Aaa, iyolah samo manyimak anok-anok Angku-angku Bahar nan Batigo [badunsanak] 
ko yo? :)
Salam,
-- Nyiak Sunguik

--- In [email protected], "Dr Saafroedin Bahar"  wrote:
>
> Ambo manyimak anok-anok, Sanak Darwin Bahar. 
> Wassalam,
> SB. 
> Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
> 
> -----Original Message-----
> From: "Darwin Bahar" 
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 4 Feb 2013 11:02:52 
> To: Palanta Rantaunet 
> Reply-To: [email protected]
> Cc: 
> Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling" [*]
> 
> Dinda Arman;
> 
> Tergelak saya membaca tudingan Arman bahwa saya berburuk sangka dalam kasus
> suap impor daging sapi yang melibatkan mantan petinggi partainya, plus
> ancaman dosa segala :)
> 
> Saya berburuk sangka? Boleh jadi, sebagai manusia yang banyak kekurangan
> pasti saya tidak luput dari berbagai sifat buruk. Tapi dalam kasus tersebut
> keuntungan atau kebajikan apa yang saya peroleh dengan berburuk sangka untuk
> kasus yang terang benderang karena sudah tersebar luas di media masa
> seperti ini?
> 
> Menunggu keputusan pengadilan? Apa Arman lupa, bahwa kebenaran keputusan
> pengadilan lebih merupakan kebenaran formal, misalkan untuk memberhentikan
> beliau sebagai anggota dewan, seperti anggota dewan yang lain yang terlibat
> tindak  pidana. Dan keputusan pengadilan bukan sesuatu yang sakral, karena
> merupakan keputusan manusia yang tidak jarang dipengaruhi berbagai faktor di
> luar fakta hukum, misalnya status hukum terdakwa dan kelihaian para
> pengacaranya.
> 
> Eniwe, saya paham seorang kader partai  harus loyal, dan tidak jarang harus
> 'pasang badan' untuk membela integritas partai atau pimpinannya, seperti
> yang sering dilakukan RS untuk PD dan SBY. Tetapi sebagai kader partai
> dakwah, orang berhak berharap lebih, bahwa ia akan lebih setia kepada hati
> nuraninya dan menempatkan kebenaran dan keadilan di atas kesetiaannya kepada
> apapapun dan kepada siapapun.
> 
> Serta tidak bersikap, buruk rupa kaca dibelah
> 
> Bukan baitu dinda?
> 
> Wassalam, kanda
> 
> HDB SBK (L, 69+) Depok
> "Belajar itu dari ayunan sampai ke liang kubur", hadis Nabi s.a.w. 
> 
> ===
> 
>  
> 
> Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling" [*] 
> Sun Feb 3, 2013 7:14 am (PST) . Posted by: "Arman Bahar" 
> 
> Yup buat sementara karena blm ada keputusan pengadilan adalah riskan
> berburuk sangka, karena dosanya tidak akan diampunkan Allah kecuali dg
> langsung minta maaf dulu kpd ybs .... So sangatlah bijak bila kita tidak
> ter-lanjur2 dg dugaan2 yg tidak jelas landasan berpijaknya
> 
> Memang menurut kanda pada kasus yg hangat ini ada ya korelasi antara import
> daging sapi dg tingginya harga daging sapi dipasaran, sedangkan daging sapi
> yg di import tsb hanya digunakan utk kebutuhan industri spt hotel2 besar,
> restorant2 besar, pabrik2 sosis, pabrik2 daging kemas utk buger, pabrik2
> steak, pabrik2 abon dll?


-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke