[image: andre-2013] <http://andrerosiade.com>
*Pertanyaan: *

**)Bagaimana kinerja Walikota Sawahlunto Amran Nur (yang berhasil
menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya secara signifikan hingga menjadi
kedua terendah se-Indonesia setelah Denpasar) bisa diduplikasi dan
dijadikan standar acuan kerja bagi walikota lain di seantero Minang?
**
*)Apa yang menyebabkan Amran Nur berhasil mengelola wilayah yang
dipimpinnya?*
*Sawahlunto No 2 Terendah Angka Kemiskinan di Indonesia*

*JAWABAN :*

(Mungkin dapek diambiak dari  barita nan dimuek koran Padang Ekspres,
Selasa, 05/07/2011 , nan tampaknyo  cukuik jaleh mambaritahu baa mako Pak
Walikota Sawahlunto naiak daun bana kini).


*+)P**enurunan angka kemiskinan di kota berpenduduk 56 ribu jiwa itu
berkurang sejak digulirkannya pogram ekonomi kerayatan dan kepariwisataan.*

*+)Program ekonomi kerayatan seperti tanaman coklat masyarakat sebagian
besar telah ber-produksi.
*

*+)Bidang kepariwisataan, kunjungan wisatawan ke Sawahlunto meningkat
signifikan,

+)Tingkat keberhasilan kota Sawahlunto dalam menekan angka kemiskinan,
juga dibarengi
dengan kinerja pemerintahannya yang dinilai berhasil*

Nah, maliek hasia karajo Walikota Sawahlunto (nan alah duo periode manjadi
"urang nomor satu" di Sawahlunto) alah dibukak kulik tampak isi dek koran
lokal, raso-rasonyo buek Kapalo Daerah di Minangkabau nan namuah maikua-i
prestasi nasional nan dibuek Angku Amran Nur nantun, tantu indak baitu
payah bana doh. Cuma syaraik nan takhia nan (sabana-bana) paralu ditiru,
yaitu  karajo kareh, dan barasiah (bahaso Rang Pasienyo : "indak maliang;
indak manjadi tungkek mambaok rabah").

Nah, iyo sengan ko sajo dulu dari ambo.

Salam.....................,

*mm****

Lk-2, 58, Bks
[image: 11-xl-line] <http://xl.co.id>

[ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar

Walikota Sawahlunto Amran Nur,mengemukakan, Hasil pendataan BPS tahun 2009,
kota Sawahlunto no,2 terendah angka kemiskinannya di Indonesia, setelah
kota Denpasar  Bali dengan prosentase   2,20 %, sementara kota wisata
tambang Sawahlunto diurutan kedua ,  2,42 %.

Walikota Sawahlunto Amran Nur mengakui penurunan angka kemiskinan di kota
berpenduduk 56 ribu jiwa itu berkurang sejak digulirkannya pogram ekonomi
kerayatan dan kepariwisataan.

Lima tahun kebelakang, tepatnya tahun 2006 lalu, program ekonomi kerayatan
seperti tanaman coklat masyarakat sebagian besar telah ber-produksi. Begitu
juga bidang kepariwisataan, kunjungan wisatawan ke Sawahlunto meningkat
signifikan,

“ Jika tahun 2004 lalu, kunjunan wisatawan ke Sawahlunto hanya, 14
ribu/tahun, namun pada tahun 2006 tersebut,  sarana (obyek )wisata
Waterboom satu-satunya permandian keluarga  yang ada di Sumatera Barat
mendapat kunjungan cukup banyak, dari berbagai daerah, tidak hanya Sumbar,
bahkan propinsi terdekat seperti, Riau dan Jambi berwisata ke Sawahlunto,”
ujar Walikota  Sawahlunto Amran Nur pada koran ini, di Balai kota,
kemaren(4/7).

Tahun 2003 lalu diakui Amran Nur, angka kemiskinan di kota tambang itu
cukup banyak mencapai 3290, KK. Ekonomi sangat sulit kaarena tambaang
terbuka, PT BA, berhenti berpoduksi. Imbasnya, nilai pertumbuhan ekonomi
Sawahlunto negatif pada priode 2003 itu, malahan aktifitas ekonomi hampir
seluruh sektor, seperti, perdagangan-industri-ukm pariwisata maupun jasa
lainnya  tidak bergerak. Kota Sawahlunto saat itu bagaikankota mati,”
tandas putra terbaik nagari Talawi yang  menjadi orang nomor satu 2 priode
itu.

Amran Nur, mengakui, saat itu, pemerintah kota, diakuinya  tidak siap,
menghadapi kondisi tidak menguntungkan  itu, sebagian masyarakat Sawahlunto
memang menggantungkan kehidupannya dari mutiara hitam(batubara) tersebut,
Namun walikota berlatar belakang pengusaha  ini, tidak kehilangan akal dan
berpikir cepat dan praktis.

Program yang dikucurkan yang erat kaitannya  dengan masyarakat, yaitu
program ekonomi kerayatan sektor pertanian-perkebunan-ukm serta pariwisata.
Teryata program yang digagas, berhasil.“ Hanya dalam waktu  2,5 tahun,
tanaman coklat masyarakat mulai berproduksi. Begitu juga program
kepariwistaan,  seperti, Waterboom, ramai dikunjungi orang dari berbagai
daerah, sekitar 3000 pengunjung/hari yang  datang untuk mandi di- waterboom
yang  baru pertama kali ada di Sumbar  ini,” tandas Amran.

Dari hasil pendataan BPS, tahun 2009 itu,  juga mengungkapkan in-come
per-kapita kota Sawahlunto  juga meningkat yan mencapai Rp.18,6
juta/tahunnya. Di tahun 2013, saya  berharap income perkapita warga
Sawahlunto bisa meningkat lagi menjadi Rp25 juta/tahunnya.imbuhnya.

Tingkat keberhasilan kota Sawahlunto dalam menekan angka kemiskinan, juga
dibarengi dengan kinerja pemerintahannya yang dinilai berhasil oleh,
kementerian departemen dalam negeri, dimana kota Sawahlunto masuk rangking
6 tingkat nasional pada bulan lalu (hy).

[image: 11-xl-line] <http://xl.co.id>

[ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar


Pada 3 Juli 2013 11.01, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis:

> Pertanyaannya: bagaimana kinerja Walikota Sawahlunto Amran Nur (yang
> berhasil menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya secara signifikan hingga
> menjadi kedua terendah se-Indonesia setelah Denpasar) bisa diduplikasi dan
> dijadikan standar acuan kerja bagi walikota lain di seantero Minang? Apa
> yang menyebabkan Amran Nur berhasil mengelola wilayah yang dipimpinnya?
>
> Mungkin ado dunsanak yang bisa menjelaskan?
>
> Salam,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
> Pada Rabu, 03 Juli 2013, Nofend St. Mudo menulis:
>
> Rabu, 03 Juli 2013 01:45
>>
>> Anjloknya harga berbagai komoditi pertanian yang dihasilkan petani
>> Sumatera Barat, seperti karet, kelapa sawit, gambir, pinang dan lainnya
>> sejak setahun terakhir ternyata mendongkrak jumlah angka penduduk miskin.
>>
>> Menurut data Badan Pusat Statisitik (BPS) jumlah penduduk miskin Sumatera
>> Barat mulai Bulan September 2012 hingga Maret 2013 mengalami kenaikan
>> sekitar 8 persen atau bertambah sekitar 9.600 orang. Jumlah penduduk miskin
>> Sumatera Barat berjumlah 407.470 atau 8,14 persen dari jumlah total
>> penduduk daerah ini yang berjumlah 5,8 juta jiwa.
>>
>> Berkemungkinan besar, jumlah penduduk miskin Sumatera Barat untuk
>> penghitungan enam bulan berikutnya juga akan terjadi kenaikan lagi.
>> Asumsinya, kenaikkan jumlah warga miskin tersebut disebabkan karena naiknya
>> harga bahan bakar minyak (BBM) yang nyata-nyata mengatrol harga berbagai
>> kebutuhan pokok.
>>
>> Dengan realitas harga hasil berbagai komoditi pertanian masyarakat
>> Sumatera Barat yang tak kunjung membaik hingga akhir-akhir ini (termasuk
>> pasca kenaikan harga BBM), maka bisa diprediksikan kondisi kehidupan
>> masyarakat untuk enam bulan ke depan, akan semakin susah. Sebagian
>> masyarakat akan amat kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari,
>> karena harga-harga meroket, sementara penghasilan mereka semakin turun dan
>> terancam tak bergerak.
>>
>> Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri MA diwakili Pj
>> Humas Armaya S Kom mengatakan BPS mengukur kemiskinan, dengan menggunakan
>> konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Sehingga,
>> dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap
>> total penduduk. Jadi, dari perhitungan itu, BPS mendapatkan data kemiskinan
>> Sumbar, naik cukup signifikan dari data sebelumnya, yakni dari 8 persen
>> menjadi 8,14 persen.
>>
>> Yomin menjelaskan bila ditelaah secara mendalam, persentase penduduk
>> miskin di daerah pedesaan lebih tinggi dibanding daerah perkotaan. Di mana,
>> lebih dari dua per tiga, tepatnya 70,67 persen, penduduk miskin tinggal di
>> daerah perdesaan. Sedangkan selebihnya adalah penduduk miskin yang ada di
>> perkotaan.
>>
>> Berdasarkan keterangan BPS di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
>> jatuhnya harga berbagai komoditi hasil pertanian masyarakat Sumatera Barat
>> menyebabkan hidup masyarakat pedesaan semakin berat. Di satu sisi harga BBM
>> bersubsidi dan harga berbagai kebutuhan pokok lainnya naik, sementara di
>> sisi lain penghasilan petani terus anjlok seiring dengan anjloknya dan
>> tidak membaiknya harga hasil pertanian.
>>
>> Kepala BPS Suryamin mengatakan, sebanyak 28,07 juta atau 11,37 persen
>> rakyat Indonesia masih ada di bawah garis kemiskinan. Jumlah penduduk
>> miskin itu berkurang 520.000 orang dibanding September 2012 yang mencapai
>> 28,59 juta orang atau 11,66 persen. Meskipun terjadi penurunan jumlah namun
>> penurunannya sangat lambat.
>>
>> Seseorang dikatakan penduduk miskin, bila memiliki rata-rata pengeluaran
>> per kapita per bulan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori (kkal) atau
>> setara dengan konsumsi Rp271.626 per kapita (per orang) per bulan, naik
>> dibanding posisi September yang sebesar Rp 259.520 per kapita per bulan.
>>
>> Bila pengeluaran seseorang dalam satu bulan di bawah Rp 271.626, maka
>> orang tersebut masuk kategori penduduk miskin. Bila satu keluarga terdiri
>> dari bapak, ibu, dan dua orang anak, konsumsinya di bawah Rp 1.086.504,
>> maka keluarga itu masuk kategori keluarga miskin.
>>
>> Data penduduk miskin Sumatera Barat yang disampaikan BPS seharusnya
>> berguna sebagai bahan refleksi dan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk
>> melakukan berbagai pembenahan. Namun demikian, Sekda Sumbar Ali Asmar
>> mengatakan, data yang dibuat oleh BPS tersebut, adalah data yang diolah
>> melalui rumus, dan aplikasi tertentu. Sehingga, data kemiskinan tersebut,
>> cenderung mengalami perbedaan dengan data yang ada di lapangan.
>>
>> Rasanya tepisan dari Sekda Sumbar Ali Asmar bukan pada tempatnya. Sebab
>> sejauh ini ketika bicara angka-angka dan data, mayoritas institusi tetap
>> mengacu kepada data-data dan angka-angka yang dimiliki BPS. Apalagi Pemprov
>> Sumbar tidak memiliki data akurat dan konkrit sebagai angka pembanding.
>>
>> Tentunya kita berharap angka kemiskinan Sumatera Barat yang 8,14 persen
>> (407.470 orang) dari total  jumlah penduduk Sumatera Barat 5,8 juta jiwa
>> untuk beberapa bulan ke depan tidak naik lagi. Caranya memang Pemerintah
>> Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota/Kabupaten lainnya bekerja
>> ekstra untuk membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
>>
>> Perbaikan tersebut mungkin saja terjadi, seperti halnya Walikota
>> Sawahlunto Amran Nur Periode 2003-2008 dan 2008-2013 bekerja keras
>> membangun Sawahlunto dari kota mati menjadi kota impian. Tahun 2009 jumlah
>> angka kemiskinan di Sawahlunto terendah kedua di Indonesia setelah
>> Denpasar, Bali. Sawahlunto 2,42 persen, sedangkan Denpasar 2,20 persen. ***
>>
>>
>>
>> http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24585:penduduk-miskin-sumbar-meningkat-dan-akan-bertambah&catid=13:haluan-kita&Itemid=189
>>
>> --
>> *
>> *
>> *Wassalam
>>
>> *
>> *Nofend St. Mudo
>> 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
>> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
>> *
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke