Iko nan awak tunggu sanak, tapi sia nan ka manjanangi?

Salam,

Syaf AL/Bogor

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "[email protected]" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 25 Aug 2013 06:20:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: SV: Re: [R@ntau-Net] Masalah super blok lippo

Mari minang bersatu untuk bentuk rumah sakit seperti lippo. Tak perlu debat 
kusir buang enerji. Tunjukan kesatuan urang minang. Satu juta minang atau lebih 
pasti dapat bangun rumah sakit tsb. Asalkan punya hati nurani. Wassalam


Sent from Samsung Mobile Alaikumsalam sanak
Surang kawan anggota delegasi AS ka kongres diaspora lalu jatuh sakik, dirawat 
di RS Siloam Kb Jeruk Jkt Barat salamo 4 hari. Ambo pai bezuk sekalian 
memperhatikan baa bana Siloam tu. Ambo caliak rs tu iyo cando rs di as sajo. 
Barasiah rapi. Lantai dasar macam mall sajo manjua berbagai keperluan. 
Sementara di kamar rawat indak ado salib tapasang didindiang macam di St 
Carolus (ambo pernah dirawat). Kesimpulan ambo rs Siloam tu nampak macam bisnis 
kesehatan biaso. Antahlah kalau ado pengalaman dan pengamatan sanak nan lain.

Dedi Suryadi <[email protected]> wrote:


hmmm....
Adu domba massa pendukung dan penentang sudah akan dimulai...
Akankah Fauzi Bahar akan tetap berkepala batu dan membiarkan masyarakat Minang 
terpecah belah 2 kubu demi mempertahankan misionaris kristen di ranah minang..? 
Saatnya masyarakat minang bersatu..


Yang mendukung, harus buka mata, telinga dan pikiran....
Jangan gelap mata karena imbalan yang tak seberapa..
Jika tak lagi mendengar suara rakyat, maka Fauzi Bahar tak pantas lagi jadi 
walikota.. 
people power sudah harus bergerak...
Aceng Fikri di Garut saja bisa dimakzulkan cuma karena masalah perempuan...
Bagaimana dengan Fauzi Bahar yang bermain-main dengan akidah di ranah yang ber 
ABS-SBK..?  


Wassalam,




 

Salam dan Terima Kasih,
Dedi Suryadi
 


_____________________________________________________________________________

                        *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang 
Berani Bertindak Dan   *****
       *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi 
(Jawaharlal Nehru) *****
 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The 
Others" (Hadith by Bukhari)
 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan 
Mengasihimu...".....***** 
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." 


Pada 20 Agustus 2013 19.31, Kangs Hendra <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > menulis:
 
 
 Bupati Pasbar Siap Turunkan
              Ribuan Massa 
<http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=25584:bupati-pasbar-siap-turunkan-ribuan-massa&amp;catid=1:haluan-padang&amp;Itemid=70>
    
<http://harianhaluan.com/index.php?view=article&amp;catid=1%3Ahaluan-padang&amp;id=25584%3Abupati-pasbar-siap-turunkan-ribuan-massa&amp;format=pdf&amp;option=com_content&amp;Itemid=70>
   
<http://harianhaluan.com/index.php?view=article&amp;catid=1%3Ahaluan-padang&amp;id=25584%3Abupati-pasbar-siap-turunkan-ribuan-massa&amp;tmpl=component&amp;print=1&amp;layout=default&amp;page=&amp;option=com_content&amp;Itemid=70>
   
<http://harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&amp;tmpl=component&amp;link=37beb2c42895247972487f614415d684b53d4e51>
 
  Senin, 19 Agustus 2013 03:00 
 
TOLAK RUMAH SAKIT SILOAM 
PADANG, HALUAN — Adanya penjelasan Walikota Padang Fauzi Bahar yang dimuat di 
media lokal Sumbar beberapa waktu yang lalu, yakni untuk melanjutkan 
pem­bangu­nan Rumah Sakit Kristen Siloam di Jalan Khatib Sulaiman, membuat 
Forum Masyarakat Minang Anti Siloam semakin geram. 
Forum Masyarakat Minang Anti Siloam bersama Ormas Islam, dan tokoh lainnya, 
langsung mengadakan rapat konsolidasi, di Masjid Nurul Iman, Minggu (18/8). 
Rapat konsolidasi itu, dihadiri sekitar 120 orang dari berbagai daerah, seperti 
perwakilan Padang Panjang, Payakumbuh, Pasaman Barat, Tanah Datar, Kota Padang 
dan anggota Forum Masyarakat Minang Anti Siloam serta Ormas Islam seperti LKAAM 
Sumbar, Muham­madiyah, NU, Dewan Dakwah, MT KAMM, Paga Nagari, Majelis 
Mujahiddin, HTI, Ikadi, Kahmi, Gerakan Muslim Mentawai, Libas,  Forum 
Komunikasi Pasaman Barat, Khilafatul Muslimin dan MUI Sumbar. 
Selain itu, beberapa tokoh Sumbar seperti, Ketua MUI Sumbar Prof Dr H Syamsul 
Bahri Khatib, Muhtar Naim, Ahmad kusairi, Masfar Rasyid, dan yang tidak kalah 
pentingnya kehadiran Bupati Pasaman Barat Baharuddin R ikut hadir dalam 
pertemuan itu. 
Dalam kesempatan itu, Masfar Rasyid mengatakan, salah satu dasar penolakan 
rumah sakit Kristen Siloam adalah pencegahan terjadinya pengikisan nilai-nilai 
ABS-SBK, akibat dari misi ter­selubung RS Siloam, dan Superblok Lippo Group 
milik Tokoh Misionaris Kondang James Tjahaya Riady. 
Karena, dari segi nama, RS Siloam adalah kata dari injil (Yohanes Pasal 9 ayat 
7-9). Dimana, kisah orang buta yang diobati oleh Yesus dengan melumuri matanya 
yang buta dengan lumpur dan air liur Yesus. Kemudian, Yesus meme­rintah­kannya 
pergi ke mata air Siloam, dan menyuruhnya mandi agar matanya menjadi melek, dan 
terang. 
Kemudian dari segi logo, lam­bang RS Siloam adalah tanda salib dililit ular. 
Logo sekolah Pelita Harapan pun dibuat burung mer­pati. Lambang itu 
mengingatkan semua orang bahwa untuk menegak­kan salib, maka perlu dilakukan 
dengan berbagai cara, seperti kutipan “Hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan 
tulus seperti merpati”. 
Lalu, dari segi visi misi, misal­nya visi Sekolah Pelita Harapan, yakni “Tru 
Nowledge Faith Of Crhist And Godly Chracter (ilmu penget­ahuan yang benar, 
keimanan kepada tuhan Yesus Kristus dan ahlak ketuhanan Yesus)”. Visi itupun 
sangat kental dengan upaya kris­tenisasi. 
Selain itu, sepak terjang James T Riady pun tidak perlu diragukan lagi. Karena 
James T Riady adalah murid dari pendeta garis keras Amerika, yakni pendeta Pat 
Robet­son. James T Riady pun, di­kukuh­kan oleh Pat Robetson sebagai 
pengkhabaran injil kepada bangsa-bangsa Asia, khusunya Indonesia. 
“Dari bukti dan fakta-fakta itu, maka kami sebagai masyarakat Islam Sumbar 
menolak keras, dan meminta Walikota Padang men­cabut izin untuk pendirian 
Superblok Lippo Group. Namun, penolakan itu, tidak digubris oleh Fauzi Bahar, 
dan menyatakan akan melanjutkan pembangunan. Dengan demikian, Fauzi Bahar telah 
menentang masyarakat Sumbar sendiri,” ujar Masfar. 
Lanjutnya lagi, apabila Fauzi Bahar tetap memaksakan ke­hendak, maka Forum 
Masyarakat Minang Anti Siloam, akan menge­rahkan seluruh muallaf, kaum muslimin 
untuk mengepung lokasi rencana pembagunan Superblok tersebut, dan kemudian 
mencabut plang izinnya. 
“Kami masih membuka pintu bagi Fauzi Bahar untuk mencabut izin pendirian 
superblock Lippo Group tersebut. Namun, kalau Fauzi tetap ngotot, kami pun akan 
ngotot. Bahkan berlumuran darah pun akan kami lakoni,” terangnya lagi. 
Sementara itu, tokoh Ormas Islam sekaligus Bupati Pasaman Barat Baharuddin R 
mengatakan, akan mengajak seluruh buapti/walikota se-Sumbar, untuk 
ber­sama-sama melakukan penolakan ter­hadap pembangunan RS Siloam tersebut. 
Tidak itu saja, dirinya pun siap untuk mengerahkan ribuan mas­sa anti 
kristenisasi dari Pasaman Barat, untuk melakukan aksi penolakan. 
“Di Pasaman Barat sendiri  sudah terjadi proses kristenisasi. Namun, sampai 
saat ini misi tersebut, masih bisa kami cegah. Jika ada muslim yang murtad, 
saya pun tidak segan-segan mengusirnya dari tanah Pasaman Barat. Paparan itu, 
hanya secuil dari misionaris. Apalagi misionaris yang akan dibawa oleh James T 
Riady ini. Misioaris mereka sudah terang-terangan, dan tidak ada kata lain, 
selain melakukan penolakan. Namun, penolakan itu tidak bisa dilakukan oleh 
puluhan orang saja, dan perlu kebersamaan,” katanya. 
Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan Humas Pemko Padang kemarin 
menyatakan bahwa 18 LSM/Ormas siap mendukung  pem­bangu­nan yang akan 
dilaksanakan Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman Padang.  Dukungan itu 
disampaikan oleh Ketua LSM Bersatu  Syamsir Burhan didamping Azmul Fitri, 
Muhammad Yunus dan febby Hendri, beranggotakan se­banyak 18 LSM Kota Padang, di 
ruang Sekretariat LSM Bersatu Simpang Haru, Minggu (18/8). 
Syamsir  mengatakan, seharus­nya kita merasa bangga dan senang atas kedatangan 
Lippo Group me­nanam­kan modalnya yang cukup besar sekitar Rp10 triliyun dengan 
membangun mal, rumah sakit, sekolah dan hotel di satu lokasi. (h/wis/vie) 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] 
<mailto:[email protected]>  .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke