Sent from Samsung Mobile
-------- Original message -------- Subject: Re: [R@ntau-Net] Masalah super blok lippo From: Dutamardin Umar
Alaikumsalam sanak
Surang kawan anggota delegasi AS ka kongres diaspora lalu jatuh sakik, dirawat di RS Siloam Kb Jeruk Jkt Barat salamo 4 hari. Ambo pai bezuk sekalian memperhatikan baa bana Siloam tu. Ambo caliak rs tu iyo cando rs di as sajo. Barasiah rapi. Lantai dasar macam mall sajo manjua berbagai keperluan. Sementara di kamar rawat indak ado salib tapasang didindiang macam di St Carolus (ambo pernah dirawat). Kesimpulan ambo rs Siloam tu nampak macam bisnis kesehatan biaso. Antahlah kalau ado pengalaman dan pengamatan sanak nan lain.
Dedi Suryadi <[email protected]> wrote:
*****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--
Bupati Pasbar Siap Turunkan Ribuan Massa ![]()
![]()
![]()
Senin, 19 Agustus 2013 03:00 TOLAK RUMAH SAKIT SILOAM
PADANG, HALUAN � Adanya penjelasan Walikota Padang Fauzi Bahar yang dimuat di media lokal Sumbar beberapa waktu yang lalu, yakni untuk melanjutkan pem�bangu�nan Rumah Sakit Kristen Siloam di Jalan Khatib Sulaiman, membuat Forum Masyarakat Minang Anti Siloam semakin geram.
Forum Masyarakat Minang Anti Siloam bersama Ormas Islam, dan tokoh lainnya, langsung mengadakan rapat konsolidasi, di Masjid Nurul Iman, Minggu (18/8).
Rapat konsolidasi itu, dihadiri sekitar 120 orang dari berbagai daerah, seperti perwakilan Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman Barat, Tanah Datar, Kota Padang dan anggota Forum Masyarakat Minang Anti Siloam serta Ormas Islam seperti LKAAM Sumbar, Muham�madiyah, NU, Dewan Dakwah, MT KAMM, Paga Nagari, Majelis Mujahiddin, HTI, Ikadi, Kahmi, Gerakan Muslim Mentawai, Libas, Forum Komunikasi Pasaman Barat, Khilafatul Muslimin dan MUI Sumbar.
Selain itu, beberapa tokoh Sumbar seperti, Ketua MUI Sumbar Prof Dr H Syamsul Bahri Khatib, Muhtar Naim, Ahmad kusairi, Masfar Rasyid, dan yang tidak kalah pentingnya kehadiran Bupati Pasaman Barat Baharuddin R ikut hadir dalam pertemuan itu.
Dalam kesempatan itu, Masfar Rasyid mengatakan, salah satu dasar penolakan rumah sakit Kristen Siloam adalah pencegahan terjadinya pengikisan nilai-nilai ABS-SBK, akibat dari misi ter�selubung RS Siloam, dan Superblok Lippo Group milik Tokoh Misionaris Kondang James Tjahaya Riady.
Karena, dari segi nama, RS Siloam adalah kata dari injil (Yohanes Pasal 9 ayat 7-9). Dimana, kisah orang buta yang diobati oleh Yesus dengan melumuri matanya yang buta dengan lumpur dan air liur Yesus. Kemudian, Yesus meme�rintah�kannya pergi ke mata air Siloam, dan menyuruhnya mandi agar matanya menjadi melek, dan terang.
Kemudian dari segi logo, lam�bang RS Siloam adalah tanda salib dililit ular. Logo sekolah Pelita Harapan pun dibuat burung mer�pati. Lambang itu mengingatkan semua orang bahwa untuk menegak�kan salib, maka perlu dilakukan dengan berbagai cara, seperti kutipan �Hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati�.
Lalu, dari segi visi misi, misal�nya visi Sekolah Pelita Harapan, yakni �Tru Nowledge Faith Of Crhist And Godly Chracter (ilmu penget�ahuan yang benar, keimanan kepada tuhan Yesus Kristus dan ahlak ketuhanan Yesus)�. Visi itupun sangat kental dengan upaya kris�tenisasi.
Selain itu, sepak terjang James T Riady pun tidak perlu diragukan lagi. Karena James T Riady adalah murid dari pendeta garis keras Amerika, yakni pendeta Pat Robet�son. James T Riady pun, di�kukuh�kan oleh Pat Robetson sebagai pengkhabaran injil kepada bangsa-bangsa Asia, khusunya Indonesia.
�Dari bukti dan fakta-fakta itu, maka kami sebagai masyarakat Islam Sumbar menolak keras, dan meminta Walikota Padang men�cabut izin untuk pendirian Superblok Lippo Group. Namun, penolakan itu, tidak digubris oleh Fauzi Bahar, dan menyatakan akan melanjutkan pembangunan. Dengan demikian, Fauzi Bahar telah menentang masyarakat Sumbar sendiri,� ujar Masfar.
Lanjutnya lagi, apabila Fauzi Bahar tetap memaksakan ke�hendak, maka Forum Masyarakat Minang Anti Siloam, akan menge�rahkan seluruh muallaf, kaum muslimin untuk mengepung lokasi rencana pembagunan Superblok tersebut, dan kemudian mencabut plang izinnya.
�Kami masih membuka pintu bagi Fauzi Bahar untuk mencabut izin pendirian superblock Lippo Group tersebut. Namun, kalau Fauzi tetap ngotot, kami pun akan ngotot. Bahkan berlumuran darah pun akan kami lakoni,� terangnya lagi.
Sementara itu, tokoh Ormas Islam sekaligus Bupati Pasaman Barat Baharuddin R mengatakan, akan mengajak seluruh buapti/walikota se-Sumbar, untuk ber�sama-sama melakukan penolakan ter�hadap pembangunan RS Siloam tersebut. Tidak itu saja, dirinya pun siap untuk mengerahkan ribuan mas�sa anti kristenisasi dari Pasaman Barat, untuk melakukan aksi penolakan.
�Di Pasaman Barat sendiri sudah terjadi proses kristenisasi. Namun, sampai saat ini misi tersebut, masih bisa kami cegah. Jika ada muslim yang murtad, saya pun tidak segan-segan mengusirnya dari tanah Pasaman Barat. Paparan itu, hanya secuil dari misionaris. Apalagi misionaris yang akan dibawa oleh James T Riady ini. Misioaris mereka sudah terang-terangan, dan tidak ada kata lain, selain melakukan penolakan. Namun, penolakan itu tidak bisa dilakukan oleh puluhan orang saja, dan perlu kebersamaan,� katanya.
Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan Humas Pemko Padang kemarin menyatakan bahwa 18 LSM/Ormas siap mendukung pem�bangu�nan yang akan dilaksanakan Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman Padang. Dukungan itu disampaikan oleh Ketua LSM Bersatu Syamsir Burhan didamping Azmul Fitri, Muhammad Yunus dan febby Hendri, beranggotakan se�banyak 18 LSM Kota Padang, di ruang Sekretariat LSM Bersatu Simpang Haru, Minggu (18/8).
Syamsir mengatakan, seharus�nya kita merasa bangga dan senang atas kedatangan Lippo Group me�nanam�kan modalnya yang cukup besar sekitar Rp10 triliyun dengan membangun mal, rumah sakit, sekolah dan hotel di satu lokasi. (h/wis/vie)
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
