Jadih, Ded. Untuang-untuang tapinteh dek awak kristenisasi ko.
Salam, ZulTan, L, 52, Bogor -----Original Message----- From: Dedi Suryadi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 16 Jul 2013 09:08:56 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: 99 Orang Murtad karena Roger Minta ijin ambo copas untuak milis taklim di PT ambo Mak Zultan.. Tamasuak jo yang sudah-sudah, ambo copas alun minta ijin lai.. :) *Salam dan Terima Kasih,* *Dedi Suryadi* _____________________________________________________________________________ ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan ***** ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... ".....***** "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." Pada 15 Juli 2013 21.20, ZulTan <[email protected]> menulis: > > January 12, 2011 By > Abu Dujanah > > kisahmuallaf.com – Dilahirkan dengan menyandang nama besar Maramis, > kehidupan yang dilalui oleh Roger Maramis sangatlah > unik dan penuh tantangan. Ia merupakan keponakan dari tokoh nasionalis > Kristen asal Manado dan mantan menteri keuangan Republik > Indonesia yang pertama, yaitu Alexander Andris Maramis atau biasa dikenal > dengan Mr AA Maramis. > > Ayahnya bernama Bernardus Maramis dan merupakan adik bungsu dari AA > Maramis sementara ibunya bernama Lili Amelia. Seperti keluarga yang > bermarga Maramis lainnya, Roger dilahirkan dalam lingkungan Kristen yang > taat. > Bahkan Ia menjadi seorang > evangelis (penginjil) yang tugas utamanya melakukan kristenisasi dengan > sasaran umat Islam. > > Roger dilahirkan di Malang, 26 Juni 1964. Seperti keluarga Maramis > lainnya, dia sangat taat menjalankan ibadah Kristen. Ia kemudian masuk > sekolah teologi di Bandung. Lulus dari sekolah teologi, ia kemudian menjadi > seorang penginjil. Tugasnya adalah masuk ke daerah-daerah di mana banyak > umat Islam namun secara ekonomi kehidupan mereka melarat. Dengan berkedok > membantu secara ekonomi, Roger kemudian melancarkan jurus-jurusnya sebagai > penginjil. > > Berbagai daerah di Indonesia pernah dimasukinya. Berkat usahanya, menurut > pengakuannya, sekitar 99 orang Islam berhasil dikristenkannya. ”Dari > tadinya melarat, saya bantu sampai kaya. Jadi mereka pun tidak berdaya > ketika saya baptis,” ujarnya kepada Republika pekan lalu. > Namun seiring dengan kegiatannya sebagi penginjil, Roger selalu merenung > untuk mencari kebenaran hakiki. Ia pun sering bertanya-tanya kenapa hanya > orang Islam yang dijadikan target kristenisasi. Ada apa dengan Islam. Dalam > hati kecilnya, ia mengakui bahwa tindakannya melakukan kristenisasi adalah > tindakan yang curang. ”Saya kemudian melakukan doa malam agar ditunjukkan > mana yang benar apakah Bibel atau Alquran,” ujarnya menceritakan perenungan > batinnya. > > Pada fase perenungan itu, Roger mengaku dilanda kebingungan. ”Saya > bingung, umat Kristen menuding umat Islam sebagai kafir. Begitu juga umat > Islam menuding umat Kristen yang kafir,” katanya. > Perenungan dan doanya kemudian menghasilkan sebuah pengalaman gaib pada > suatu malam sekitar 1987-an. Antara sadar dan tidak, Roger melihat sebuah > sinar masuk ke kamar tidurnya dan menerangi kamarnya dengan sangat terang > dan belum pernah dialaminya seumur hidupnya. > Roger pun menceritakan bahwa dari kedua sinar tersebut muncul dua kitab > yaitu Bibel dan Alquran. ”Namun sinar dari Alquran lebih terang dan > akhirnya menutupi sinar yang keluar dari Bibel,” katanya. Ia kemudian > bertanya-tanya apakah ini petunjuk dari Tuhan kepadanya atas pergolakan > batin yang dialaminya saat itu. > Kemudian secara ajaib, Alquran yang dilihatnya itu tiba-tiba terbuka > pada surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi, ”Sesungguhnya agama yang paling > mulia di sisi Allah adalah Islam”. ”Saya belum yakin apakah itu mimpi atau > nyata,” katanya. Akhirnya dengan kesibukannya sebagai penginjil, pikirannya > beralih dari pengalaman itu. Namun ia tidak lupa sama sekali dengan > pengalamannya itu. > > Lima tahun kemudian, tepatnya 8 September 1992, Roger mengaku mengalami > lagi kejadian tersebut dengan alur yang hampir persis sama. Dan ketika > terjaga, ia yakin bahwa itu merupakan hidayah dari Allah SWT. Akhirnya ia > bertekad untuk meyakini Islam sebagai agama yang benar. ”Allah telah > mendengar doa saya,” ujarnya. > > Sejak saat itu, Roger mulai sering ke masjid untuk belajar tata cara > shalat. Lama kelamaan ia menguasai cara melakukan shalat. Selama setahun > kemudian, ia telah menjalankan ibadah shalat meskipun belum mengucapkan dua > kalimat syahadat sebagai tanda memeluk Islam. ”Saya berpendapat waktu itu > apabila telah shalat berarti telah Islam. Sebab kalimat syahadat terucap > secara langsung ketika shalat,” ujarnya. Namun para ustadz di masjid tempat > dirinya biasanya shalat, menganjurkannya untuk meresmikan masuknya ke dalam > Islam dengan ikrar dua kalimat syahadat. > > Alkisah, Roger pun menuruti anjuran para ustadz itu. Pada 25 September > 1993, akhirnya Roger mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat di Masjid Cut > Meutia, Menteng Raya, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Maulid > Nabi Muhammad SAW. Ikrarnya itu disaksikan sekitar dua ribu jamaah masjid > dan dibimbing oleh Ustadz Abdul Aziz. > > Sebenarnya, sebelum memeluk Islam, Roger sering berdialog dengan KH > Abdullah Wasian, seorang ulama di Surabaya. Ia mengaku ingin mengajak ulama > itu untuk pindah ke agama Kristen. Namun yang terjadi bukan sang kiai yang > terpengaruh justru Rogerlah yang terpengaruh oleh argumen-argumen sang > kiai. Dalam dialog mengenai kandungan Bibel dan Alquran, Roger mengaku > selalu kalah argumen. ”Akhirnya saya semakin akrab dengan beliau dan ingin > mendalami Islam secara sunguh-sungguh,” ungkapnya. > > Mengetahui dirinya masuk Islam, pihak keluarganya sangat berang. Bahkan > ibunya sendiri sudah menganggapnya tidak ada dan tidak mau mengakui Roger > sebagai anaknya. Sementara ayah kandungnya sudah meninggal pada 1980-an. > Pihak gereja pun turun tangan dan membujuknya untuk kembali kepada agamanya > dulu. Namun keyakinan Roger tidak berubah lagi. > Meskipun keluarga tidak melakukan intimidasi secara fisik, secara > psikologis Roger merasa ditekan. Lontaran-lontaran kekecewaan dari > keluarganya memaksanya keluar dari rumahnya. Teman-teman dekatnya pun > melakukan teror lisan dan fitnah bahwa setelah masuk Islam, dirinya tidak > mendapat ketenangan. > Sampai klimaksnya, Roger mengalami teror secara fisik dari pihak-pihak > yang tidak senang dengan keputusannya masuk Islam awal tahun ini. Namun > Roger enggan membesarkan kasus ini karena dikhawatirkan dapat menimbulkan > kerusuhan berbau SARA. > > Kini, Roger melakukan kegiatan dakwah selain sebagai > penulis di Tabloid Jumat . Ia pun sedang menulis buku dengan judul Kilas > Balik Tragedi Berdarah di Bumi Halmahera. Ia berharap bukunya itu dapat > terbit tahun ini juga sebagai media dakwah. > > Hari-harinya kini diisi dengan misi dakwah Islam agar kaum muslimin > terhindar dari praktik-praktik yang dulu dijalankannya sebagai evangelis. > ”Umat Islam harus bersatu dan benar-benar mengamalkan konsep ukhuwah > Islamiyah,” ujarnya. ”Jangan biarkan saudara kita melarat karena itu akan > menjadi sasaran empuk pemurtadan!” > > Setelah memeluk agama Islam, namanya pun diganti dengan Yusuf Syahbudin > Maramis. Ia pun enggan dipanggil dengan Roger dan meminta kepada Republika > memanggilnya Yusuf saja. > > Catatan: Mohon maaf, > beberapa paragraf sudah saya pertukar-letakkan dan penyebutan nama Yusuf > saya tempatkan pada paragraf penutup saja. (ZulTan) > > Salam, > ZulTan, L, 52, Bogor > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
