" [*]
 

Pak Arman, maaf, rasanya daging impor juga dijual ke masyarakat umum di 
swalayan besar seperti Giant (CMIIW). Saya setuju bahwa harga mestinya juga 
cukup menguntungkan bagi produsen agar produksi tetap berjalan. Namun, 
kekhawatiran banyak orang adalah kenaikan harga itu tidak dinikmati oleh 
produsen/peternak.
Wassalaam,
---
Ahmad Ridha
On Feb 3, 2013 10:14 PM, "Arman Bahar" <[email protected]> wrote:
>
> Yup buat sementara karena blm ada keputusan pengadilan adalah riskan berburuk 
> sangka, karena dosanya tidak akan diampunkan Allah kecuali dg langsung minta 
> maaf dulu kpd ybs .... So sangatlah bijak bila kita tidak ter-lanjur2 dg 
> dugaan2 yg tidak jelas landasan berpijaknya
>
> Memang menurut kanda pada kasus yg hangat ini ada ya korelasi antara import 
> daging sapi dg tingginya harga daging sapi dipasaran, sedangkan daging sapi 
> yg di import tsb hanya digunakan utk kebutuhan industri spt hotel2 besar, 
> restorant2 besar, pabrik2 sosis, pabrik2 daging kemas utk buger, pabrik2 
> steak, pabrik2 abon dll?

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke