Pak Ahmad Ridha,

Kalau di lihat di web numbeo tu, nampaknyo tu hargo eceran..
samantaro yang diartikel tu, adolah hargo per metrik ton nyo...mungkin
sajauh tu bana haragonyo beda ndak..?

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*


_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


Pada 25 Juni 2013 18.13, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis:

> Alangkah baiknya jika informasi tersebut diverifikasi dulu sebelum
> dijadikan dasar berprasangka. Saya coba cari info sekilas dan sepertinya
> harga bensin di Moskow, Rusia ada di kisaran Rp9000 per liter.
>
> http://www.numbeo.com/gas-prices/city_result.jsp?country=Russia&city=Moscow
>
> Mohon info dari yang lebih mengetahui. Terima kasih.
>
> Wassalaam,
> ---
> Ahmad Ridha
> On Jun 25, 2013 10:36 PM, "Dedi Suryadi" <[email protected]> wrote:
>
>> Dek karano mamak-mamak di RN ko banyak nan karajo atau pun mantan dari
>> Pertamina, mungkin bisa pulo maagiah pandapek...
>>
>> *JAKARTA (voa-islam.com) -* Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M.
>> Din Syamsuddin, MA menyatakan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM adalah
>> sebuah kezaliman.
>>
>>  Din Syamsudin menduga adanya permainan di balik kenaikan harga BBM,
>> sebagaimana berita yang beredar tentang PT Pertamina Energy Trading
>> (Petral) Ltd, anak perusahaan Pertamina di Singapura yang melakukan mark up.
>>
>>  “Saya dengar ada anak perusahan pertamina yang justru duduk di luar
>> negeri, yakni Petral di Singapura. Berita yang beredar ini terjadi
>> transaksi-transaksi mark up.  Kalau betul ada mark up 1 dollar per barel
>> berapa triliun itu? Dan kemana uang itu?” tanya Din Syamsudin usai
>> menghadiri Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al-Azhar,
>> Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad (16/6/2013).
>>
>>  “Kalau itu kemudian dipakai untuk dana politik  dan akibatnya harus
>> rakyat yang menanggung, subsidi dicabut lalu harga naik ini kan sebuah
>> kezaliman,” imbuhnya.
>>
>>  *Petral dan Kebohongan Istilah Subsidi BBM oleh Pemerintah*
>>
>>  Untuk diketahui, Petral berdomisili di Singapura dan tugasnya adalah
>> membeli minyak dari luar negeri untuk kebutuhan di Indonesia. Banyak pihak
>> mencurigai adanya praktik kongkalikong dalam pengadaan impor minyak di
>> Petral.
>>
>>  Direktur Eksekutif Petromine Watch Indonesia, Urai Zulhendri, mengaku
>> mendapat kabar dari salah seorang sumber di Pertamina, yang mengungkapkan
>> bahwa istilah Subsidi ternyata hanya kebohongan Pemerintah dan Pertamina.
>>
>>  “Saya sendiri perih menyaksikan kerakusan para pejabat di Pertamina.
>> Harga premium & solar dari Russian oil itu cuma 425 USD per metrik ton atau
>> sekitar kurang dari Rp 4.300,- per ltr,” ungkap sumber seperti dikutip
>> Zulhendri seperti dikutip radaronline.co.id, Kamis (13/6/2013).
>>
>>  “Melalui Petral angka 425 tersebut dimark up 300 USD sehingga menjadi
>> 725 USD dan oleh Pertamina disempurnakan mark up-nya menjadi 950 USD, angka
>> inilah yang kemudian disebut sebagai harga pasar yang mengharuskan adanya
>> istilah subsidi tersebut. Luar biasa bajingan Mas!!" tambah sumber di
>> Pertamina tadi.
>>
>>  Apakah hal tersebut benar? “Jika benar, artinya mark up yang dilakukan
>> mencapai 100%, dari harga 425 USD menjadi 950 USD, yakni Petral mengambil
>> keuntungan 300 USD dan Pertamina mengambil keuntungan 125 USD,” jawab
>> Zulhendri.
>>
>>  Hal ini, menurutnya, tidak mungkin terjadi Mark Up jika Petral langsung
>> membeli minyak ke Produsen (NOC). Jelas bahwa ini mengindikasi PT Pertamina
>> Energy Trading (Petral) anak usaha PT Pertamina (Persero) masih menggunakan
>> Perantara (Mafia Minyak) dalam melakukan pembelian Minyak Mentah. “Tidak
>> hanya itu, bahkan ada dugaan kuat juga Mark Up yang dilakukan PT Pertamina
>> (Persero) sebesar 125 USD dicurigai sebagai bentuk Upeti/Commitment Fee
>> dari Karen Agustiawan (Dirut Pertamina) yang diduga diberikan kepada Ani
>> Yudhoyono untuk mempertahankan posisinya sebagai Dirut Pertamina,” bebernya
>> pula. [Ahmed Widad]
>>
>>
>> *Salam dan Terima Kasih,*
>> *Dedi Suryadi*
>>
>>
>>
>> _____________________________________________________________________________
>>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka
>> Yang Berani Bertindak Dan   *****
>>       ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
>> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
>>
>> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>>           "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for
>> The Others" (Hadith by Bukhari)
>>
>> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
>> ".....*****
>>                   "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You
>> ..."
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke