Alangkah baiknya jika informasi tersebut diverifikasi dulu sebelum dijadikan dasar berprasangka. Saya coba cari info sekilas dan sepertinya harga bensin di Moskow, Rusia ada di kisaran Rp9000 per liter.
http://www.numbeo.com/gas-prices/city_result.jsp?country=Russia&city=Moscow Mohon info dari yang lebih mengetahui. Terima kasih. Wassalaam, --- Ahmad Ridha On Jun 25, 2013 10:36 PM, "Dedi Suryadi" <[email protected]> wrote: > Dek karano mamak-mamak di RN ko banyak nan karajo atau pun mantan dari > Pertamina, mungkin bisa pulo maagiah pandapek... > > *JAKARTA (voa-islam.com) -* Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. > Din Syamsuddin, MA menyatakan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM adalah > sebuah kezaliman. > > Din Syamsudin menduga adanya permainan di balik kenaikan harga BBM, > sebagaimana berita yang beredar tentang PT Pertamina Energy Trading > (Petral) Ltd, anak perusahaan Pertamina di Singapura yang melakukan mark up. > > “Saya dengar ada anak perusahan pertamina yang justru duduk di luar > negeri, yakni Petral di Singapura. Berita yang beredar ini terjadi > transaksi-transaksi mark up. Kalau betul ada mark up 1 dollar per barel > berapa triliun itu? Dan kemana uang itu?” tanya Din Syamsudin usai > menghadiri Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al-Azhar, > Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad (16/6/2013). > > “Kalau itu kemudian dipakai untuk dana politik dan akibatnya harus > rakyat yang menanggung, subsidi dicabut lalu harga naik ini kan sebuah > kezaliman,” imbuhnya. > > *Petral dan Kebohongan Istilah Subsidi BBM oleh Pemerintah* > > Untuk diketahui, Petral berdomisili di Singapura dan tugasnya adalah > membeli minyak dari luar negeri untuk kebutuhan di Indonesia. Banyak pihak > mencurigai adanya praktik kongkalikong dalam pengadaan impor minyak di > Petral. > > Direktur Eksekutif Petromine Watch Indonesia, Urai Zulhendri, mengaku > mendapat kabar dari salah seorang sumber di Pertamina, yang mengungkapkan > bahwa istilah Subsidi ternyata hanya kebohongan Pemerintah dan Pertamina. > > “Saya sendiri perih menyaksikan kerakusan para pejabat di Pertamina. > Harga premium & solar dari Russian oil itu cuma 425 USD per metrik ton atau > sekitar kurang dari Rp 4.300,- per ltr,” ungkap sumber seperti dikutip > Zulhendri seperti dikutip radaronline.co.id, Kamis (13/6/2013). > > “Melalui Petral angka 425 tersebut dimark up 300 USD sehingga menjadi > 725 USD dan oleh Pertamina disempurnakan mark up-nya menjadi 950 USD, angka > inilah yang kemudian disebut sebagai harga pasar yang mengharuskan adanya > istilah subsidi tersebut. Luar biasa bajingan Mas!!" tambah sumber di > Pertamina tadi. > > Apakah hal tersebut benar? “Jika benar, artinya mark up yang dilakukan > mencapai 100%, dari harga 425 USD menjadi 950 USD, yakni Petral mengambil > keuntungan 300 USD dan Pertamina mengambil keuntungan 125 USD,” jawab > Zulhendri. > > Hal ini, menurutnya, tidak mungkin terjadi Mark Up jika Petral langsung > membeli minyak ke Produsen (NOC). Jelas bahwa ini mengindikasi PT Pertamina > Energy Trading (Petral) anak usaha PT Pertamina (Persero) masih menggunakan > Perantara (Mafia Minyak) dalam melakukan pembelian Minyak Mentah. “Tidak > hanya itu, bahkan ada dugaan kuat juga Mark Up yang dilakukan PT Pertamina > (Persero) sebesar 125 USD dicurigai sebagai bentuk Upeti/Commitment Fee > dari Karen Agustiawan (Dirut Pertamina) yang diduga diberikan kepada Ani > Yudhoyono untuk mempertahankan posisinya sebagai Dirut Pertamina,” bebernya > pula. [Ahmed Widad] > > > *Salam dan Terima Kasih,* > *Dedi Suryadi* > > > > _____________________________________________________________________________ > ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang > Berani Bertindak Dan ***** > ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil > Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** > > ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ > "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for > The Others" (Hadith by Bukhari) > > --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- > ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... > ".....***** > "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
