Sanak2 sapalanta yth. Nan mambuek PKS iko jadi bulan2an media (maya dan cetak) adolah karano di sampiang korupsi ado unsur syahwat.......baiak olah LHI (banyak istri) maupun oleh AF (bagi2 duit dan hadiah mahal ke 45 orang perempuan + tertangkap basah di kamar hotel dg M)...padohal kaduonya samo2 alumni universitas Islam di Riyadh, Saudi Arabia. Parahnya lagi, mereka indak nampak maraso badoso/bersalah pada waktu dibao ke persidangan: senyum2, cengar-cengir. Waktu jam istirahat mambaco Al Qur'an.
Jadi nan alah tajadi (korupsi dan mengumbar syahwat) sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan azas PKS. Iko juo memberi peluang ka banyak pihak utk menghancurkan citra PKS. Tambah lagi si FH nan kasa muluiknyo. Banyak urang di FB nan benci ka inyo. Walau ambo bukan urang PKS, ambo sarankan agar mengadakan sidang istimewa partai utk membenahi diri jo mengganti tokoh2 nan terbukti indak sasuai jo azas dan perjuangan partai. Salam Fashridjal M. Noor Sidin L65Bdg Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 24 May 2013 09:20:12 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Re: PKS PIYUNGAN: Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah Pak sanamo Yth. Fathanahnyo lah ditangkok KPK, baa tu lai? Syaf/Bogor Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Syafrinal Syarien <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 24 May 2013 01:30:46 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: PKS PIYUNGAN: Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah Pak Zul; Kalau diminang-minangan bisa juo mah, dek karano BA-1 tu kader PKS. Banyak sangenek-e ado hubungan jo Sumbar dan Minang tentunya. Kok buliah ambo ikuik lo sumbang saran ka PKS (dek nampak e banyak anggota palanta ko nan jadi kader atau simpatisan PKS). Supayo PKS bisa bangkit baliak menghadapi Pemilu 2014, iko langkah strategis nan patuik dicubo PKS: 1. Ketua Majelis Syuro: Ganti Ustad Hilmi dengan Ustad Didin 2. Presiden: Ganti Anis Matta dengan Ustad Hidayat Nur Wahid 3. Pecat Fahry Hamzah 4. Pecat Refrizal Dengan ampek langkah di ateh, insya Allah di tahun 2014 nanti PKS bisa menjadi partai yang Sakinah (tentram damai), Mumtazah (istimewa), dan Fathanah (cerdas). Wassalam; Sy Syarien ________________________________ From: ZulTan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, May 24, 2013 3:09 PM Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: PKS PIYUNGAN: Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah Ustadz Mashadi ko urang awak? Kalau indak, OOT ko mah! Antah kok indak? Salam, ZulTan, L, 52, Bogor ________________________________ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 24 May 2013 07:58:45 +0000 To: Andiko<[email protected]>; Rantaunet<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Cc: Ronald P Putra<[email protected]>; Fashridjal M. Noor<[email protected]> Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: PKS PIYUNGAN: Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah Sanak Andiko jo para sanak sapalanta yth. Ustadz Mashadi itu mantan urang dalam PKS, samo jo Yusuf Supendi. Kaduonya alah kalua dari PKS dan kini ba-sorak2 mengeritik PKS. Salam Fashridjal M. Noor L65Bdg Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ________________________________ From: Andiko <[email protected]> Date: Fri, 24 May 2013 00:18:10 -0700 (PDT) To: <[email protected]> Cc: Andiko<[email protected]>; Ronald P Putra<[email protected]>; Fashridjal M. Noor<[email protected]>; <[email protected]> Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: PKS PIYUNGAN: Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah Iko nan agak kareh solusi tawaran baliau, dari urang dalam bana Ustadz Mashadi pendiri PK serukan PKS bubarkan diri dan minta maaf ke rakyat Indonesia Samir MusaSabtu, 9 Rajab 1434 H / 18 Mei 2013 23:13 JAKARTA (Arrahmah.com) – Gonjang- ganjing yang saat ini menimpa PKS hingga petingginya harus berurusan dengan KPK, ditambah lagi beberapa tokoh penting PKS tidak bisa lagi memberikan contoh yang baik kepada umat, membuat pendiri Partai Keadilan (PK) – yang merupakan embrio dari PKS – merasa jengah dan kecewa. Bentuk kekecewaan itu membuat sang tokoh pendiri partai, ustadz Mashadi mengusulkan agar PKS sebaiknya dibubarkan saja. “Saya minta supaya PKS itu membubarkan diri dan seluruh asetnya dijual dikembalikan ke masyarakat dan kemudian minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar ustadz Mashadi di depan ratusan orang yang menghadiri acara diskusi “Parpol Islam: Solusi Atau Masalah” yang diselenggarakan oleh Forum Studi Islam (FSI) FISIP UI, Rabu lalu. Pernyataan tegas ustadz Mashadi tersebut disampaikannya sewaktu menanggapi paparan para pembicara dalam acara diskusi tersebut. Alasan beliau meminta agar PKS dibubarkan karena dirinya merasa sangat sedih dan kecewa melihat orang-orang yang dahulu bersama dengan dirinya bisa sampai tersangkut kasus korupsi. Baginya ditangkapnya LHI oleh KPK dan dipanggilnya Hilmi Aminuddin ke KPK merupakan sesuatu yang tidak bisa beliau bayangkan sebelumnya. “Ini benar-benar unpredictable tokoh partai dakwah bisa terlibat kasus seperti ini,” katanya dengan nada kecewa. Menurut beliau jika PKS itu diistilahkan sebagai sebuah brand atau merk dagang, maka PKS sudah tidak layak lagi untuk dijual. Ditangkapnya LHI dalam kasus korupsi oleh KPK, bagi beliau sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. “Tidak masuk akal pemimpin puncak jamaah dakwah di Indonesia ditangkap oleh KPK dan ditahan atas tuduhan korupsi,” tegas ustadz Mashadi. Selain meminta agar PKS membubarkan diri, beliau juga membantah pernyataan salah seorang pembicara diskusi Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, SH yang mengatakan orang-orang yang sekarang di dalam tubuh PKS hanya mengadopsi ideologi Ikhwanul Muslimin. Namun menurut beliau justru PKS itu merupakan representatif Ikhwanul Muslimin yang ada di Indonesia. Dikenal sebagai sosok bersahaja, ustadz Mashadi termasuk generasi awal gerakan Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) di Indonesia. Di era reformasi, beliau bersama dengan ustadz Abu Ridho-lah yang sangat getol mewacanakan agar jamaah Tarbiyah membentuk partai politik dengan alasan memanfaatkan momen yang terjadi saat itu. Dan di tahun 1999 resmi berdiri partai politik yang berasal dari jamaah tarbiyah dengan nama Partai Keadilan (PK) – yang setelah tidak lolos electoral treshold berganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Karena kesederhanaannya sewaktu menjadi anggota legislatif di era PK, Ustadz Mashadi di pemilu 2004 menjadi salah satu ‘jualan’ PKS untuk meraih simpati masyarakat. Dan terbukti pada pemilu 2004, PKS meraih suara yang signifikan. (islampos/arrahmah.com)- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/05/18/ustadz-mashadi-pendiri-pk-serukan-pks-bubarkan-diri-dan-minta-maaf-ke-rakyat-indonesia.html#sthash.ATuaFVTy.dpuf Pada Jumat, 24 Mei 2013 10:08:24 UTC+7, [email protected] menulis: Sanak Andiko, sanak Ronald dan para sanak sapalanta yth. > >Ambo setuju dengan saran sanak Andiko. Ada kesan peledakan (blow up) kasus >penyimpangan PKS termasuk penghacuran nama (character assasination) tokoh2 yg >terlibat, merupakan upaya utk menutupi (atau melupakan) kasus2 sebelumnya >(Century, Hambalang, Panja RAB DPR, sampai ke Lumpur Lapindo) yg melibatkan >banyak parpol. > >Ada kemungkinan PKS dikorbankan sehingga kehilangan suara pada Pemilu 2014 >sehingga parpol2 lain bisa menambah perolehan suara mereka. > >Apakah betul begitu? Kalau betul, bagaimana membuktikannya? Itu tugas pimpinan >PKS yg perlu tegar dan cerdik menghadapi "prahara dalam wijikan"(mengutip >ucapan alm Ali Murtopo) > >Salam >Fashridjal M. Noor >L65Bdg >Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >Teruuusss...! >________________________________ > >From: Andiko <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Thu, 23 May 2013 19:56:24 -0700 (PDT) >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: [R@ntau-Net] Re: PKS PIYUNGAN: Pakar Hukum: Penegak hukum >menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah > >Jadikan situasi kini untuk bersih-bersih. Akan lebih produktif konsolidasi ke >dalam dibanding bertarung di panggung wacana. Kalau PKS melakukan penyelidikan >internal dan diumumkan ke publik, mako publik akan lebih respek dari pado >menggembar-gemborkan konspirasi. Kalaupun konspirasi itu bana, tidak akan ado >konspirasi yang berhasil kalau indak ado potensi "keruntuhan" dari dalam yang >bisa di garap agen-agen dari lua. Mungkin mamak-mamak yang dakek jo dunia >intelijen bisa ma agiah masukan tentang operasi intelijen dan kontra >intelijen. Ado ilimu komunikasi massa yang bisa digunakan. > > >Masukan saketek dari ambo > > >Salam > > >andiko > >Pada Jumat, 24 Mei 2013 9:11:06 UTC+7, Ronald P Putra menulis: >http://www.pkspiyungan.org/ 2013/05/pakar-hukum-penegak- >hukum-menghancurkan.html?m=1 >> >>Wassalam >>Ronald - Depok -- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >============================== ============================= >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: >1. E-mail besar dari 200KB; >2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://rantaunet.wordpress. com/2011/01/01/tata-tertib- adat-salingka-palanta- >rntaunet/ >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >============================== ============================= >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/ group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/ groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
