Produk Minang jan lo lupo wak bali jo wak inovasikan. Samacam
@karapuaksanjai haruslah ba inovasi. Harus adolo nan raso coklat. Riyan,
rantau depok, bukittinggi, mahasiswa
Pada 19 Sep 2013 14:21, "JePedotCom" <[email protected]> menulis:

> Assalamualaikum wr wb
>
> Dunsanak Palanta RN n.a.h
>
> Sebagai mana yang saya posting menanggapi tulisan Pak MN, (copas kesini
> bagian bawah)
>
> Ini adalah sebuah langkah kongrit,nyata jika melakukan secara serentak dan
> menyeluruh, ini sebuah langkah kecil bagi sebuah perubahan kearah yang
> lebih .
>
> Mudah2an dapat respon positif dari kita semua untuk lebih bisa menahan
> diri tidak membeli segala produk buah2an, sayur2an, beras, kacang2an dan
> ikan2an import
> Dalam beberapa komunikasi dengan bbm group dan what's app RN saya sering
> sampaikan dan foto apa yang saya beli produk pertanian petani kita sendiri
>
> Nanti saya akan ceritakan apa yang saya beli dan lakukan seperti yang saya
> ceritakan sama temen2 di gruop BBM
>
> Seminggu yang lalu saya memancing , ada nelayan yang menjemur ikan asin
> siluang lalu saya beli 3 kg dengan harga Rp 15 ribu/kg
>
> Lalu saya dapatkan jambu delima produk petani orang jawa yang lansung dari
> pokoknya begitu bagus, manis dan masir harga Rp 15 ribu/kg
>
> Kesempatan lain saya beli pisang kepok dan pisang ambon petani
>
> Ketika di Balikpapan ke pasar tradisional saya beli jeruk petani dari
> Sulawesi cukup manis dan besar2 di pasar kebun sayur harga Rp 12.500/Kg
> lalu ke pasar tradisional kelandasan hilir saya beli nenas manis2 yang
> telah dikupasin   lansung sama si mbok2 yang jualan harga Rp 7 ribu/pcs
> cukup besar2
>
> Hari ini saya akan cari lagi pisang kepok/batu petani yang harganya Rp
> 15/sisir , isi padat dan montok 16-17 buah/sisir, biasanya buat sarapan dan
> makan malam saya disini, direbus beberapa buah lalu saya olesi dengan madu
> hutan produksi alam dari masyarakat juga yang saya beli.
>
> Beras juga begitu saya mendapatkan dari petani , beras gunung dengan harga
> Rp 12-14 ribu/kg
>
> Begitu juga dengan ikan2an, saya membelinya di los ikan pasar tradisional
> kelandasan hilir dan sangat jelas ini produksi lansung nelayan kita
>
> Jika gerakan ini dilakukan serentak oleh segala lapisan masyarakat kita,
> jelas sekali sebuah tindakan nyata untuk melakukan perubahan kearah yang
> lebih baik terutama berdenyutnya sektor Rill Pertanian dalam arti yang luas
> dan menyangkut keperpihakan kita kepada petani kita sendiri.
>
> ***
>
> Bagi saya pribadi selemah-lemahnya berbuat untuk kearah yang lebih baik
> dari pada melakukan perubahan yang diinginkan Pak MN dan tindakan nyata
> yang logis dan rasional yang saya lakukan adalah :
>
> Uang atau pendapatan saya untuk konsumsi sayur dan buah2an, beras dll,
> saya menahan diri tidak akan pernah membeli produk2 konsumsi tersebut dari
> hasil import para petani luar negeri yang masuk ke negara kita.
>
> Cilaka memang menurut saya ada kelapa muda import di gunduli lalu dijual
> seharga Rp 18 ribu, ada juga yang membelinya belum yang lain2 seperti kiwi
> harga 80 -100 ribu/kg
>
> Bagi saya uang seharga kiwi per kg itu sudah bisa mendapatkan jeruk,
> pepaya dan pisang buat konsumsi keluarga lebih dari cukup.
>
> Memang kalo berprinsip masa bodoh "ini uang gua..hak gua membelanjakannya
> mau apa anda"..ya apa boleh buat
>
> Seandainya gerakan ini dilakukan serentak oleh seluruh lapisan masyarakat
> dilevel manapun ketika kita sangat lemah tidak bisa merubah situasi maka
> saya pikir kita tidak perlu buat2 partai segala tindakan ini sangat nyata
> dan sangat memberikan sebuah perubahan.
>
> Silahkan saja produk sayur, buah2an dan konsumsi import itu masuk dengan
> alasan dan tekanan pasar global, ketika kita sebagai konsumen yang
> "kekuasaan beli" ada pada kita..mau apa produk2 import yang dikonsumsi
> tersebut..akan busuk, tidak laku bukan ?
>
> Dampaknya ditingkat petani kita semakin berdenyut sektor pertanian karena
> kita membeli produk mereka, kita tahan diri untuk tidak  mengatakan
> kualitas, rasa dan lain sebagainya tidak seragam sebagaimana produk import
> lalu kita tidak membelinya produk petani kita..lakukan dan beli saja .
>
> Jika ini yang disuarakan lebih keras oleh Pak MN saya harus mengatakan
> beliau adalah seorang tokoh yang pantas kita satukan suara bersama2 dan
> paling realistis mengubah situasi dan kondisi kearah yang lebih baik
> berpihak pada masyarakat banyak khususnya disektor pertanian dalam arti
> yang luas.
>
> Mudah2an kita semua anak suku minangkabau mulailah tahan diri, belanjakan
> hal2 yang bersifat konsumi seperti buah2an, sayur2an, beras dan kacang2an ,
> ikan dan lain2 sumber asupan energi,vitamin, mineral dan protein produk2
> petani kita terserah jika kita dapatkan disuana supermarket/mall yang
> bersih, sejuk dan mentereng atau di pasar tradisional yang becek, panas dan
> gerah bahkan terjun lansung  ke sentra produksi jika ada kesempatan bertemu
> petani dan nelayan pas panen...ini mengasyikan sekali sangat terasa denyut
> rill sektor ekonominya.
>
>
> Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke