"Sementara Bupati Agam Indra Catri mengatakan, setelah pelantikan, ia dan Irwan Fikri sebagai wakil bupati baru, akan langsung tancap gas untuk membangun Agam jauh lebih maju. Kami memiliki kemampuan, pengalaman yang berbeda dan saling melengkapi.
“Kemampuan dan pengalaman yang berbeda merupakan anugrah. Justru hal ini adalah modal bagus bagi Agam,” katanya." Irwan Prayitno: Indra Catri, Irwan Fikri Pasangan Ideal <http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=21091:irwan-prayitno-indra-catri-irwan-fikri-pasangan-ideal-&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71> [image: PDF]<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=2%3Asumatera-barat&id=21091%3Airwan-prayitno-indra-catri-irwan-fikri-pasangan-ideal-&format=pdf&option=com_content&Itemid=71> [image: Cetak]<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=2%3Asumatera-barat&id=21091%3Airwan-prayitno-indra-catri-irwan-fikri-pasangan-ideal-&tmpl=component&print=1&layout=default&page=&option=com_content&Itemid=71> [image: Surel]<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&tmpl=component&link=ba485f580a5f7d8dccc6c128779f55514b484639> Sabtu, 09 Februari 2013 03:16 *WABUB AGAM DILANTIK* *AGAM, HALUAN — *Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno resmi melantik Irwan Fikri sebagai Wakil Bupati Agam dalam Sidang Paripurna Istimewa PDRD Agam di gedung Gelora Olah Raga (GOR) Rang Agam Lubuk Basung, Jumat (8/2). Pelantikan disaksikan sekitar 1.500 undangan. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta pasangan Indra Cartri dan Irwan Fikri bekerja sama dengan baik. Pengalaman Irwan Fikri diharapkan mampu membuat Kabupaten Agam bisa jauh lebih maju dan berkembang. “Pasangan ini sangat ideal, bapak Indra Catri selaku Bupati Agam sudah memiliki pengalaman yang sangat mapan. Sementara wakil bupati yang baru Irwan Fikri kaya dengan pengalaman politik, ia diharapkan bisa bekerja optimal melalui pengalamannya sebagai mantan anggota legislatif di Kota Padang,” kata Irwan. Dikatakannya, meskipun pemilihan Wakil Bupati melalui proses yang panjang, hal ini tidak mengurangi makna pelantikan. Irwan Fikri merupakan energi baru dalam menjalankan dan menguatkan pemerintahan di Agam. Menurutnya, sinergi Bupati Agam Indra Catri sebagai ahli tata ruang, dan sosok Irwan Fikri seorang yang berpengalaman di dalam bidang politik merupakan nilai plus dalam menatap Kabupaten Agam pada masa mendatang. Sementara Bupati Agam Indra Catri mengatakan, setelah pelantikan, ia dan Irwan Fikri sebagai wakil bupati baru, akan langsung tancap gas untuk membangun Agam jauh lebih maju. Kami memiliki kemampuan, pengalaman yang berbeda dan saling melengkapi. “Kemampuan dan pengalaman yang berbeda merupakan anugrah. Justru hal ini adalah modal bagus bagi Agam,” katanya. ..Lengkapnya lihat Haluan. Salam, -- MakNgah Sjamsir SjarifSana Cruz, California, Feb 9, 2013 On Saturday, February 9, 2013 12:43:50 AM UTC-8, sjamsir_sjarif wrote: > > Lah lamo bana marantau ndak pulang kampuang Angku Eri. Baa mangko > bongih-bongih bona ka Rang Kampuang. Kadinginan di Stockholm yo? Induak > bogheh kan lai urang sinan paongek-ongekan kan? Dimaa bana angku Eri di > Pikumbuah? > > -- Nyiak Sunguik > > --- In [email protected] <javascript:>, Eri Baheram wrote: > > > > dengan senang sekali membaca surat yang disampaikan ke tiga bupati, > tuhan telah memberkahi alam ini yang dititipkan kepada manusia yang tinggal > disana. tapi TUHAN tidak memberkahi PIKIRAN DAN HARI NURANI