Assalamualaikum wr wb

Dunsanak Palanta RN n.a.h

Sebagai mana yang saya posting menanggapi tulisan Pak MN, (copas kesini bagian 
bawah)

Ini adalah sebuah langkah kongrit,nyata jika melakukan secara serentak dan 
menyeluruh, ini sebuah langkah kecil bagi sebuah perubahan kearah yang lebih .

Mudah2an dapat respon positif dari kita semua untuk lebih bisa menahan diri 
tidak membeli segala produk buah2an, sayur2an, beras, kacang2an dan ikan2an 
import 
Dalam beberapa komunikasi dengan bbm group dan what's app RN saya sering 
sampaikan dan foto apa yang saya beli produk pertanian petani kita sendiri

Nanti saya akan ceritakan apa yang saya beli dan lakukan seperti yang saya 
ceritakan sama temen2 di gruop BBM 

Seminggu yang lalu saya memancing , ada nelayan yang menjemur ikan asin siluang 
lalu saya beli 3 kg dengan harga Rp 15 ribu/kg

Lalu saya dapatkan jambu delima produk petani orang jawa yang lansung dari 
pokoknya begitu bagus, manis dan masir harga Rp 15 ribu/kg

Kesempatan lain saya beli pisang kepok dan pisang ambon petani

Ketika di Balikpapan ke pasar tradisional saya beli jeruk petani dari Sulawesi 
cukup manis dan besar2 di pasar kebun sayur harga Rp 12.500/Kg lalu ke pasar 
tradisional kelandasan hilir saya beli nenas manis2 yang telah dikupasin   
lansung sama si mbok2 yang jualan harga Rp 7 ribu/pcs cukup besar2

Hari ini saya akan cari lagi pisang kepok/batu petani yang harganya Rp 15/sisir 
, isi padat dan montok 16-17 buah/sisir, biasanya buat sarapan dan makan malam 
saya disini, direbus beberapa buah lalu saya olesi dengan madu hutan produksi 
alam dari masyarakat juga yang saya beli.

Beras juga begitu saya mendapatkan dari petani , beras gunung dengan harga Rp 
12-14 ribu/kg

Begitu juga dengan ikan2an, saya membelinya di los ikan pasar tradisional 
kelandasan hilir dan sangat jelas ini produksi lansung nelayan kita

Jika gerakan ini dilakukan serentak oleh segala lapisan masyarakat kita, jelas 
sekali sebuah tindakan nyata untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik 
terutama berdenyutnya sektor Rill Pertanian dalam arti yang luas dan menyangkut 
keperpihakan kita kepada petani kita sendiri.

***

Bagi saya pribadi selemah-lemahnya berbuat untuk kearah yang lebih baik dari 
pada melakukan perubahan yang diinginkan Pak MN dan tindakan nyata yang logis 
dan rasional yang saya lakukan adalah :

Uang atau pendapatan saya untuk konsumsi sayur dan buah2an, beras dll, saya 
menahan diri tidak akan pernah membeli produk2 konsumsi tersebut dari hasil 
import para petani luar negeri yang masuk ke negara kita.

Cilaka memang menurut saya ada kelapa muda import di gunduli lalu dijual 
seharga Rp 18 ribu, ada juga yang membelinya belum yang lain2 seperti kiwi 
harga 80 -100 ribu/kg

Bagi saya uang seharga kiwi per kg itu sudah bisa mendapatkan jeruk, pepaya dan 
pisang buat konsumsi keluarga lebih dari cukup.

Memang kalo berprinsip masa bodoh "ini uang gua..hak gua membelanjakannya mau 
apa anda"..ya apa boleh buat

Seandainya gerakan ini dilakukan serentak oleh seluruh lapisan masyarakat 
dilevel manapun ketika kita sangat lemah tidak bisa merubah situasi maka saya 
pikir kita tidak perlu buat2 partai segala tindakan ini sangat nyata dan sangat 
memberikan sebuah perubahan.

Silahkan saja produk sayur, buah2an dan konsumsi import itu masuk dengan alasan 
dan tekanan pasar global, ketika kita sebagai konsumen yang "kekuasaan beli" 
ada pada kita..mau apa produk2 import yang dikonsumsi tersebut..akan busuk, 
tidak laku bukan ?

Dampaknya ditingkat petani kita semakin berdenyut sektor pertanian karena kita 
membeli produk mereka, kita tahan diri untuk tidak  mengatakan kualitas, rasa 
dan lain sebagainya tidak seragam sebagaimana produk import lalu kita tidak 
membelinya produk petani kita..lakukan dan beli saja .

Jika ini yang disuarakan lebih keras oleh Pak MN saya harus mengatakan beliau 
adalah seorang tokoh yang pantas kita satukan suara bersama2 dan paling 
realistis mengubah situasi dan kondisi kearah yang lebih baik berpihak pada 
masyarakat banyak khususnya disektor pertanian dalam arti yang luas.

Mudah2an kita semua anak suku minangkabau mulailah tahan diri, belanjakan hal2 
yang bersifat konsumi seperti buah2an, sayur2an, beras dan kacang2an , ikan dan 
lain2 sumber asupan energi,vitamin, mineral dan protein produk2 petani kita 
terserah jika kita dapatkan disuana supermarket/mall yang bersih, sejuk dan 
mentereng atau di pasar tradisional yang becek, panas dan gerah bahkan terjun 
lansung  ke sentra produksi jika ada kesempatan bertemu petani dan nelayan pas 
panen...ini mengasyikan sekali sangat terasa denyut rill sektor ekonominya.


Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke