Dinda Jepe. Ambo ado tulisan nan lamo ditulis. Dimuat di Kompasiana. Samo dan sabangun jo imbauan dinda.
Produk Dalam Negeri dan Krisis Ekonomi Oleh : Reflus. Ditulis Tgl. 02 Juli 2012, Masih segar dalam ingatan kita, Pak Jusuf Kalla. membuka sepatu dan menunjukan kepada penonton saat debat di stasiun Televisi. Sepatu saya buatan Cibaduyut. Bagus khan !. Secara berturut-turut, dua Triw terakhir (Triw IV/2011 dan Triw I/2012), Neraca Transaksi berjalan (Ekspor – Impor) Indonesia mengalami Defisit, sedangkan tahun 2010 sampai Triw, III/2011 selalu Surplus. Bahkan, Triw I/2012 defisitnya semakin besar dari sebelumnya defisit USD 1,57 miliar menjadi USD 2,89 miliar. Berdasarkan Laporan Bank Indonesia, penyebab utamanya adalah transaksi minyak yg mengalami defisit sebesar USD 5,8 miliar. Ekspor USD. 4,683 juta dan Impor USD. 10,127 juta. Defisit transaksi minyak ini juga semakin membesar dari sebelumnya (Triw. IV/2011) defisit USD. 4,25 miliar. Dilihat lebih detail, defisit transaksi minyak karena produksi minyak Indonesia terus menurun. Dulu mencapai 1300 juta barel perhari, sekarang hanya 865 barel per hari. Disamping produksi yang menurun, harganya juga naik dan konsumsi minyak terus bertambah, naik 9% dibandingkan periode sebelumnya. Penyebab lainnya, karena nilai ekspor juga turun dibandingkan periode sebelumnya terkait dengan resesi/krisis di belahan dunia lainnya, khususnya Eropa yang dipicu oleh skandal hutang Yunani, Spanyol, Portugal dan Italia. Krisis di Eropa ini, kelihatannya memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa pulih karena sudah memasuki krisis politik. Yunani, kembali menggelar pemilu karena para politikus gagal membentuk pemerintahan. Keinginan Yunani untuk keluar dari mata uang EURO yang mereka anggap salah satu obat keluar dari resisi mendapat tantangan dari pemimpin Eropa lainnya, khususnya dari Jerman karena Jerman adalah kreditor (pemberi pinjaman) terbesar kepada Yunani. Krisis ekonomi yang merambat ke krisis politik juga terjadi di Italia dan Prancis. Silvio Berlusconi, PM Italia mundur dan digantikan oleh Mario Monti. Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy yang menjabat sejak tahun 2007 kalah dalam Pemilu dan digantikan oleh Francois Hallande. Pemimpin baru tersebut, sudah barang tentu memerlukan waktu untuk bisa tancap gas. Minimal, mempelajari terlebih dahulu kebijakan/program sebelumnya. Apa bisa dilanjutkan atau dirubah total. Kembali kepada defisit Neraca transaksi berjalan, dampaknya merembet kemana-mana. Modal asing kembali keasalnya (Capital outflow). Nilai rupiah turun mendekati Rp. 9.700 per USD, dimana sebelumnya dibawah Rp 9.000 per USD. Turunnya nilai Rupiah membuat harga barang menjadi mahal/naik. Harga naik adalah cerminan inflasi, musuh utama yang harus diperangi. Kenaikan harga sebagaimana yang pernah kami tulis sebelumnya disebabkan karena persepsi pedagang atas rencana kenaikan bbm untuk menekan subsidi. Walaupun bbm nggak jadi naik, tapi harga-harga nggak mau turun. Produk Dalam Negeri. Kembali kepada Defisit yang utamanya disebabkan bbm, sebagai anggota masyarakat dan warga NKRI, kira-kira kontribusi apa yang bisa kita lakukan untuk menekan defisit tersebut ?. Mempengaruhi harga BBM, naik atau turun, kita tak bisa melakukannya. Serahkan saja kepada Pemerintah dan DPR yang punya kewenangan untuk itu. Membantu Eropa keluar dari krisis untuk membuka peluang Ekspor produk Indonesia ke sana, juga usaha yang sia-sia, jauh panggang dari api. Sebagai warga yang cinta NKRI, konstribusi yang bisa kita lakukan dan seratus persen kendalinya ditangan kita adalah mencintai produk dalam negeri. Bukan hanya mencintai, tapi memakai produk dalam negeri sebanyak-banyaknya. Efek positif pemakaian produk dalam negeri. Satu: Penurunan ekspor, membuat kapasitas tidak maksimal. Semakin kecil jumlah produksi, semakin besar biaya per unitnya karena biaya tetap faktor pembaginya semakin kecil. Sebagai ilustrasi, Dulu biaya tetap Rp. 1 juta dibagi dengan produksi 1.000 unit. Sekarang Rp 1 juta dibagi dengan jumlah produksi 500 unit. Secara matematis, obat mujarabnya adalah meningkatkan produksi sehingga biayanya turun yang pada akhirnya harga jual juga akan turun. Kapan produksi bisa meningkat?. Kalau ada permintaan. Dua : Peningkatan permintaan produk dalam negeri akan menggantikan/mengurangi produk impor. Akhirnya, defisit jadi berkurang. Ujung-ujungnya nilai rupiah menjadi naik. Rupiah naik, biaya menurun karena masih ada sebagian bahan baku yang masih harus diimpor. Kok Rupiah naik ?. Karena permintaan akan mata uang asing berkurang. Hukum permintaan dan penawaran. Tiga : Peningkatan ekonomi dalam negeri merembet kemana-mana. Tenaga kerja bertambah alias pengangguran berkurang. Terus…….terus………1001 satu efek positif yang nggak bisa diuraikan disini. Beberapa hari yang lalu, saya ngobrol dengan seorang pengusaha pakaian jadi. Beliau baru saja pulang dari Jepang dan bercerita tentang kualitas tekstil Jepang yang begitu hebat. Saya katakan, coba Bapak beli tekstil mereka dan kirim pakaian kesana. Disini biaya produksi murah. Di sana bisa dijual dengan harga yang murah juga. Beliau jawab. Nggak mungkin, orang Jepang sangat fanatik dengan produk dalam negerinya. Ooooo begitu…..Pantesan ekonominya maju. Aplikasi pemakaian Produk Dalam Negeri. Untuk menekan subsidi BBM, Menteri BUMN menghimbau instansi Pemerintah dan BUMN untuk memakai Pertamax yang dijual dengan harga pasar. Kalau dipikir secara sederhana, pemakaian Pertamax oleh Pemerintah dan BUMN juga berasal dari Anggaran Pemerintah.. Subsidi berkurang, tapi biaya lainnya bertambah. Pencet di sini, muncul di sana. Mencontoh pada kasus himbauan di atas, alangkah lebih baik jika Menteri BUMN menghimbau seluruh PNS dan pegawai BUMN untuk lebih sering memakai batik. Sebelumnya hanya setiap hari Jumat, mungkin bisa ditambah satu hari lagi atau bahkan setiap hari. Pakai batik. Keren lho ! Salam Reflus/L. 55 Th. Sent from my iPad On 19 Sep 2013, at 22:55, ajo duta <[email protected]> wrote: > Nakan Jepe, > > Nakan ambo di Pondok Padang manggaleh buahan. Dari sekian banyak buah nan > dijuanyo cuma jeruk dan melon dari lokal. Salabiahnyo import dari Cino dan > Thailand termasuk mangga, papaya, anggur dll. > > Sarapan pagi om adolah sebuah apel. Ma nyo apel Malang? Iyo malang awak indak > ado lai. Kalaupun ado ketek dan kalek. Mungkin dek itu Angelina Sondakh > labiah suko apel Washington. Satiok pagi om makan apel tapaso mambuangkan > stiker ketek nan tertulis "New Zealand" atau "Washington" > > Menuruik Dahlan Iskan, pedagang awak labiah suko maimpor dari pado mambali > dari petani. Impor jumlah dan jadualnyo pasti. Petani awak susah memenuhi > permintaan. Baa tu? > > > ----------------------------------------------------------------------------------------------- > Sukseskan Halal bil Halal dan Peringatan 20 Tahun Rantau Net > Hari/Tanggal: Sabtu, 28 September 2013 Jam: 09:00-15:00 > Tempat: > Rumah DAMAI Indonesia > Jl H Saabun No 20 (Mangga Besar) > Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540 > Biaya: Badoncek. YPRN Norek 0221919932 BNI > > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo > Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - > Jakarta - Sterling, Virginia USA > ------------------------------------------------------------ > > > 2013/9/19 JePedotCom <[email protected]> > Assalamualaikum wr wb > > Dunsanak Palanta RN n.a.h > > Sebagai mana yang saya posting menanggapi tulisan Pak MN, (copas kesini > bagian bawah) > > Ini adalah sebuah langkah kongrit,nyata jika melakukan secara serentak dan > menyeluruh, ini sebuah langkah kecil bagi sebuah perubahan kearah yang lebih . > > Mudah2an dapat respon positif dari kita semua untuk lebih bisa menahan diri > tidak membeli segala produk buah2an, sayur2an, beras, kacang2an dan ikan2an > import > Dalam beberapa komunikasi dengan bbm group dan what's app RN saya sering > sampaikan dan foto apa yang saya beli produk pertanian petani kita sendiri > > Nanti saya akan ceritakan apa yang saya beli dan lakukan seperti yang saya > ceritakan sama temen2 di gruop BBM > > Seminggu yang lalu saya memancing , ada nelayan yang menjemur ikan asin > siluang lalu saya beli 3 kg dengan harga Rp 15 ribu/kg > > Lalu saya dapatkan jambu delima produk petani orang jawa yang lansung dari > pokoknya begitu bagus, manis dan masir harga Rp 15 ribu/kg > > Kesempatan lain saya beli pisang kepok dan pisang ambon petani > > Ketika di Balikpapan ke pasar tradisional saya beli jeruk petani dari > Sulawesi cukup manis dan besar2 di pasar kebun sayur harga Rp 12.500/Kg lalu > ke pasar tradisional kelandasan hilir saya beli nenas manis2 yang telah > dikupasin lansung sama si mbok2 yang jualan harga Rp 7 ribu/pcs cukup besar2 > > Hari ini saya akan cari lagi pisang kepok/batu petani yang harganya Rp > 15/sisir , isi padat dan montok 16-17 buah/sisir, biasanya buat sarapan dan > makan malam saya disini, direbus beberapa buah lalu saya olesi dengan madu > hutan produksi alam dari masyarakat juga yang saya beli. > > Beras juga begitu saya mendapatkan dari petani , beras gunung dengan harga Rp > 12-14 ribu/kg > > Begitu juga dengan ikan2an, saya membelinya di los ikan pasar tradisional > kelandasan hilir dan sangat jelas ini produksi lansung nelayan kita > > Jika gerakan ini dilakukan serentak oleh segala lapisan masyarakat kita, > jelas sekali sebuah tindakan nyata untuk melakukan perubahan kearah yang > lebih baik terutama berdenyutnya sektor Rill Pertanian dalam arti yang luas > dan menyangkut keperpihakan kita kepada petani kita sendiri. > > *** > > Bagi saya pribadi selemah-lemahnya berbuat untuk kearah yang lebih baik dari > pada melakukan perubahan yang diinginkan Pak MN dan tindakan nyata yang logis > dan rasional yang saya lakukan adalah : > > Uang atau pendapatan saya untuk konsumsi sayur dan buah2an, beras dll, saya > menahan diri tidak akan pernah membeli produk2 konsumsi tersebut dari hasil > import para petani luar negeri yang masuk ke negara kita. > > Cilaka memang menurut saya ada kelapa muda import di gunduli lalu dijual > seharga Rp 18 ribu, ada juga yang membelinya belum yang lain2 seperti kiwi > harga 80 -100 ribu/kg > > Bagi saya uang seharga kiwi per kg itu sudah bisa mendapatkan jeruk, pepaya > dan pisang buat konsumsi keluarga lebih dari cukup. > > Memang kalo berprinsip masa bodoh "ini uang gua..hak gua membelanjakannya mau > apa anda"..ya apa boleh buat > > Seandainya gerakan ini dilakukan serentak oleh seluruh lapisan masyarakat > dilevel manapun ketika kita sangat lemah tidak bisa merubah situasi maka saya > pikir kita tidak perlu buat2 partai segala tindakan ini sangat nyata dan > sangat memberikan sebuah perubahan. > > Silahkan saja produk sayur, buah2an dan konsumsi import itu masuk dengan > alasan dan tekanan pasar global, ketika kita sebagai konsumen yang "kekuasaan > beli" ada pada kita..mau apa produk2 import yang dikonsumsi tersebut..akan > busuk, tidak laku bukan ? > > Dampaknya ditingkat petani kita semakin berdenyut sektor pertanian karena > kita membeli produk mereka, kita tahan diri untuk tidak mengatakan kualitas, > rasa dan lain sebagainya tidak seragam sebagaimana produk import lalu kita > tidak membelinya produk petani kita..lakukan dan beli saja . > > Jika ini yang disuarakan lebih keras oleh Pak MN saya harus mengatakan beliau > adalah seorang tokoh yang pantas kita satukan suara bersama2 dan paling > realistis mengubah situasi dan kondisi kearah yang lebih baik berpihak pada > masyarakat banyak khususnya disektor pertanian dalam arti yang luas. > > Mudah2an kita semua anak suku minangkabau mulailah tahan diri, belanjakan > hal2 yang bersifat konsumi seperti buah2an, sayur2an, beras dan kacang2an , > ikan dan lain2 sumber asupan energi,vitamin, mineral dan protein produk2 > petani kita terserah jika kita dapatkan disuana supermarket/mall yang bersih, > sejuk dan mentereng atau di pasar tradisional yang becek, panas dan gerah > bahkan terjun lansung ke sentra produksi jika ada kesempatan bertemu petani > dan nelayan pas panen...ini mengasyikan sekali sangat terasa denyut rill > sektor ekonominya. > > > Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