manusia yang > berkuasadiwilayah tsb. karena sudah dibutakan mata hatinya oleh tuhan. jadi > kalau gitu jangan kita banyak mengharapkan. sebaiknya penguasa yang > memiliki hati nurani dan beriman serta berilmu. kita tunggu saja siapa yang > berminat untuk berkuasa tapi amanah. > > selamat berjuang dalam dunia maya > > > > > > > > Eri Baheram > > alias PITOPANG 19601227 > > Artistvägen 6 > > S-12135 Johanneshov > > Stockholm-Sweden > > hp. +46-73-744 99 90 > > > > > > ________________________________ > > From: Mochtar Naim > > To: rantaunet rantaunet rantaunet > > Cc: MOCHTAR NAIM > > Sent: Saturday, February 9, 2013 7:05 AM > > Subject: [R@ntau-Net] SURAT TERBUKA MOCHTAR NAIM KEPADA KETIGA BUPATI > LUHAK MINANGKABAU > > > > > > > > > > > > > > SURAT TERBUKA DARI MOCHTAR NAIM > > KEPADA YTH KETIGA BUPATI DARI LUHAK TANAH DATAR, > > AGAM DAN LIMA PULUH KOTA > > > > MENGENAI IDE MAMBANGUN LOKUS WISATA BUDAYA > > DI TITIK PERTEMUAN KETIGA LUHAKMINANGKABAU > > ANTARA TABEK PATAH, SITUJUAHDAN BASO > > > > Assalamu'alaikum w.w., > > > > Sambil menampung tanggapan dan pemikiran dari kawan2 di RN dsb, tentang > ide membangun lokus pariwisata budaya di titik pertemuan antara ketiga > Luhak TD/A/LK di persimpangan antara ketiga Luhak itu antara Tabek Patah, > Situjuah dan Baso,saya memberanikan diri menyampaikanSurat Terbuka ini > kepada ketiga Bupati kita yang wilayahnya bersebelahan di titik pertemuan > antara ketiga Kabupaten tsb, untuk memintakan perhatian dan keterlibatan > dari ketiganya. > > > > Sumatera Barat walau termasuk salah satu dari pusat utama pariwisata di > Nusantara ini, tetapi secara keseluruhan jauh ketinggalan dari Bali, Yogya > dan beberapa daerah tujuan wisata lainnya.Pada hal Sumatera Barat dengan > Alam Minangkabaunya diberkahi oleh Allah dengan keindahan alam yang tak > terpermanai dan kekayaan budayanyayang boleh dikatakan khas di dunia ini. > > > > Dalam rangka itulah saya memintakan perhatian dan keterlibatan dari > ketiga Engku Bupati yth. Wisatawan yang berkunjung ke daerah kita ini, > setelah melihat keindahan alam di sana-sini, dan telah pula ke Ustano Rajo > di Pagaruyuang, musium Puti Bungsu di Kebun Binatang Bukittinggi, ataupun > pusat budaya nan tak selesai di Padang Panjang, kayaknya para wisatawan tak > tahu lagi ke mana mau pergi untuk mengenal lebih jauh tentang aspek dan > seluk-beluk budaya Minangkabau yang kita umumnya banggakan itu. Informasi > tertulis tentang obyek wisata budaya ini pun kayaknya juga kurang sekali. > > > > Makanya saya dan kami mengusulkan bagaimana kalau ketiga engku Bupati > berbincang-bincang membangun lokus atau pusat wisata budaya di persimpangan > ketiga Luhak TD/A/LK itu yang strategis dan skenis-indah itu. Entah apa dan > bagaimana bentuknya, sayang kalau kita tidak memanfaatkan sebagai obyek > wisata budaya Minangkabau. Dengan itu nanti, ketika para wisatawan selesai > melihat ustano rajo di Pagaruyuang, sambil dalam perjalanan ke Payakumbuh > dan Bukittinggi dapat pula mampir di simpang tiga budaya Luhak nan Tiga > itu. > > > > Bagaimana mengembangkannya dan apa yang dikembangkan, tentu akan banyak > terserah kepada Engku Bupati yang bertiga. Yang kami rakyat berderai ini > insya Allah akan selalu siap mendukung dan ikut menunjangnya. > > > > Demikianlah, disertai salam dari ranah dan rantau, kami menanti jawaban > dan reaksi dari ketiga Engku Bupati yang kami hormati. > > > > Mochtar Naim > > 09/02/13 > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
