Pak TR Analisa yg tajam dari pada berbicara angka statistik..dibalik angka itu memang faktor nan Pak TR uraikan sebagai salah satu pendorong jauhnya angka kemiskinan dibandingkan daerah2 lain.
Kan lah samo2 wak caliak kondisi Rill di masy banyak dipelosok Riau sambia bakarajo kan sebagai pembanding.baa bana etos kerja atau istilah Pak TR "perfomance" Kadang yo salut awak jo perfomance urang subarang di rantau ko, karajo kareh ditingkek atau dikarako kasanyo luar biaso, cukuik disadiokan sembakonyo..alah tu, indak ado uang tingga bagai dulu buek klga Ado borongan mambuek banda/galian proyek..secaro kelompok mereka , tarang bulan bagai namuah karajo sampai jam 11 malam sasudah lapeh makan malam..iko lah ambo buktikan lansuang, salasai borongan baritungan lai..yo mambaok kepeang pulang nan lumayan dalam arti bisa jadi untuak hal2 yg produktif baladang atau batani dikumpua saketek-ketek, hemat sahinggo bisa stabil hiduiknyo secara hiduik sederhana dan layak kalo indak dikecekan miskin. Indak ado istilah bagi mereka dapek borongan tu "tumbur" maksudnyo bon dilapau banyak, pinjaman ado lo untuak hal2 yg digunokan buek foya2 kesenangan sesaat..pas barituang draw-draw sajo atau ndak sabara lai pitih di baok pulang. Wass-Jepe Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Wed, 3 Jul 2013 15:23:27 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] PENDUDUK MISKIN SUMBAR MENINGKAT DAN AKAN BERTAMBAH Selain itu harus diperhatikan pulo komposisi penduduk disitu Sebagai mana sering disebut, Sawahlunto merupakan Indonesia Mini karena hampir semua suku2 besar yang ada di Indonesia ikut bermukim disini Sejumlah dari mereka mungkin saja merupakan keturunan Orang Rante maupun Koeli Kontrak jaman Belanda Doeloe yang tidak kembali lagi kekampungnya Termasuk juga keluarga Pensiunan PN Tambang Batu Bara Ombilin/PNTBO di era Indonesia Merdeka Karyawan PN TBO ini banyak juga yang berasal dari keturunan mereka yang pernah bekerja disini sebelumnya Mereka umumnya menempati sejumlah perkampungan dekat perumahan yang dibangun sejak jaman Belanda dulu dan sedikit perumahan yang baru dibangun untuk Proyek PLTU Salak Perumahan2 ini disini biasa disebut Tangsi. Yang terkenal tentu Tangsi Rante yang banyak sejarahnya Sama2 kita ketahui, performance urang subarang itu indak samo jo urang awak nan lamo duduak di lapau pado di Ladang Jadi walaupun mereka sekarang tidak terlibat lagi dalam industri Batu Bara, tapi dengan keuletannya mereka banyak mengusahakan tanah yang mungkin bekas konsesi Batu Bara dulu dan tidak ada dieksploitasi Untuk itu mereka siap untuk hidup sesederhana mungkin sampai tujuannya tercapai Jadi istilah besar pasak dari tiang mungkin tidak banyak ada disini Ambo raso kesuksesan itu banyak dipengaruhi beratnya kehidupan masa lalu. Sehingga mereka termotivasi untuk merobah nasibnyo Untuk keturunan Cina, dari beberapa KK yang ada disini ado juo nan sukses seperti Wanandi Bersaudara yang menjadi Pengusaha cukup berpengaruh di negeri ini Kalau mencari Orang Asli mungkin hanya disekitar Muaro Kalaban dan Silungkang serta daerah Lunto yg berdekatan dengan stasiun Kereta Api Termasuk juga arah ke Sijantang sampai ke Talawi yang ada makam Muhammad Yamin Jadi kalau ingin mencari Kerapatan Adat Nagari/KAN mungkin tidak setiap Kelurahan ada Karena si Minang disitu bisa saja jadi Minoritas Itu sedikit kenangan ambo di Kota Arang ini ---TR ( Mantan Opzetter th 75-76 nan tingga di Mess Poland) Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Muchwardi Muchtar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 3 Jul 2013 21:57:52 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] PENDUDUK MISKIN SUMBAR MENINGKAT DAN AKAN BERTAMBAH [image: andre-2013] <http://andrerosiade.com> *Pertanyaan: * **)Bagaimana kinerja Walikota Sawahlunto Amran Nur (yang berhasil menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya secara signifikan hingga menjadi kedua terendah se-Indonesia setelah Denpasar) bisa diduplikasi dan dijadikan standar acuan kerja bagi walikota lain di seantero Minang? ** *)Apa yang menyebabkan Amran Nur berhasil mengelola wilayah yang dipimpinnya?* *Sawahlunto No 2 Terendah Angka Kemiskinan di Indonesia* *JAWABAN :* (Mungkin dapek diambiak dari barita nan dimuek koran Padang Ekspres, Selasa, 05/07/2011 , nan tampaknyo cukuik jaleh mambaritahu baa mako Pak Walikota Sawahlunto naiak daun bana kini). *+)P**enurunan angka kemiskinan di kota berpenduduk 56 ribu jiwa itu berkurang sejak digulirkannya pogram ekonomi kerayatan dan kepariwisataan.* *+)Program ekonomi kerayatan seperti tanaman coklat masyarakat sebagian besar telah ber-produksi. * *+)Bidang kepariwisataan, kunjungan wisatawan ke Sawahlunto meningkat signifikan, +)Tingkat keberhasilan kota Sawahlunto dalam menekan angka kemiskinan, juga dibarengi dengan kinerja pemerintahannya yang dinilai berhasil* Nah, maliek hasia karajo Walikota Sawahlunto (nan alah duo periode manjadi "urang nomor satu" di Sawahlunto) alah dibukak kulik tampak isi dek koran lokal, raso-rasonyo buek Kapalo Daerah di Minangkabau nan namuah maikua-i prestasi nasional nan dibuek Angku Amran Nur nantun, tantu indak baitu payah bana doh. Cuma syaraik nan takhia nan (sabana-bana) paralu ditiru, yaitu karajo kareh, dan barasiah (bahaso Rang Pasienyo : "indak maliang; indak manjadi tungkek mambaok rabah"). Nah, iyo sengan ko sajo dulu dari ambo. Salam....................., *mm**** Lk-2, 58, Bks [image: 11-xl-line] <http://xl.co.id> [ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar Walikota Sawahlunto Amran Nur,mengemukakan, Hasil pendataan BPS tahun 2009, kota Sawahlunto no,2 terendah angka kemiskinannya di Indonesia, setelah kota Denpasar Bali dengan prosentase 2,20 %, sementara kota wisata tambang Sawahlunto diurutan kedua , 2,42 %. Walikota Sawahlunto Amran Nur mengakui penurunan angka kemiskinan di kota berpenduduk 56 ribu jiwa itu berkurang sejak digulirkannya pogram ekonomi kerayatan dan kepariwisataan. Lima tahun kebelakang, tepatnya tahun 2006 lalu, program ekonomi kerayatan seperti tanaman coklat masyarakat sebagian besar telah ber-produksi. Begitu juga bidang kepariwisataan, kunjungan wisatawan ke Sawahlunto meningkat signifikan, “ Jika tahun 2004 lalu, kunjunan wisatawan ke Sawahlunto hanya, 14 ribu/tahun, namun pada tahun 2006 tersebut, sarana (obyek )wisata Waterboom satu-satunya permandian keluarga yang ada di Sumatera Barat mendapat kunjungan cukup banyak, dari berbagai daerah, tidak hanya Sumbar, bahkan propinsi terdekat seperti, Riau dan Jambi berwisata ke Sawahlunto,” ujar Walikota Sawahlunto Amran Nur pada koran ini, di Balai kota, kemaren(4/7). Tahun 2003 lalu diakui Amran Nur, angka kemiskinan di kota tambang itu cukup banyak mencapai 3290, KK. Ekonomi sangat sulit kaarena tambaang terbuka, PT BA, berhenti berpoduksi. Imbasnya, nilai pertumbuhan ekonomi Sawahlunto negatif pada priode 2003 itu, malahan aktifitas ekonomi hampir seluruh sektor, seperti, perdagangan-industri-ukm pariwisata maupun jasa lainnya tidak bergerak. Kota Sawahlunto saat itu bagaikankota mati,” tandas putra terbaik nagari Talawi yang menjadi orang nomor satu 2 priode itu. Amran Nur, mengakui, saat itu, pemerintah kota, diakuinya tidak siap, menghadapi kondisi tidak menguntungkan itu, sebagian masyarakat Sawahlunto memang menggantungkan kehidupannya dari mutiara hitam(batubara) tersebut, Namun walikota berlatar belakang pengusaha ini, tidak kehilangan akal dan berpikir cepat dan praktis. Program yang dikucurkan yang erat kaitannya dengan masyarakat, yaitu program ekonomi kerayatan sektor pertanian-perkebunan-ukm serta pariwisata. Teryata program yang digagas, berhasil.“ Hanya dalam waktu 2,5 tahun, tanaman coklat masyarakat mulai berproduksi. Begitu juga program kepariwistaan, seperti, Waterboom, ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah, sekitar 3000 pengunjung/hari yang datang untuk mandi di- waterboom yang baru pertama kali ada di Sumbar ini,” tandas Amran. Dari hasil pendataan BPS, tahun 2009 itu, juga mengungkapkan in-come per-kapita kota Sawahlunto juga meningkat yan mencapai Rp.18,6 juta/tahunnya. Di tahun 2013, saya berharap income perkapita warga Sawahlunto bisa meningkat lagi menjadi Rp25 juta/tahunnya.imbuhnya. Tingkat keberhasilan kota Sawahlunto dalam menekan angka kemiskinan, juga dibarengi dengan kinerja pemerintahannya yang dinilai berhasil oleh, kementerian departemen dalam negeri, dimana kota Sawahlunto masuk rangking 6 tingkat nasional pada bulan lalu (hy). [image: 11-xl-line] <http://xl.co.id> [ Red/ ]- Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar Pada 3 Juli 2013 11.01, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis: > Pertanyaannya: bagaimana kinerja Walikota Sawahlunto Amran Nur (yang > berhasil menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya secara signifikan hingga > menjadi kedua terendah se-Indonesia setelah Denpasar) bisa diduplikasi dan > dijadikan standar acuan kerja bagi walikota lain di seantero Minang? Apa > yang menyebabkan Amran Nur berhasil mengelola wilayah yang dipimpinnya? > > Mungkin ado dunsanak yang bisa menjelaskan? > > Salam, > > ANB > 45, Cibubur > > Pada Rabu, 03 Juli 2013, Nofend St. Mudo menulis: > > Rabu, 03 Juli 2013 01:45 >> >> Anjloknya harga berbagai komoditi pertanian yang dihasilkan petani >> Sumatera Barat, seperti karet, kelapa sawit, gambir, pinang dan lainnya >> sejak setahun terakhir ternyata mendongkrak jumlah angka penduduk miskin. >> >> Menurut data Badan Pusat Statisitik (BPS) jumlah penduduk miskin Sumatera >> Barat mulai Bulan September 2012 hingga Maret 2013 mengalami kenaikan >> sekitar 8 persen atau bertambah sekitar 9.600 orang. Jumlah penduduk miskin >> Sumatera Barat berjumlah 407.470 atau 8,14 persen dari jumlah total >> penduduk daerah ini yang berjumlah 5,8 juta jiwa. >> >> Berkemungkinan besar, jumlah penduduk miskin Sumatera Barat untuk >> penghitungan enam bulan berikutnya juga akan terjadi kenaikan lagi. >> Asumsinya, kenaikkan jumlah warga miskin tersebut disebabkan karena naiknya >> harga bahan bakar minyak (BBM) yang nyata-nyata mengatrol harga berbagai >> kebutuhan pokok. >> >> Dengan realitas harga hasil berbagai komoditi pertanian masyarakat >> Sumatera Barat yang tak kunjung membaik hingga akhir-akhir ini (termasuk >> pasca kenaikan harga BBM), maka bisa diprediksikan kondisi kehidupan >> masyarakat untuk enam bulan ke depan, akan semakin susah. Sebagian >> masyarakat akan amat kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari, >> karena harga-harga meroket, sementara penghasilan mereka semakin turun dan >> terancam tak bergerak. >> >> Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri MA diwakili Pj >> Humas Armaya S Kom mengatakan BPS mengukur kemiskinan, dengan menggunakan >> konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Sehingga, >> dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap >> total penduduk. Jadi, dari perhitungan itu, BPS mendapatkan data kemiskinan >> Sumbar, naik cukup signifikan dari data sebelumnya, yakni dari 8 persen >> menjadi 8,14 persen. >> >> Yomin menjelaskan bila ditelaah secara mendalam, persentase penduduk >> miskin di daerah pedesaan lebih tinggi dibanding daerah perkotaan. Di mana, >> lebih dari dua per tiga, tepatnya 70,67 persen, penduduk miskin tinggal di >> daerah perdesaan. Sedangkan selebihnya adalah penduduk miskin yang ada di >> perkotaan. >> >> Berdasarkan keterangan BPS di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa >> jatuhnya harga berbagai komoditi hasil pertanian masyarakat Sumatera Barat >> menyebabkan hidup masyarakat pedesaan semakin berat. Di satu sisi harga BBM >> bersubsidi dan harga berbagai kebutuhan pokok lainnya naik, sementara di >> sisi lain penghasilan petani terus anjlok seiring dengan anjloknya dan >> tidak membaiknya harga hasil pertanian. >> >> Kepala BPS Suryamin mengatakan, sebanyak 28,07 juta atau 11,37 persen >> rakyat Indonesia masih ada di bawah garis kemiskinan. Jumlah penduduk >> miskin itu berkurang 520.000 orang dibanding September 2012 yang mencapai >> 28,59 juta orang atau 11,66 persen. Meskipun terjadi penurunan jumlah namun >> penurunannya sangat lambat. >> >> Seseorang dikatakan penduduk miskin, bila memiliki rata-rata pengeluaran >> per kapita per bulan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori (kkal) atau >> setara dengan konsumsi Rp271.626 per kapita (per orang) per bulan, naik >> dibanding posisi September yang sebesar Rp 259.520 per kapita per bulan. >> >> Bila pengeluaran seseorang dalam satu bulan di bawah Rp 271.626, maka >> orang tersebut masuk kategori penduduk miskin. Bila satu keluarga terdiri >> dari bapak, ibu, dan dua orang anak, konsumsinya di bawah Rp 1.086.504, >> maka keluarga itu masuk kategori keluarga miskin. >> >> Data penduduk miskin Sumatera Barat yang disampaikan BPS seharusnya >> berguna sebagai bahan refleksi dan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk >> melakukan berbagai pembenahan. Namun demikian, Sekda Sumbar Ali Asmar >> mengatakan, data yang dibuat oleh BPS tersebut, adalah data yang diolah >> melalui rumus, dan aplikasi tertentu. Sehingga, data kemiskinan tersebut, >> cenderung mengalami perbedaan dengan data yang ada di lapangan. >> >> Rasanya tepisan dari Sekda Sumbar Ali Asmar bukan pada tempatnya. Sebab >> sejauh ini ketika bicara angka-angka dan data, mayoritas institusi tetap >> mengacu kepada data-data dan angka-angka yang dimiliki BPS. Apalagi Pemprov >> Sumbar tidak memiliki data akurat dan konkrit sebagai angka pembanding. >> >> Tentunya kita berharap angka kemiskinan Sumatera Barat yang 8,14 persen >> (407.470 orang) dari total jumlah penduduk Sumatera Barat 5,8 juta jiwa >> untuk beberapa bulan ke depan tidak naik lagi. Caranya memang Pemerintah >> Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota/Kabupaten lainnya bekerja >> ekstra untuk membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. >> >> Perbaikan tersebut mungkin saja terjadi, seperti halnya Walikota >> Sawahlunto Amran Nur Periode 2003-2008 dan 2008-2013 bekerja keras >> membangun Sawahlunto dari kota mati menjadi kota impian. Tahun 2009 jumlah >> angka kemiskinan di Sawahlunto terendah kedua di Indonesia setelah >> Denpasar, Bali. Sawahlunto 2,42 persen, sedangkan Denpasar 2,20 persen. *** >> >> >> >> http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24585:penduduk-miskin-sumbar-meningkat-dan-akan-bertambah&catid=13:haluan-kita&Itemid=189 >> >> -- >> * >> * >> *Wassalam >> >> * >> *Nofend St. Mudo >> 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan >> Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola >> * >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> >> >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
