Hehehehe Buya sambia di kamar mandi reply pacik kompor ketek sagadang talapak tangan.
Nah hal2 ini juga menjadi catatan dan bisa kita berikan atau sampaikan surat terbuka ke Gubernur serta Bupati2 di ranah minang, untuk lebih mendorong dan memberikan perhatian yang serius membangun sumber2 energi dari aiar (terutama) disamping ramah lingkungan juga tidak tergantung lagi pada sumber energi yang berasal dari fosil (minyak tanah, bensin, solar, dll). Sepanjang penglihatan ambo terutama karena bentangan alam ranah minang itu itu dengan segala keindahannya karena berkontur (ada strata-strata) mulai dari pegunungan, daratan tinggi, dataran rendah sampai daerah pesisir, secara sederhana hukum gravitasi berjalan sangat dinamis disini air mengalir dari tinggi ke renah, ini bukan saja mengalir tapi juga "bertenaga" karena bentangan alam ranah minang yang elok itu . Pertanyaan "kenapa air dari yang tinggi itu dibiarkan saja tenaganya hilang begitu saja sampai kemuara lautan" Untuk kantong2 perkampungan yang punya "air mengalir dan bertenaga" ini layak diinventarisasi sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dengan membangun MHP ini....ini sebuah teknologi yang sangat sederhana saja dalam arti bukan sesuatu yang aneh lagi intinya bagaimana memanfaatkan air mengalir bertenaga ini untuk menggerakan dinamo berputar yang menghasilkan listrik itu sama saja sebuah mesin yang berputar untuk menggerakan dinamo dari sumber bahan bakar fosil. Ingatlah saya waktu kecil2 pulang kampung, betapa banyak kampung2 di ranah minang yang punya "air mengalir bertenaga ini" dimanfaatkan menjadi kincir air untuk menumbuk padi sekaligus kincir ini berputar menaikan air dari tempat yg rendah ke tinggi buat pengairan sawah. Potensi "air mengalir bertenaga" diranah minang ini perlu digarap dengan teknologi terapan yang bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat, tahap awal mungkin otoritas bersama elemen masyarakat (dunia kampus) menginventarisasi dan memetakan dimana secara teknis "air yang mengalir bertenaga" ini bisa dimanfaatkan untuk merumuskan kebijakan dan langkah2 apa yang pas model MHP dll . "Jangan biarkan air itu mengalir di ranah minang hilang tenaganya begitu saja dari pegunungan sampai ke muara" Wass-Jepe, L- 48 Thn, Rantau Balikpapan, Kutai Barat Kaltim, Powered by Buah2an ,Sayur2an, Ikan2an, Kacang2an dan Beras Petani Bangsa Sendiri, Tahan Diri jangan konsumsi yang produk Import® -----Original Message----- From: "Zubir Amin" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 26 Sep 2013 23:32:41 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Listrik PLN acok mati, Mahasiswa Unand buek pambangkik listrik hibrid tanago angin jo matoari Sanak Mbo Asmardi Arbi nn ughang Pasisie n sanak Palanta nn diRahmati Allah swt. Pengalaman sanak memperkenalkan R.McKosky suami sohib kito Nur Baini kpd Bupati Pessel be2rapa thn nn lalu utk membangun Pembangkit 'Hydro Mini Power' (HMP)di Pessel nn kurang mendapat perhatian Bupati,hemat JB kemungkinan koa berkaitan dgn keberadaan PLN disitu sampai kini. Kalau gagasan R.McKosky jadi dilaksanakan dgn HMP nya, maka itu akan menghasilkan tenaga listrik nn melimpah ruah n murah di Pessel.Masyarakat akan menjadi sanang n listrik tdk sering pudur hiduik lai n murah langganannya. Akibatnya para pelanggan PLN akan menjadi berkurang secara drastis n akan mengancam keberadaan PLN.Bukan hanya itu,'permintaan biaya2 tambahan' utk perbaikan gardu PLN nn rusak tentu tdk banyak diusulkan ka pusat/Pemda.Instansi ini hanya akan beeroperasi dgn anggaran thnan nn indak mancukupi alias senteang! Hal ini akan mengurangi 'rizki' para petugas PLN dari kls rendahan sampai tertinggi di Pessel.Sering rusak tu Gardu tentu sering pulo 'permintaan penambahan biaya' dilua anggaran tahunan. Nan acok menimbulkan 'kesengsaraan keuangan' bagi Pem Pusat n Daerah adalah salah satunya adalah permintaan penambahan biaya ini dari setiap sektor intasi di Daerah itu or mungkin juga di Pusat. Jadi sanak Arbi,ndak usah heran baa kok sampai kini ndak pernah terealisir gagasan listrik murah via HMP itu di Pessel. Iko cuma pikiran JB sambia 'duduak' di kamar mandi.Mun kin bana or mungkin indak.Wallahu Alam! JB,DtRJ,74thn labiah,sk Mandahiliang,IV Angkek Padusunan,Pariaman Timur,kini di Bonjer,Jakbar. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Asmardi Arbi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 26 Sep 2013 09:31:12 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Listrik PLN acok mati, Mahasiswa Unand buek pambangkik listrik hibrid tanago angin jo matoari Benar sekali sanak Bot SP, ambo pernah mendampingi Mr.Ralph McKosky suami dari bu Nurbaini alias bu Ben yang kalau tidak salah juga salahsatu pendiri RN. , untuk menghadap Bupati Pessel waktu dijabat oleh Darizal Basyir. Setelah beliau menelusuri beberapa air terjun yang terdapat di sepanjang wilayah Pessel, merasa heran mengapa listerik sering padam dan makin keselatan daerah Pessel penerangan listerik makin redup. Kebetulan suami buk Ben ini pegawai PLN di negaranya AS,. beliau menanyakan kepada pak Bupati mengapa di Pessel air terjun yang begitu banyak terdapat di Pessel tidak dimanfaatkan untuk sumber listerik Hydro Mini Power, seperti yang banyak dimanfaatkan dinegaranya. Beliau menawarkan diri untuk membantu perencanaan , bahkan akan mengusahakan untuk mendorong program USAID diarahkan ke Pessel untuk PLTMH di Indonesia. Namun respon dari Bupati kurang positif sehingga sampai sekarang walau sudah berganti Bupati belum juga ada tanda2 realisasi kearah itu. Ambo benar2 tidak paham mengapa bisa demikian. Wassalam, Asmardi Arbi, 72, Kampai , Tangsel. On 26/09/2013 15:11, Bot Sosani Piliang wrote: > Potensi energi Sumbar yg besar lainnya adalah Mikro/makrohidro yg > hampir merata dimiliki oleh kab d sumbar. Dengan memanfaatkan aliran > sungai2 diperbukitan dan perbedaan elevasi yg tinggi, desa2 d Sumbar > bisa lebih cepat terlistriki. > Dan PLTMH inipun bisa dijadikan usaha bersama koperasi nagari, karena > biaya investasi relatif rendah dan teknologi yg digunakan juga tidak > terlalu rumit. > > Salam > Bot SP > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
