Insya ALLAH Mak..
Tarimo kasih Mak Zultan.....

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


Pada 16 Juli 2013 09.19, ZulTan <[email protected]> menulis:

> **
>
>
> Jadih, Ded.
> Untuang-untuang tapinteh dek awak kristenisasi ko.
>
> Salam,
> ZulTan, L, 52, Bogor
> ------------------------------
> *From: * Dedi Suryadi <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 16 Jul 2013 09:08:56 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] OOT: 99 Orang Murtad karena Roger
>
> Minta ijin ambo copas untuak milis taklim di PT ambo Mak Zultan..
> Tamasuak jo yang sudah-sudah, ambo copas alun minta ijin lai.. :)
>
> *Salam dan Terima Kasih,*
> *Dedi Suryadi*
>
>
> _____________________________________________________________________________
>                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
> Berani Bertindak Dan   *****
>       ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
> Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
>
> ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>           "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for
> The Others" (Hadith by Bukhari)
>
> ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
> ".....*****
>                   "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
>
>
> Pada 15 Juli 2013 21.20, ZulTan <[email protected]> menulis:
>
>>
>> January 12, 2011 By
>> Abu Dujanah
>>
>> kisahmuallaf.com – Dilahirkan dengan menyandang nama besar Maramis,
>> kehidupan yang dilalui oleh Roger Maramis sangatlah
>> unik dan penuh tantangan. Ia merupakan keponakan dari tokoh nasionalis
>> Kristen asal Manado dan mantan menteri keuangan Republik
>> Indonesia yang pertama, yaitu Alexander Andris Maramis atau biasa dikenal
>> dengan Mr AA Maramis.
>>
>> Ayahnya bernama Bernardus Maramis dan merupakan adik bungsu dari AA
>> Maramis sementara ibunya bernama Lili Amelia. Seperti keluarga yang
>> bermarga Maramis lainnya, Roger dilahirkan dalam lingkungan Kristen yang
>> taat.
>>   Bahkan Ia menjadi seorang
>> evangelis (penginjil) yang tugas utamanya melakukan kristenisasi dengan
>> sasaran umat Islam.
>>
>> Roger dilahirkan di Malang, 26 Juni 1964. Seperti keluarga Maramis
>> lainnya, dia sangat taat menjalankan ibadah Kristen. Ia kemudian masuk
>> sekolah teologi di Bandung. Lulus dari sekolah teologi, ia kemudian menjadi
>> seorang penginjil. Tugasnya adalah masuk ke daerah-daerah di mana banyak
>> umat Islam namun secara ekonomi kehidupan mereka melarat. Dengan berkedok
>> membantu secara ekonomi, Roger kemudian melancarkan jurus-jurusnya sebagai
>> penginjil.
>>
>> Berbagai daerah di Indonesia pernah dimasukinya. Berkat usahanya, menurut
>> pengakuannya, sekitar 99 orang Islam berhasil dikristenkannya. ”Dari
>> tadinya melarat, saya bantu sampai kaya. Jadi mereka pun tidak berdaya
>> ketika saya baptis,” ujarnya kepada Republika pekan lalu.
>>   Namun seiring dengan kegiatannya sebagi penginjil, Roger selalu
>> merenung untuk mencari kebenaran hakiki. Ia pun sering bertanya-tanya
>> kenapa hanya orang Islam yang dijadikan target kristenisasi. Ada apa dengan
>> Islam. Dalam hati kecilnya, ia mengakui bahwa tindakannya melakukan
>> kristenisasi adalah tindakan yang curang. ”Saya kemudian melakukan doa
>> malam agar ditunjukkan mana yang benar apakah Bibel atau Alquran,” ujarnya
>> menceritakan perenungan batinnya.
>>
>> Pada fase perenungan itu, Roger mengaku dilanda kebingungan. ”Saya
>> bingung, umat Kristen menuding umat Islam sebagai kafir. Begitu juga umat
>> Islam menuding umat Kristen yang kafir,” katanya.
>>   Perenungan dan doanya kemudian menghasilkan sebuah pengalaman gaib pada
>> suatu malam sekitar 1987-an. Antara sadar dan tidak, Roger melihat sebuah
>> sinar masuk ke kamar tidurnya dan menerangi kamarnya dengan sangat terang
>> dan belum pernah dialaminya seumur hidupnya.
>> Roger pun menceritakan bahwa dari kedua sinar tersebut muncul dua kitab
>> yaitu Bibel dan Alquran. ”Namun sinar dari Alquran lebih terang dan
>> akhirnya menutupi sinar yang keluar dari Bibel,” katanya. Ia kemudian
>> bertanya-tanya apakah ini petunjuk dari Tuhan kepadanya atas pergolakan
>> batin yang dialaminya saat itu.
