Mantaap pak prof Mochtar, semoga ini ide brillian dan karya emas bagi tiga luhak.
Kok lai dapek, rancaak juo ditulih anggota rantau net nan ikuik setuju jo ide ko. Salam Elthaf, 52 th, biaro di jkt. On 2/9/13, Mochtar Naim <[email protected]> wrote: > > > > > SURAT TERBUKA DARI MOCHTAR NAIM > KEPADA YTH KETIGA BUPATI DARI LUHAK TANAH DATAR, > AGAM DAN LIMA PULUH KOTA > > MENGENAI IDE MAMBANGUN LOKUS WISATA BUDAYA > DI TITIK PERTEMUAN KETIGA LUHAKMINANGKABAU > ANTARA TABEK PATAH, SITUJUAHDAN BASO > > Assalamu'alaikum w.w., > > Sambil menampung tanggapan dan pemikiran dari kawan2 di RN dsb, tentang ide > membangun lokus pariwisata budaya di titik pertemuan antara ketiga Luhak > TD/A/LK di persimpangan antara ketiga Luhak itu antara Tabek Patah, Situjuah > dan Baso,saya memberanikan diri menyampaikanSurat Terbuka ini kepada ketiga > Bupati kita yang wilayahnya bersebelahan di titik pertemuan antara ketiga > Kabupaten tsb, untuk memintakan perhatian dan keterlibatan dari ketiganya. > > Sumatera Barat walau termasuk salah satu dari pusat utama pariwisata di > Nusantara ini, tetapi secara keseluruhan jauh ketinggalan dari Bali, Yogya > dan beberapa daerah tujuan wisata lainnya.Pada hal Sumatera Barat dengan > Alam Minangkabaunya diberkahi oleh Allah dengan keindahan alam yang tak > terpermanai dan kekayaan budayanyayang boleh dikatakan khas di dunia ini. > > Dalam rangka itulah saya memintakan perhatian dan keterlibatan dari ketiga > Engku Bupati yth. Wisatawan yang berkunjung ke daerah kita ini, setelah > melihat keindahan alam di sana-sini, dan telah pula ke Ustano Rajo di > Pagaruyuang, musium Puti Bungsu di Kebun Binatang Bukittinggi, ataupun pusat > budaya nan tak selesai di Padang Panjang, kayaknya para wisatawan tak tahu > lagi ke mana mau pergi untuk mengenal lebih jauh tentang aspek dan > seluk-beluk budaya Minangkabau yang kita umumnya banggakan itu. Informasi > tertulis tentang obyek wisata budaya ini pun kayaknya juga kurang sekali. > > Makanya saya dan kami mengusulkan bagaimana kalau ketiga engku Bupati > berbincang-bincang membangun lokus atau pusat wisata budaya di persimpangan > ketiga Luhak TD/A/LK itu yang strategis dan skenis-indah itu. Entah apa dan > bagaimana bentuknya, sayang kalau kita tidak memanfaatkan sebagai obyek > wisata budaya Minangkabau. Dengan itu nanti, ketika para wisatawan selesai > melihat ustano rajo di Pagaruyuang, sambil dalam perjalanan ke Payakumbuh > dan Bukittinggi dapat pula mampir di simpang tiga budaya Luhak nan Tiga > itu. > > Bagaimana mengembangkannya dan apa yang dikembangkan, tentu akan banyak > terserah kepada Engku Bupati yang bertiga. Yang kami rakyat berderai ini > insya Allah akan selalu siap mendukung dan ikut menunjangnya. > > Demikianlah, disertai salam dari ranah dan rantau, kami menanti jawaban dan > reaksi dari ketiga Engku Bupati yang kami hormati. > > Mochtar Naim > 09/02/13 > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- Sent from my mobile device -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
