Makonyo awak per erat hubungan jo dunsanak di kampuang, bagi yg punyo dana, 
buka lah usaho di kampuang. majukan
kampuang, alasan yg uda sabuik tadi bukannyo awak bisa pulo sadiokan, sesama 
urang minang. Kadang awak kan bisa nyo ,manyalahkan urang
tp ndak mancaliak peluang itu diambiak urang, dek awak alah banyak yg ndak 
peduli jo sanak dan kampuang.



________________________________
 Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 13 Juni 2013 11:09
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] RS Siloam Milik Lippo Group Ditolak
 



Jan disamokan urang awak jo urang amrik itu

Urang amrik itu dari segi kesejahteraan dan pendidikan sarato kesehatan jauah 
diateh awak

Jadi dipelajarinya plus-minus Islam itu baru mereka masuk Islam dengan dasar 
pemahaman yang kuat

Urang awak untuak sandang-pangan dan kesehatannyo banyak nan tabedo disitu 
mereka masuak

Kok indak ado bareh nan kaditanak, anak sakik pulo. Datang urang manyadiokan 
barubek perai, sikola perai. Bareh jo indomie dapek pulo
Tantu bakunang-kunang pancalian tu. 
Akhirnyo jo caro iko batuka kiblat itu

Ado juo lewat pacaran, tantu rumah sakik saratp sikola itu mambao pulo 
anak-gadih jo bujangnyo

Kok ado nan tadayo, apolai lah dulu bajak dari jawi. Tantu tingga maelo sajo 
urang tu lai

-TR


Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Nugrah Sixcios <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 13 Jun 2013 11:41:14 +0800 (SGT)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Bls: [R@ntau-Net] RS Siloam Milik Lippo Group Ditolak

Salam mualaikum,

Ambo binguang samo urang awak, manga sensitif bana jo masalah kristenisasi. 
bakaco jo USA, negara yg
salamo iko terlalu takuik jo Islam, yg diidentikan jo teroris dek pemerintah 
sinan. Caliak kini, dalam
beberapa tahun belakangan iko, malah pertumbuhan muslim USA makin menanjak.

Itu tajadi, dek banayak urang yg jadi penasaran dan akhirmnya mempelajari dan 
tersentuh dengan iman Islam.
Ambo sananga bana mambaco berita itu, berarti Islam memang batuah, rahmatan lil 
alamin.

Yg kini jadi perhatian ambo, jaan samapai kejadi di USA, terjadi di padang, dek 
awak mahalangi dan mamburuak2an
urang baniek baiak mamabangun RS (bukan gereja) malah banyak urang awak yg 
penasaran.

Manuruik ambo selayaknyo dicubo pulo yg elok dr RS itu, kayak pelayanan nyo, 
dokternyo. kalopuin urang tu
menjalankan misi agamo inyo, itu masalah inyo. awak pakuek iman urang di 
kampuang, jo baliak ka musajik, maiduikan
kegiatan remaja mesjid. 


Niek ambo untuk SUMBAR labiah maju, jaan sampai urang awak yg manulak SUMBAR 
itu maju.
Ambo Asli urang pasisia, tingga di jakarta. Sampai sabalum nikah, ambo aktif di 
remaja mesjid Sunda Kelapa, jakarta.
Jadi jaan samapai ado pulo yg manyangko ambo urang kristen, tolong caliak sisi 
positifnyo yo sanak..


Best Regards'


Nugrah Sixcios


________________________________
 Dari: Dedi Suryadi <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 13 Juni 2013 10:18
Judul: [R@ntau-Net] RS Siloam Milik Lippo Group Ditolak
 


Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Selasa, 11 Juni 2013 | 06:46 WIB

INILAH.COM, Padang - Selain dari Ormas Islam, penolakan terhadap pendirian 
Rumah Sakit Kristen Siloam juga datang dari mahasiswa.
Penolakan dieskpresikan dengan berunjuk rasa di DPRD Kota Padang. Mereka minta 
Walikota Padang mencabut izin pendirian rumah sakit yang dinilai meresahkan 
masyarakat itu. 

Puluhan mahasiswa berunjuk rasa ke DPRD Kota Padang, Senin (10/6/2013). Mereka 
meminta Pemko Padang mencabut izin pendirian Rumah Sakit (RS) Kristen Siloam 
dan sekaligus menolak rencana investasi Lippo Group lainnya yang terdiri dari 
Sekolah Kristen Pelita Harapan, Mal dan Hotel. Sejumlah anggota DPRD Padang 
juga menolak rencana investasi milik James T Riady tersebut.

Mahasiswa yang berunjuk rasa itu berasal dari tiga kelompok, yakni dari 
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat, Persatuan 
Pelajar Islam (PPI) dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Minangkabau (IKMM).

Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Padang Afrizal, Wakil Ketua DPRD Padang 
Masrul, Ketua F-Partai Golkar M Dinul Akbar, Ketua F- Partai Demokrat Erison, 
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Padang Januardi Sumka, anggota F-Partai Demokrat 
Gustin Pramona dan anggota F-PKS Muharlion.

Mahasiswa pengunjuk rasa datang ke gedung wakil rakyat tersebut sekitar pukul 
10.00 WIB. Sebelum menyampaikan tuntutan, para mahasiswa memainkan aksi 
teatrikal yang menceritakan tentang kegundahan mereka akan terjadinya praktik 
kristenisasi dan diskriminasi di RS Kristen Siloam dan tiga unit bisnis lainnya 
yang akan didirikan oleh Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman Padang tersebut.

Perwakilan KAMMI Sumbar M Sabri mengatakan, mahasiswa menolak pendirian RS 
Kristen Siloam, Sekolah Kristen Pelita Harapan dan dua unit bisnis milik Lippo 
Group lainnya di Kota Padang, karena sejak dilakukan peletakan batu pertama, 
Jumat 10 Mei 2013, proyek tersebut terus menjadi polemik di kalangan Umat 
Islam. Umat islam melalui ormas-ormas Islam sangat khawatir terhadap proyek 
misionaris dan kristenisasi yang berada di balik mega proyek Lippo Group 
tersebut.

“Karena menimbulkan keresahan di masyarakat, maka kami menolak proyek ini. Kami 
mendesak DPRD Kota Padang untuk meminta kepada Walikota Padang untuk mencabut 
RS Kristen Siloam bersama dengan tiga investasi Lippo Group lainnya,” kata 
Sabri.

Menurut M Sabri ada beberapa hal yang menyebabkan mahasiswa menolak investasi 
Lippo Group di Padang dan meminta kepada Pemko Padang mencabut izin pembangunan 
RS Kristen Siloam di Kota Padang.
Pertama, karena Pemko Padang tidak pernah berkoordinasi dengan DPRD Padang 
sehubungan dengan rencana investasi besar-besaran Lippo Group di Padang.
“DPRD adalah wakil dari masyarakat Kota Padang, tapi tidak dianggap oleh Pemko 
Padang,” katanya.

Kedua, karena hingga kini studi dan izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) 
super blok milik Lippo Group tersebut belum ada. Ketiga, karena James T Riadi 
adalah penerus keluarga Muchtar Riadi yang selain sebagai pengusaha sukses, 
juga adalah pendeta international yang berguru pada Pat Robertson yang dikenal 
luas sebagai misioanaris international yang sempat mencela orang Islam di tahun 
2006.

Keempat, terkait dengan nama Siloam yang diambil dari kitab suci agama Nasrani 
yang berarti air suci, ada juga yang mengartikan Siloam yang diutus oleh Tuhan 
masyarakat Nasrani.
Hal ini, merupakan simbol-simbol agama nasrani. Jika diperhatikan logo Lippo 
Group juga ada ular yang melingkari tiang dan ada merpati yang siap menerkam.
Maksudnya dalam kitab suci Nasrani, ular adalah kecerdikan dan merpati lambang 
ketulusan.
“Pembangunan RS Kristen Siloam dikhawatirkan dapat menggerus nilai-nilai Adat 
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Ranah Minang.

Sehubungan dengan itu, KAMMI Sumbar, mendesak DPRD Kota Padang meminta dengan 
tegas kepada Walikota Padang untuk mencabut izin pembangunan Super Blok Siloam 
(RS Kristen Siloam) Sekolah Kristen Pelita Harapan, mal dan Sekolah Kristen 
Pelita Harapan.
“Kemudian, meminta Lippo Group tidak meneruskan pembangunan Super Blok Siloam 
untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Kami juga mendukung pemerintah 
daerah untuk terus mendorong pengusaha-pengusaha sukses Minangkabau yang 
dirantau untuk berinvestasi di Ranah Minang,” ujarnya.

KAMMI dan dua kelompok mahasiswa lainnya, kata M Sabri, memberikan tenggang 
waktu selama dua Minggu kepada DPRD Kota Padang dan Walikota Padang untuk 
berembuk dan selanjutnya mencabut izin RS Kristen Siloam, Sekolah Kristen 
Pelita Harapan, mal dan hotel milik Lippo Group.
Jika hal ini tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan menurunkan massa yang lebih 
banyak lagi. “Apalagi kami mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
Kota Padang dan MUI Sumatera Barat,” katanya.

Sementara itu, Uti salah seorang anggota KAMMI Sumbar mengatakan, pemerintah 
harus memegang falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS 
BSK), karena daerah ini adalah Ranah Minang.
Sehubungan dengan itu pemerintah jangan mau memperjualbelikan Ranah Minang demi 
investor yang tidak jelas latar belakangnya.

“Kami menolak pembangunan Lippo Group, karena pendiri Lippo Group adalah 
pendeta international yang pernah terlibat pemurtadan. Sebagai, masyarakat 
Ranah Minang seharusnya peka dengan persoalan ini, agar Kristenisasi tidak lagi 
berkibar di Ranah Minang,” tegasnya.

Budi Saputra, aktivis KAMMI Sumbar lainnya mengingatkan agar 45 anggota DPRD 
Padang tidak menjadi macan ompong terkait dengan derasnya penolakan terhadap RS 
Kristen Siloam.
“Kalau menjadi macan ompong lebih baik dikandangkan saja,” kata Budi.

Menanggapi aspirasi mahasiswa tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Afrizal 
mengatakan, dia segera mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Kota Padang 
Zulherman untuk melakukan rapat kerja soal penolakan terhadap RS Siloam melalui 
lintas Komisi I, III dan IV.

“Kami memberikan tenggat waktu 15 hari, kepada lintas komisi untuk membahas 
soal RS Kristen Siloam ini. Bahkan, kami akan panggil Walikota Padang, dinas 
terkait dan Lippo Group terkait RS Siloam,” kata kader golkar ini.

Semua anggota DPRD Kota Padang yang menyambut aksi mahasiswa ini sepakat turut 
menolak rencana mega proyek milik Lippo Group tersebut. Sebagai bukti menolak 
proyek Lippo Group di Kota Padang, maka sejumlah anggota DPRD Kota Padang turut 
membubuhkan tanda tangan di spanduk putih yang dibawa mahasiswa.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang Erison mengatakan, kalau memang 
terindikasi merusak akidah dan akhlak masyarakat muslim di Sumbar, secara tegas 
Fraksi Demokrat menolak pembangunan proyek super blok milik Lippo Karawci di 
Kota Padang. Sedangkan

anggota Fraksi PKS DPRD Kota Padang Muharlion mengapresiasi dan mendukung KAMMI 
Sumbar, sehubungan dengan permintaan pencabutan izin RS Kristen Siloam di Kota 
Padang dan pendirian tiga unit usaha lainnya.
“Ke depan, kami mengharapkan setiap investor yang menanamkan modalnya di Kota 
Padang terlebih dahulu harus mempelajari agama, sosial dan budaya masyarakat 
setempat,” katanya.

Sebelumnya sebanyak 16 Ormas Islam dan sejumlah cendikiawan muslim Sumatera 
Barat menggelar rapat tentang penolakan RS Siloam di Kota Padang di Sekretariat 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat di Masjid Nurul Iman Padang. Rapat 
tersebut langsung dihadiri oleh Ketua MUI Sumbar Prof Dr H Syamsul Bahri Khatib.

Pantauan Haluan sejak peletakan batu pertama, Jumat (10/5/2013) silam oleh 
Ketua DPD Irman Gusman, Menko Kesra Agung Laksono, Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi 
Aminuddin, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mantan Menko Kesra Azwar Anas, owner 
Lippo Group James T Riady, Presiden Lippo Group Theo Sambuaga dan lainnya 
proyek ini tidak ada progres sama sekali.

Kuat dugaan proyek ini tidak ada kelanjutan karena derasnya penolakan dari 
Ormas Islam Sumbar dan tokoh-tokoh masyarakat Minangkabau lainnya, baik di 
kampung halaman maupun di rantau.
Di masyarakat arus penolakan juga semakin deras, begitu juga di kalangan 
mahasiswa, baik di organisasi internal maupun eksternal kampus. Banyak yang 
memprediksi investasi Lippo Group di Padang ini akan batal, seperti halnya 
rencana pembangunan RS Kristen Immanuel di Kota Bukittinggi di tahun 1980-an 
silam. [gus]

Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi


_____________________________________________________________________________

                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang 
Berani Bertindak Dan   *****
      *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi 
(Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

         "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The 
Others" (Hadith by Bukhari)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan 
Mengasihimu...".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke