Assalamualaiku ww

Sanak sapalanta n a h
Re : *Petral dan Kebohongan Istilah Subsidi BBM oleh Pemerintah
*
Power make money. More money make more power, Begitulah seterusnya. Semakin
berkuasa semakin rakus. Untuk mempertahankan kekuasaan segala cara
dihalalkan, tidak perduli rakyat menderita. Kalau memang sinyalemen Dr Din
Samsuddin  diatas terbukti ,semua harus diseret ke Pengadilan. Sungguh amat
zalim.

Wass.
Dunil  Zaid , 70, Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Padang.


2013/6/25 Dedi Suryadi <[email protected]>

> Dek karano mamak-mamak di RN ko banyak nan karajo atau pun mantan dari
> Pertamina, mungkin bisa pulo maagiah pandapek...
>
> *JAKARTA (voa-islam.com) -* Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M.
> Din Syamsuddin, MA menyatakan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM adalah
> sebuah kezaliman.
>
>  Din Syamsudin menduga adanya permainan di balik kenaikan harga BBM,
> sebagaimana berita yang beredar tentang PT Pertamina Energy Trading
> (Petral) Ltd, anak perusahaan Pertamina di Singapura yang melakukan mark up.
>
>  “Saya dengar ada anak perusahan pertamina yang justru duduk di luar
> negeri, yakni Petral di Singapura. Berita yang beredar ini terjadi
> transaksi-transaksi mark up.  Kalau betul ada mark up 1 dollar per barel
> berapa triliun itu? Dan kemana uang itu?” tanya Din Syamsudin usai
> menghadiri Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al-Azhar,
> Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad (16/6/2013).
>
>  “Kalau itu kemudian dipakai untuk dana politik  dan akibatnya harus
> rakyat yang menanggung, subsidi dicabut lalu harga naik ini kan sebuah
> kezaliman,” imbuhnya.
>
>  *Petral dan Kebohongan Istilah Subsidi BBM oleh Pemerintah*
>
>  Untuk diketahui, Petral berdomisili di Singapura dan tugasnya adalah
> membeli minyak dari luar negeri untuk kebutuhan di Indonesia. Banyak pihak
> mencurigai adanya praktik kongkalikong dalam pengadaan impor minyak di
> Petral.
>
>  Direktur Eksekutif Petromine Watch Indonesia, Urai Zulhendri, mengaku
> mendapat kabar dari salah seorang sumber di Pertamina, yang mengungkapkan
> bahwa istilah Subsidi ternyata hanya kebohongan Pemerintah dan Pertamina.
>
>  “Saya sendiri perih menyaksikan kerakusan para pejabat di Pertamina.
> Harga premium & solar dari Russian oil itu cuma 425 USD per metrik ton atau
> sekitar kurang dari Rp 4.300,- per ltr,” ungkap sumber seperti dikutip
> Zulhendri seperti dikutip radaronline.co.id, Kamis (13/6/2013).
>
>  “Melalui Petral angka 425 tersebut dimark up 300 USD sehingga menjadi
> 725 USD dan oleh Pertamina disempurnakan mark up-nya menjadi 950 USD, angka
> inilah yang kemudian disebut sebagai harga pasar yang mengharuskan adanya
> istilah subsidi tersebut. Luar biasa bajingan Mas!!" tambah sumber di
> Pertamina tadi.
>
>  Apakah hal tersebut benar? “Jika benar, artinya mark up yang dilakukan
> mencapai 100%, dari harga 425 USD menjadi 950 USD, yakni Petral mengambil
> keuntungan 300 USD dan Pertamina mengambil keuntungan 125 USD,” jawab
> Zulhendri.
>
>  Hal ini, menurutnya, tidak mungkin terjadi Mark Up jika Petral langsung
> membeli minyak ke Produsen (NOC). Jelas bahwa ini mengindikasi PT Pertamina
> Energy Trading (Petral) anak usaha PT Pertamina (Persero) masih menggunakan
> Perantara (Mafia Minyak) dalam melakukan pembelian Minyak Mentah. “Tidak
> hanya itu, bahkan ada dugaan kuat juga Mark Up yang dilakukan PT Pertamina
> (Persero) sebesar 125 USD dicurigai sebagai bentuk Upeti/Commitment Fee
> dari Karen Agustiawan (Dirut Pertamina) yang diduga diberikan kepada Ani
> Yudhoyono untuk mempertahankan posisinya sebagai Dirut Pertamina,” bebernya
> pula. [Ahmed Widad]
>
>
> *Salam dan Terima Kasih,*
> *Dedi Suryadi*
>
>
>
> _____________________________________________________________________________
>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
> Berani Bertindak Dan   *****
>       ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
>
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>           "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for
> The Others" (Hadith by Bukhari)
>
> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
> ".....*****
>                   "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke