Minta ijin ambo copas untuak milis taklim di PT ambo Mak Zultan..
Tamasuak jo yang sudah-sudah, ambo copas alun minta ijin lai.. :)
*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan *****
******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
Pada 15 Juli 2013 21.20, ZulTan <[email protected]> menulis:
>
> January 12, 2011 By
> Abu Dujanah
>
> kisahmuallaf.com – Dilahirkan dengan menyandang nama besar Maramis,
> kehidupan yang dilalui oleh Roger Maramis sangatlah
> unik dan penuh tantangan. Ia merupakan keponakan dari tokoh nasionalis
> Kristen asal Manado dan mantan menteri keuangan Republik
> Indonesia yang pertama, yaitu Alexander Andris Maramis atau biasa dikenal
> dengan Mr AA Maramis.
>
> Ayahnya bernama Bernardus Maramis dan merupakan adik bungsu dari AA
> Maramis sementara ibunya bernama Lili Amelia. Seperti keluarga yang
> bermarga Maramis lainnya, Roger dilahirkan dalam lingkungan Kristen yang
> taat.
> Bahkan Ia menjadi seorang
> evangelis (penginjil) yang tugas utamanya melakukan kristenisasi dengan
> sasaran umat Islam.
>
> Roger dilahirkan di Malang, 26 Juni 1964. Seperti keluarga Maramis
> lainnya, dia sangat taat menjalankan ibadah Kristen. Ia kemudian masuk
> sekolah teologi di Bandung. Lulus dari sekolah teologi, ia kemudian menjadi
> seorang penginjil. Tugasnya adalah masuk ke daerah-daerah di mana banyak
> umat Islam namun secara ekonomi kehidupan mereka melarat. Dengan berkedok
> membantu secara ekonomi, Roger kemudian melancarkan jurus-jurusnya sebagai
> penginjil.
>
> Berbagai daerah di Indonesia pernah dimasukinya. Berkat usahanya, menurut
> pengakuannya, sekitar 99 orang Islam berhasil dikristenkannya. ”Dari
> tadinya melarat, saya bantu sampai kaya. Jadi mereka pun tidak berdaya
> ketika saya baptis,” ujarnya kepada Republika pekan lalu.
> Namun seiring dengan kegiatannya sebagi penginjil, Roger selalu merenung
> untuk mencari kebenaran hakiki. Ia pun sering bertanya-tanya kenapa hanya
> orang Islam yang dijadikan target kristenisasi. Ada apa dengan Islam. Dalam
> hati kecilnya, ia mengakui bahwa tindakannya melakukan kristenisasi adalah
> tindakan yang curang. ”Saya kemudian melakukan doa malam agar ditunjukkan
> mana yang benar apakah Bibel atau Alquran,” ujarnya menceritakan perenungan
> batinnya.
>
> Pada fase perenungan itu, Roger mengaku dilanda kebingungan. ”Saya
> bingung, umat Kristen menuding umat Islam sebagai kafir. Begitu juga umat
> Islam menuding umat Kristen yang kafir,” katanya.
> Perenungan dan doanya kemudian menghasilkan sebuah pengalaman gaib pada
> suatu malam sekitar 1987-an. Antara sadar dan tidak, Roger melihat sebuah
> sinar masuk ke kamar tidurnya dan menerangi kamarnya dengan sangat terang
> dan belum pernah dialaminya seumur hidupnya.
> Roger pun menceritakan bahwa dari kedua sinar tersebut muncul dua kitab
> yaitu Bibel dan Alquran. ”Namun sinar dari Alquran lebih terang dan
> akhirnya menutupi sinar yang keluar dari Bibel,” katanya. Ia kemudian
> bertanya-tanya apakah ini petunjuk dari Tuhan kepadanya atas pergolakan
> batin yang dialaminya saat itu.
> Kemudian secara ajaib, Alquran yang dilihatnya itu tiba-tiba terbuka
> pada surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi, ”Sesungguhnya agama yang paling
> mulia di sisi Allah adalah Islam”. ”Saya belum yakin apakah itu mimpi atau
> nyata,” katanya. Akhirnya dengan kesibukannya sebagai penginjil, pikirannya
> beralih dari pengalaman itu. Namun ia tidak lupa sama sekali dengan
> pengalamannya itu.
>
> Lima tahun kemudian, tepatnya 8 September 1992, Roger mengaku mengalami
> lagi kejadian tersebut dengan alur yang hampir persis sama. Dan ketika
> terjaga, ia yakin bahwa itu merupakan hidayah dari Allah SWT. Akhirnya ia
> bertekad untuk meyakini Islam sebagai agama yang benar. ”Allah telah
> mendengar doa saya,” ujarnya.
>
> Sejak saat itu, Roger mulai sering ke masjid untuk belajar tata cara
> shalat. Lama kelamaan ia menguasai cara melakukan shalat. Selama setahun
> kemudian, ia telah menjalankan ibadah shalat meskipun belum mengucapkan dua
> kalimat syahadat sebagai tanda memeluk Islam. ”Saya berpendapat waktu itu
> apabila telah shalat berarti telah Islam. Sebab kalimat syahadat terucap
> secara langsung ketika shalat,” ujarnya. Namun para ustadz di masjid tempat
> dirinya biasanya shalat, menganjurkannya untuk meresmikan masuknya ke dalam
> Islam dengan ikrar dua kalimat syahadat.
>
> Alkisah, Roger pun menuruti anjuran para ustadz itu. Pada 25 September
> 1993, akhirnya Roger mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat di Masjid Cut
> Meutia, Menteng Raya, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Maulid
> Nabi Muhammad SAW. Ikrarnya itu disaksikan sekitar dua ribu jamaah masjid
> dan dibimbing oleh Ustadz Abdul Aziz.
>
> Sebenarnya, sebelum memeluk Islam, Roger sering berdialog dengan KH
> Abdullah Wasian, seorang ulama di Surabaya. Ia mengaku ingin mengajak ulama
> itu untuk pindah ke agama Kristen. Namun yang terjadi bukan sang kiai yang
> terpengaruh justru Rogerlah yang terpengaruh oleh argumen-argumen sang
> kiai. Dalam dialog mengenai kandungan Bibel dan Alquran, Roger mengaku
> selalu kalah argumen. ”Akhirnya saya semakin akrab dengan beliau dan ingin
> mendalami Islam secara sunguh-sungguh,” ungkapnya.
>
> Mengetahui dirinya masuk Islam, pihak keluarganya sangat berang. Bahkan
> ibunya sendiri sudah menganggapnya tidak ada dan tidak mau mengakui Roger
> sebagai anaknya. Sementara ayah kandungnya sudah meninggal pada 1980-an.
> Pihak gereja pun turun tangan dan membujuknya untuk kembali kepada agamanya
> dulu. Namun keyakinan Roger tidak berubah lagi.
> Meskipun keluarga tidak melakukan intimidasi secara fisik, secara
> psikologis Roger merasa ditekan. Lontaran-lontaran kekecewaan dari
> keluarganya memaksanya keluar dari rumahnya. Teman-teman dekatnya pun
> melakukan teror lisan dan fitnah bahwa setelah masuk Islam, dirinya tidak
> mendapat ketenangan.
> Sampai klimaksnya, Roger mengalami teror secara fisik dari pihak-pihak
> yang tidak senang dengan keputusannya masuk Islam awal tahun ini. Namun
> Roger enggan membesarkan kasus ini karena dikhawatirkan dapat menimbulkan
> kerusuhan berbau SARA.
>
> Kini, Roger melakukan kegiatan dakwah selain sebagai
> penulis di Tabloid Jumat . Ia pun sedang menulis buku dengan judul Kilas
> Balik Tragedi Berdarah di Bumi Halmahera. Ia berharap bukunya itu dapat
> terbit tahun ini juga sebagai media dakwah.
>
> Hari-harinya kini diisi dengan misi dakwah Islam agar kaum muslimin
> terhindar dari praktik-praktik yang dulu dijalankannya sebagai evangelis.
> ”Umat Islam harus bersatu dan benar-benar mengamalkan konsep ukhuwah
> Islamiyah,” ujarnya. ”Jangan biarkan saudara kita melarat karena itu akan
> menjadi sasaran empuk pemurtadan!”
>
> Setelah memeluk agama Islam, namanya pun diganti dengan Yusuf Syahbudin
> Maramis. Ia pun enggan dipanggil dengan Roger dan meminta kepada Republika
> memanggilnya Yusuf saja.
>
> Catatan: Mohon maaf,
> beberapa paragraf sudah saya pertukar-letakkan dan penyebutan nama Yusuf
> saya tempatkan pada paragraf penutup saja. (ZulTan)
>
> Salam,
> ZulTan, L, 52, Bogor
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.