Prof Hilman dan duns palanta RN Makasih Prof atas responnya, kalau ke mall ya tidak apa juga Prof, saya tidak menutup diri juga pernah ke Mall (hipermart, supermarket dll) membelanjakan uang saya buat konsumsi produk petani kita yang dijual di Mall,ninsha Allah saya tahan diri sekuat tenaga dan tidak pernah tergiur untuk membeli, tapi tergiur dalam sebagai pengamatnya dan lihat2 harga produk petani import itu :-)
Tapi sebaiknya memang di pasar tradisional Proff, pertimbangannya kayak si mbok2 jualan nenas itu kan mendapat nilai tambah juga berupa keuntungan selisih harga beli dia dengan harga jualnya. Nah proff kan ikut group bbm RN kan..dan komen foto2 apa yang saya beli produk petani untuk konsumsi sehari2 :-) Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 19 Sep 2013 08:42:59 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Tahan Diri jangan beli produk import, buah2an, Sayur2an dll Tyerima kasijh Jepe.agaknya juga berbelanja yg lain2,ndak usah ke Mall segala.Ya kita hidup memang hrs berprin sip dan dengan niat yg baik.Wassalam. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "JePedotCom" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 19 Sep 2013 07:31:03 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Tahan Diri jangan beli produk import, buah2an, Sayur2an dll Assalamualaikum wr wb Dunsanak Palanta RN n.a.h Sebagai mana yang saya posting menanggapi tulisan Pak MN, (copas kesini bagian bawah) Ini adalah sebuah langkah kongrit,nyata jika melakukan secara serentak dan menyeluruh, ini sebuah langkah kecil bagi sebuah perubahan kearah yang lebih . Mudah2an dapat respon positif dari kita semua untuk lebih bisa menahan diri tidak membeli segala produk buah2an, sayur2an, beras, kacang2an dan ikan2an import Dalam beberapa komunikasi dengan bbm group dan what's app RN saya sering sampaikan dan foto apa yang saya beli produk pertanian petani kita sendiri Nanti saya akan ceritakan apa yang saya beli dan lakukan seperti yang saya ceritakan sama temen2 di gruop BBM Seminggu yang lalu saya memancing , ada nelayan yang menjemur ikan asin siluang lalu saya beli 3 kg dengan harga Rp 15 ribu/kg Lalu saya dapatkan jambu delima produk petani orang jawa yang lansung dari pokoknya begitu bagus, manis dan masir harga Rp 15 ribu/kg Kesempatan lain saya beli pisang kepok dan pisang ambon petani Ketika di Balikpapan ke pasar tradisional saya beli jeruk petani dari Sulawesi cukup manis dan besar2 di pasar kebun sayur harga Rp 12.500/Kg lalu ke pasar tradisional kelandasan hilir saya beli nenas manis2 yang telah dikupasin lansung sama si mbok2 yang jualan harga Rp 7 ribu/pcs cukup besar2 Hari ini saya akan cari lagi pisang kepok/batu petani yang harganya Rp 15/sisir , isi padat dan montok 16-17 buah/sisir, biasanya buat sarapan dan makan malam saya disini, direbus beberapa buah lalu saya olesi dengan madu hutan produksi alam dari masyarakat juga yang saya beli. Beras juga begitu saya mendapatkan dari petani , beras gunung dengan harga Rp 12-14 ribu/kg Begitu juga dengan ikan2an, saya membelinya di los ikan pasar tradisional kelandasan hilir dan sangat jelas ini produksi lansung nelayan kita Jika gerakan ini dilakukan serentak oleh segala lapisan masyarakat kita, jelas sekali sebuah tindakan nyata untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik terutama berdenyutnya sektor Rill Pertanian dalam arti yang luas dan menyangkut keperpihakan kita kepada petani kita sendiri. *** Bagi saya pribadi selemah-lemahnya berbuat untuk kearah yang lebih baik dari pada melakukan perubahan yang diinginkan Pak MN dan tindakan nyata yang logis dan rasional yang saya lakukan adalah : Uang atau pendapatan saya untuk konsumsi sayur dan buah2an, beras dll, saya menahan diri tidak akan pernah membeli produk2 konsumsi tersebut dari hasil import para petani luar negeri yang masuk ke negara kita. Cilaka memang menurut saya ada kelapa muda import di gunduli lalu dijual seharga Rp 18 ribu, ada juga yang membelinya belum yang lain2 seperti kiwi harga 80 -100 ribu/kg Bagi saya uang seharga kiwi per kg itu sudah bisa mendapatkan jeruk, pepaya dan pisang buat konsumsi keluarga lebih dari cukup. Memang kalo berprinsip masa bodoh "ini uang gua..hak gua membelanjakannya mau apa anda"..ya apa boleh buat Seandainya gerakan ini dilakukan serentak oleh seluruh lapisan masyarakat dilevel manapun ketika kita sangat lemah tidak bisa merubah situasi maka saya pikir kita tidak perlu buat2 partai segala tindakan ini sangat nyata dan sangat memberikan sebuah perubahan. Silahkan saja produk sayur, buah2an dan konsumsi import itu masuk dengan alasan dan tekanan pasar global, ketika kita sebagai konsumen yang "kekuasaan beli" ada pada kita..mau apa produk2 import yang dikonsumsi tersebut..akan busuk, tidak laku bukan ? Dampaknya ditingkat petani kita semakin berdenyut sektor pertanian karena kita membeli produk mereka, kita tahan diri untuk tidak mengatakan kualitas, rasa dan lain sebagainya tidak seragam sebagaimana produk import lalu kita tidak membelinya produk petani kita..lakukan dan beli saja . Jika ini yang disuarakan lebih keras oleh Pak MN saya harus mengatakan beliau adalah seorang tokoh yang pantas kita satukan suara bersama2 dan paling realistis mengubah situasi dan kondisi kearah yang lebih baik berpihak pada masyarakat banyak khususnya disektor pertanian dalam arti yang luas. Mudah2an kita semua anak suku minangkabau mulailah tahan diri, belanjakan hal2 yang bersifat konsumi seperti buah2an, sayur2an, beras dan kacang2an , ikan dan lain2 sumber asupan energi,vitamin, mineral dan protein produk2 petani kita terserah jika kita dapatkan disuana supermarket/mall yang bersih, sejuk dan mentereng atau di pasar tradisional yang becek, panas dan gerah bahkan terjun lansung ke sentra produksi jika ada kesempatan bertemu petani dan nelayan pas panen...ini mengasyikan sekali sangat terasa denyut rill sektor ekonominya. Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
