Sanak2 sapalanta yth.

Sajak tahun 1991 sampai kiniko, jadi alah 22 tahun dan 5 x ganti pemerintahan, 
kenaikan harga BBM telah menjadi isu utama.
Apokah pemerintah indak baraja dari sejarah? Juo talalu tagantuang ka BBM, 
padohal banyak sumber enerji nan lain nan bisa dikambangkan

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg


Selasa, 30 April 2013 08:23:00
Soeharto paling rajin, Habibie tak pernah naikkan harga BBM
Reporter : Wisnoe Moerti 

Setelah berputar-putar dan berwacana mengenai kebijakan pengendalian subsidi 
bahan bakar minyak (BBM) mulai dari pemasangan RFID hingga kebijakan dua harga, 
kini pemerintah mulai berani mengatakan bahwa harga BBM kemungkinan akan naik. 
Meski belum menyebutkan secara spesifik besaran kenaikan, tapi pemerintah 
mematok harga BBM bersubsidi tidak akan lebih dari Rp 6.500 per liter.

Kenaikan harga BBM bukan hal baru. Termasuk untuk Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY). Sebab, selama 2 kali masa pemerintahannya, SBY sudah tiga kali 
menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga BBM. Tidak hanya SBY, 
empat Presiden Indonesia sebelumnya juga pernah mengalami masa-masa penyesuaian 
harga BBM.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, harga BBM mengalami beberapa kali 
kenaikan. Pada 1991, Soeharto menaikkan harga BBM dari semula Rp 150 menjadi Rp 
550 per liter. Dua tahun kemudian, pada 1993, Soeharto kembali menaikkan harga 
BBM dari menjadi Rp 700 per liter. Hingga akhirnya saat krisis ekonomi 
menghantam Indonesia, harga BBM naik menjadi Rp 1.200 per liter pada 5 Mei 1998.

Setelah rezim Soeharto runtuh dan digantikan Habibie, tidak ada sejarah 
kenaikan BBM. Hal ini cukup wajar mengingat masa kepemimpinan Habibie yang 
hanya seumur jagung. Habibie hanya 18 bulan menjadi presiden atau terhitung 
sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie 
justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter.

Di awal-awal masa kepemimpinannya, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 
menurunkan harga BBM menjadi Rp 600 per liter pada April 2000. Namun tidak 
berselang lama tepatnya Oktober 2000, harga BBM kembali naik menjadi Rp 1.150 
per liter. Pada Juni 2011, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.450 
per liter.

Presiden Megawati Soekarnoputri juga pernah menerapkan kebijakan yang sama. 
Pada Maret 2002, Megawati menaikkan harga BBM dari Rp 1.450 menjadi menjadi Rp 
1.550 per liter. Mega kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.810 per liter 
pada awal Januari 2003.

Selama dua periode kepemimpinan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiga kali 
menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga BBM. SBY menaikkan 
harga BBM menjadi Rp 2.400 per liter pada Maret 2005. Harga BBM kembali naik 
menjadi Rp 4.500 per liter pada Oktober 2005. SBY kembali menaikkan harga BBM 
menjadi Rp 6.000 per liter pada 23 Mei 2008.

Di penghujung 2008 atau menjelang Pemilu 2009, SBY menurunkan harga BBM menjadi 
Rp 5.500 per liter. Harga BBM turun lagi menjadi Rp 5.000 per liter pada 15 
Desember 2008. SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per liter pada 
15 Januari 2009.

Apakah di penghujung kekuasaannya kali ini, SBY bakal mengumumkan rencana 
kenaikan harga BBM kali ini?

(mdk/noe)
# BBM NAIK
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke