Terima kasih Ustadz Abu 'Abdirrahman (kenapa tetap saya panggil Ust. akan saya jelaskan di bawah) atas tambahan dalil yang sangat relevan. Saya kira kalaupun sharing saya sebelumnya mau ditampilkan di situs RN sebagai jawaban atas pertanyaan Buya JB, maka sebaiknya digabung dengan jawaban Ust. Abu 'Abdirrahman dan diformulasikan dalam struktur kalimat baru yang lebih solid, karena tidak lazim uraian di situs web dibuat bajelo-jelo seperti di milis/palanta ini. Entah siapa yang sebaiknya menggabungkan kedua jawaban ini, apakah Ust. Abu 'Abdirrahman atau Pak Ephi Lintau (yang juga penulis ciamik). Maksud saya tampilkanlah yang terbaik untuk situs web, karena karakter pengunjung yang umum berbeda dengan palanta yang khusus dan lebih homogen. Di sini semua orang (berdarah) Minang. Di situs nanti,pengunjung bisa siapa saja. Dari yang berniat mampir, sampai yang tak sengaja terdampar.
Nah, tentang panggilan Ustadz, saya hormati keinginan sanak Ahmad Ridha untuk tidak dipanggil Ust. Ahmad Ridha. Namun izinkan saya tetap menggunakan panggilan Ustadz dengan nama kunyah yang selalu ada di akhir posting sanak Ahmad Ridha, Abu 'Abdirrahman. Jadi saya akan menggunakan sebutan Ust. Abu 'Abdirrahman, bukan Ust. Ahmad Ridha :) Atau kalau lengkapnya Ust. Abu 'Abdirrahman Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim, seperti layaknya nama para ulama disebut dalam kitab-kitab rujukan. Hal lain, terima kasih telah mengingatkan soal larangan memotong rambut dan kuku sejak 1 Zulhijjah bagi yang ingin berqurban, semoga menjadi perhatian bagi dunsanak Palanta yang ingin berqurban tahun ini. Kebetulan semalam di mushalla komplek kami, saya pun baru memberikan informasi yang sama kepada para jamaah Isya. Ada jamaah yang kaget, seorang hajjah. "Wah, saya baru tahu soal larangan memotong rambut dan kuku ini. Selama ini tidak pernah dengar sama sekali," katanya. Suami sang hajjah ini, semalam menjadi imam Isya karena memang bacaannya bagus, langsung diberondong istrinya. "Tuh Pa, ternyata kalau kita sudah niat berqurban kita tidak boleh memotong rambut dan kuku sampai kurban dilakukan karena ada haditsnya. Papa sudah tahu?" Sang suami hanya mengangguk-anggukkan kepala. Sekadar tambahan untuk larangan memotong rambut dan kuku ini Ust. Abu 'Abdirrahman, sekiranya calon pengurban baru berniat setelah masuk Zulhijjah (katakanlah baru berniat kurban hari ini, 3 Zulhijjah atau besok 4 Zulhijjah) maka larangan memotong rambut dan kuku berlaku sejak niatnya muncul. Sekiranya dia kemarin sempat memotong rambut dan kuku (2 Zulhijjah), hal itu tak menjadikan qurbannya tidak sah karena kemarin dia belum berniat., Wallahu a'lam. Wass, ANB Pada 7 Oktober 2013 23.31, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis: > Pak Akmal dan sidang palanta yang saya hormati, > > Saya setuju dengan Pak Syaff Al bahwa pertanyaan Buya JB dan uraian Pak > Akmal sangat pas menjadi artikel pembuka dalam rubrik Agama di web > RantauNet. Terlebih, topiknya terkait penciptaan manusia yang sebagaimana > uraian Pak Akmal patut diingat oleh setiap manusia agar kita dijauhkan dari > sifat sombong. Ibaratnya, web RantauNet dimulai dengan kesadaran untuk > mengingat posisi manusia sebagai hamba terhadap Allah Ta'aala. > > Konteks ayat-ayat tersebut sebagai peringatan bagi manusia sejalan dengan > penjelasan al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya untuk QS > an-Nahl 16 ayat 4 (yang artinya): > > "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah > yang nyata." > > Beliau membawakan hadits dari Busr bin Jahasy radhiyallahu 'anhu yang > diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad dan Ibnu Majah berikut: > > [arti diambil dari: http://abuzuhriy.com/tentang-sedekahinfaq/; cetak > tebal dari saya untuk menekankan bagian yang terkait masalah air ini] > --- > Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meludah di telapak > tangannya, lalu beliau meletakkan jarinya di atas telapak tangannya > tersebut seraya bersabda: > > قَالَ اللَّهُ ابْنَ آدَمَ أَنَّى تُعْجِزُنِي وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ مِثْلِ > هَذِهِ > > “Allah telah berfirman: ‘*Wahai anak Adam, bagaimana kamu menganggap-Ku > lemah sementara Aku telah menciptakanmu dari keadaan seperti ini!?* > > حَتَّى إِذَا سَوَّيْتُكَ وَعَدَلْتُكَ مَشَيْتَ بَيْنَ بُرْدَيْنِ > وَلِلْأَرْضِ مِنْكَ وَئِيدٌ > > Lalu ketika Aku telah menjadikanmu berwujud dan kuat, kamu berjalan dengan > pongahnya sambil mengenakan burdah (pakaian luar sejenis jubah)!! > > فَجَمَعْتَ وَمَنَعْتَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ التَّرَاقِيَ قُلْتَ > أَتَصَدَّقُ وَأَنَّى أَوَانُ الصَّدَقَةِ > > Maka kamu mengumpulkan harta dan menghalangi (orang lain dari memperoleh > haknya) hingga bila nyawamu telah sampai di dada, engkau berkata, ‘Aku > hendak bersedekah.’ Maka kapan waktu untuk bersedekah itu? ‘” > > --- > > Mengenai hadits ini, al-Hakim mengatakan bahwa ini hadits shahih isnadnya, > dan adz-Dzahabi menyepakatinya. > Hadits ini juga dibawakan Ibnu Katsir ketika menjelaskan QS Yaasiin 36 > ayat 77 (yang artinya): "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami > menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang > yang nyata!" > > dan QS al-Mursalat 77 ayat 20 (yang artinya): "Bukankah Kami menciptakan > kamu dari air yang hina?" > > Beliau menjelaskan bahwa manusia lemah dan tidak sebanding dengan > kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla. > > Demikian tambahan saya dari apa yang saya baca tentang masalah ini, Pak > Akmal. > > Kemudian, saya berharap untuk tidak disebut sebagai ustadz, Pak Akmal. Di > satu sisi saya berharap bahwa Allah Ta'aala menjadikan saya sebaik yang > disangkakan orang lain, di sisi lain saya menyadari bahwa saya tidak pantas > atas sebutan tersebut. > > BTW, berhubung kita telah memasuki bulan Dzulhijjah, yang berniat untuk > berqurban perlu mengingat agar tidak memotong rambut dan kukunya selama 10 > hari pertama Dzulhijjah sesuai sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa > Sallam (yang artinya): > > “Apabila telah masuk sepuluh pertama Dzulhijah, dan kalian ingin > menyembelih qurban maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya > sedikitpun.” (HR. Muslim). > > [lihat: > http://www.konsultasisyariah.com/orang-yang-memotong-kuku-sebelum-menyembelih-qurbannya-tidak-sah/ > ] > > Allahu Ta'aala a'laam. > > Wassalaam, > -- > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