>>   Kemudian secara ajaib, Alquran yang dilihatnya itu tiba-tiba terbuka
>> pada surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi, ”Sesungguhnya agama yang paling
>> mulia di sisi Allah adalah Islam”. ”Saya belum yakin apakah itu mimpi atau
>> nyata,” katanya. Akhirnya dengan kesibukannya sebagai penginjil, pikirannya
>> beralih dari pengalaman itu. Namun ia tidak lupa sama sekali dengan
>> pengalamannya itu.
>>
>> Lima tahun kemudian, tepatnya 8 September 1992, Roger mengaku mengalami
>> lagi kejadian tersebut dengan alur yang hampir persis sama. Dan ketika
>> terjaga, ia yakin bahwa itu merupakan hidayah dari Allah SWT. Akhirnya ia
>> bertekad untuk meyakini Islam sebagai agama yang benar. ”Allah telah
>> mendengar doa saya,” ujarnya.
>>
>> Sejak saat itu, Roger mulai sering ke masjid untuk belajar tata cara
>> shalat. Lama kelamaan ia menguasai cara melakukan shalat. Selama setahun
>> kemudian, ia telah menjalankan ibadah shalat meskipun belum mengucapkan dua
>> kalimat syahadat sebagai tanda memeluk Islam. ”Saya berpendapat waktu itu
>> apabila telah shalat berarti telah Islam. Sebab kalimat syahadat terucap
>> secara langsung ketika shalat,” ujarnya. Namun para ustadz di masjid tempat
>> dirinya biasanya shalat, menganjurkannya untuk meresmikan masuknya ke dalam
>> Islam dengan ikrar dua kalimat syahadat.
>>
>> Alkisah, Roger pun menuruti anjuran para ustadz itu. Pada 25 September
>> 1993, akhirnya Roger mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat di Masjid Cut
>> Meutia, Menteng Raya, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Maulid
>> Nabi Muhammad SAW. Ikrarnya itu disaksikan sekitar dua ribu jamaah masjid
>> dan dibimbing oleh Ustadz Abdul Aziz.
>>
>> Sebenarnya, sebelum memeluk Islam, Roger sering berdialog dengan KH
>> Abdullah Wasian, seorang ulama di Surabaya. Ia mengaku ingin mengajak ulama
>> itu untuk pindah ke agama Kristen. Namun yang terjadi bukan sang kiai yang
>> terpengaruh justru Rogerlah yang terpengaruh oleh argumen-argumen sang
>> kiai. Dalam dialog mengenai kandungan Bibel dan Alquran, Roger mengaku
>> selalu kalah argumen. ”Akhirnya saya semakin akrab dengan beliau dan ingin
>> mendalami Islam secara sunguh-sungguh,” ungkapnya.
>>
>> Mengetahui dirinya masuk Islam, pihak keluarganya sangat berang. Bahkan
>> ibunya sendiri sudah menganggapnya tidak ada dan tidak mau mengakui Roger
>> sebagai anaknya. Sementara ayah kandungnya sudah meninggal pada 1980-an.
>> Pihak gereja pun turun tangan dan membujuknya untuk kembali kepada agamanya
>> dulu. Namun keyakinan Roger tidak berubah lagi.
>>   Meskipun keluarga tidak melakukan intimidasi secara fisik, secara
>> psikologis Roger merasa ditekan. Lontaran-lontaran kekecewaan dari
>> keluarganya memaksanya keluar dari rumahnya. Teman-teman dekatnya pun
>> melakukan teror lisan dan fitnah bahwa setelah masuk Islam, dirinya tidak
>> mendapat ketenangan.
>>   Sampai klimaksnya, Roger mengalami teror secara fisik dari pihak-pihak
>> yang tidak senang dengan keputusannya masuk Islam awal tahun ini. Namun
>> Roger enggan membesarkan kasus ini karena dikhawatirkan dapat menimbulkan
>> kerusuhan berbau SARA.
>>
>> Kini, Roger melakukan kegiatan dakwah selain sebagai
>> penulis di Tabloid Jumat . Ia pun sedang menulis buku dengan judul Kilas
>> Balik Tragedi Berdarah di Bumi Halmahera. Ia berharap bukunya itu dapat
>> terbit tahun ini juga sebagai media dakwah.
>>
>> Hari-harinya kini diisi dengan misi dakwah Islam agar kaum muslimin
>> terhindar dari praktik-praktik yang dulu dijalankannya sebagai evangelis.
>> ”Umat Islam harus bersatu dan benar-benar mengamalkan konsep ukhuwah
>> Islamiyah,” ujarnya. ”Jangan biarkan saudara kita melarat karena itu akan
>> menjadi sasaran empuk pemurtadan!”
>>
>> Setelah memeluk agama Islam, namanya pun diganti dengan Yusuf Syahbudin
>> Maramis. Ia pun enggan dipanggil dengan Roger dan meminta kepada Republika
>> memanggilnya Yusuf saja.
>>
>> Catatan:  Mohon maaf,
>> beberapa paragraf sudah saya pertukar-letakkan dan penyebutan nama Yusuf
>> saya tempatkan pada paragraf penutup saja. (ZulTan)
>>
>> Salam,
>> ZulTan, L, 52, Bogor
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke