Ass ww.


Sanak Bachtiar Muin PhD  serta sanak sapalanta RN n a h



Partamo  ambo ingin luruskan pernyatan sanak, hwa ambo bukan mantan Dirut
BDN.

Kaduo, ambo bukan pembela Lippo. Ambo hanya ingin mengingatkan bahwa dalam
menilai investor , kita tidak boleh melihat agama investor itu. Semua warga
Negara punya hak sama. Bahkan Asingpun harus diterima kalau ingin invest di
Sumbar Setiap investasi akan menguntungkan bagi masyarakat dan perkembangan
ekonomi daerah.  Begitulah ketentuan undang undang dan kebijakan Pemerintah
kita.



Satantang pertanyaan sanak Bachtiar Muin PhD sebagaimana dibawsah ini :

1.       Betul ngak puluhan ribuan ha yg dikuasai Lippo adalah kebun karet
negara?

2.       Betul ngak Bumi Serpong Damai, puluhan ribuan ha, adalah kebun
karet negara?

Tolong dijawab ya apa tidak ?



Ambo jawab dengan tegas : TIDAK

Untuk sanak ketahui, luas areal Lippo Karawaci hanya 3000 Ha. Luas Lippo
Cikarang 3050 Ha. Total 6050 Ha.

Bumi Serpong Damai  luas areal keseluruhannya adalah 6000 Ha.

Kok anda kemukakan  masing masing “Puluhan ribuan Ha”  ?? Gak bagus melebih
lebihkan , magadang gadangkan angko untuk menarik perhatian.



Tentang pertanyaan pertanyaan sanak Bachtiar Muin seterusnya ambo ingin
memberikan  ilustrasi sbb.

     1. W aktu Presiden Megawati jual gas ke Cina tahun 2003, harga gas
periode 1990-2002 rata2 adalah: US$ 2.5/MMBTU . Lalu Presiden Megawati
menjual gas di harga US$ 3,35 per MMBTU, jauh diatas harga rata2. Memang
saat itu harga gas ada di sekitar US$ 4/MMBTU, jadi seperti ada harga
diskon buat China. Tapi siapa yg bisa tahu harga gas tahun 2003, 2004, dst
mau kemana? Nah tahun 2003- 2008 harga gas melonjak tajam ke US$ 5- 12/
MMBTU, dimana harga jual gas Presiden Megawati jadi sangat2 murah . Lalu
orang  mengkritik Kok Presiden Megawati menjual Gas dengan harga sangat  murah
. Jadi kebijakan tahun 2003 yang didasarkan pada kondisi tahun 2003 dinilai
berdasarkan kondisi tahun 2005 lalu dinilai : “ Salah , Bodoh dan ada apa
apanya” .

2.     2.  Sekarang Blok Mentawai sedang di eksplorasi oleh Total, suatu
perusahaan minyak Perancis, dengan perkiraan biayanya  kemungkinan bisa
mencapai US 100 juta. Sebelum Total mengerjakan eksplorasi Blok Mentawai
itu, sudah ditawarkan kepada perusahan minyak lain, termasuk pengusaha
pengusaha Indonesia. Tapi tidak ada yang berani. Kenapa ?. Karena risikonya
besar. Ada kemungkinan eksplorasi itu gagal maka  biaya  yang bisa mencapai
US 100 juta itu hilang begitu saja. Begitulah pengusaha itu tidak selalu
untung, ada kemungkinan rugi juga. Bagaimana kalau kemudian Total berhasil
dan mengeluarkan minyak sampai 100.000 barel atau lebih perhari ? Dan Total
memperoleh bagian antara 10 s/d 15 % tanpa susah payah lagi, karena
pompanya otomatis mengangguk anguk mengeluarkan minyak.  Lalu kita sebagai
pengamat  sepuluh tahun setelah itu  akan melihat enak sekali mereka ya,
kerjanya dikit, biayanya dikit hasilnya besar. Kenapa kok harus asing yang
dikasi , kenapa tidak dikerjakan orang Indonesia saja ? Dan orang yang
menilai nya lupa bahwa Total mengeluarkan biaya besar ketika eksplorasi dan
bahkan berpotensi  rugi besar kalau eksplorasi itu tidak berhasil menemukan
minyak.

Begitulah cara orang kebanyakan memandang persoalan / kebijakan masa lalu ,
tidak membandingkannya dengan keadaan atau situasi masa lalu itu , tetapi
dengan membandingkannya dengan masa saat ini. Pengamat tidak tahu  bahwa
tambang tembaga  yang dikerjakan Freeort itu duku adalah Gunung yang sulit
dicapai. Tidak ada Pengusaha Indonesia dan bahkan asing lainnya yang
berminat. Biaya untuk membuka tambang itu amat besar dan diantara
Perusahaan Tambang Internasional, Freeport lah yang  dipilih karena
reputasinya.

Sekarang hasilnya luar biasa, siapa yang akan menyangka bahwa gunung itu
tidak hanya menghasilkan tembaga, melainkan juga emas dan yang paling
diuntungkan adalah pengelolanya. Freeport adalah suatu perusahaan public
yang terdaftar du bursa efek New York dan diawasi oleh Bapepamnya Amerika.

Pengamat akan menilai ada rasa ketidak adilan, karena kita dapat lebih
sedikit. Lalu kita menduga (Souzon)  yang berkuasa di negeri ini atau
pejabat yang berkaitan telah menerima sesuatu

dari Freeport itu. Kira kira akan seperti itulah  menilai kebijakan dulu
dengan melihatnya dengan kondisi saat ini. Perusahaan public di Amerika
kalau ketahuan menyogok, maka sahamnya akan

di suspend dan ada sangsi keras bagi manajemen perusahaan itu.



*Tentang  Lippo dan BSD *

Sanak Bachtiar menghitung untungnya besar sekali, dulu kebun karet itu
dibeli dengan harga Rp.10.000/m , sekarang dijual dengan harga Rp. 10 juta
per meter. Bayangkan kalau luasnya “puluhan  ribuan” Ha akan mencapai
ratusan triliun untungnya.  Saya menjawabnya dengan ilustrasi lagi.



Pondok Indah di Jakarta  sekarang ini merupakan Pemukliman paling Elit di
Indsonesia .

40 tahun lalu  masih meerupakan kebun karet . Ir Ciputra  melalui PT MD
yang pemegang sahamnya Ciputra dkk serta Pemda DKI mengajukan proposal
untuk merubah kawasan itu menjadi pemukikan. Sebelumnya dia sudah memulai
pembebasan tanah dengan biaya sendiri, mematangkan tanah, membangun sarana,
 antara lain gorong gorong, jalan lingkungan  dan sebagainya. Analis bank
agak khawatir juga apakah perumahan yang dibangun dan kapling yang dijual
akan laku, karena waktu itu jalan masuk ke Pondok Indah itu hanya melalui
satu satunya jalan Radio Dalam. Setelah menimbang Pro dan Kon proyek itu,
akhirnya disetujui . Kreditnya sekitar 30 % dari biaya proyek, Proyek
dilakukan bertahap, unit yang terjual uangnya bisa dipakai lagi untuk
melanjutkan  proyek. PT MD tsb sebagai pengembang harus berpacu dengan
waktu, karena kalau terlambat , untungnya akan semakin tipis karena bunga
bank ketika itu (Thn 71-72) amat tinggi , sekitar 22 s/d 24 %. Begitulah
mereka bekerja sampai sebagian besar rumah  rumah dan kapling di Pondok
Indah itu terjual dalam waktu sekitar 3 s.d 4 tahun. Berapa Ciputra menjual
harga rumah dan kaplingnya pada waktru itu?  Tentu saja sesuai dengan harga
pasaran ketika itu, paling dengan harga Rp.100.000,- per meter dan pada
waktu itu harga itu sudah mahal.  Sekarang berapa harga tanah di Pondok Indah
itu ? Kira kira sekitar Rp.10.juta/per meter mungkin lebih. Apakah untung
Ciputra sama dengan luas seluruh areal x (Rp.10.000.000 – Rp.10.000,-) ??
Tentu tidak. Karena hampir semua areal sudah dijual ciputra pada sekitar 35
tahun yang lalu. Lalu siapa yang diuntungkan ? Tentu semua yang memiliki
rumah di Pondok Indah itu ikut menikmati

keuntungan. Sebagai pengembang Ciputra tentu saja dia juga untung,  begitu
juga pemegang saham lainnya termasuk Pemda DKI.

Itulah efek keberhasilan pembangunan, semua untung dan kalau tidak ada
pengembang seperti Ciputra , Pondok Indah itu pasti tidak akan menjadi
daerah elit sepertri sekarang.

Saya ingin memberikan gambaran, bahwa semua pengembang cara kerjanya hampir
sama, Lippo juga begitu  akan rugi dia kalau tanah dibeli lalu disimpan,
tidak dibangun, tunggu 40 tahun baru dijual . dengan bayar PBB selama 40
tahun belum tentu harga jualnya bisa mnutup harga beli dan biaya PBB itu.



*Tentang tanah sepanjang jalan tol Cikampek yang dimiliki konglomerat. *



Benar atau tidak nya pernyataan Sanak Bachtiar Muin PhD itu saya tidak
tahu. Andai iya. Saya menganggap mereka yang membeli tanah disitu spekulan.
Apakah akan untung ?
Yang namanya spekulan , tentu untung untungan, kalau wilayah itu
berkembang, dia untung dan kalau daerah itu tidak berkembang dia buntung.
Uanggnya mati ditanah itu, dia tetap bayar PBB dan kalau mau dijual akan
amat susah menjualnya.

Kasus ini agak mirip dengan Jonggol- Kab Bogor.

Dulu ada rencana Ibukota RI akan dipindah dari Jakarta ke Jonggol. Banyak
 orang berduit beli tanah puluhan  hektar di Jonggol itu dan harga tanah di
Jonggol juga naik namun yang membeli semakin banyak. Ketika rencana
pemindahan ibu kota ke Jonggol batal, yang baru beli tanah di Jonggol
setengah mabok, duit sudah tertanam, tanah dijual lagi gak laku.

Jadi biar sajalah mereka yang spekulasi beli tanah di sepanjang tol
Cikampek , itu urusan mereka. Toh kalau tanah itu dimanfaatkan bagi
pembangunan tetap ada efek positif bagi masyarakat.



*Dari mana uang konglomerat yang ratusan triliunan itu?*



Itu yang ditanyakan sanak Bachtiar Muin PhD selanjutnya.

Dari daftar 50 orang terkaya Indonesia yang dirilis terakhir, hanya satu
orang yang punya kekayaan melebihi 100 Triliun Rupiah, yaitu pemilik pabrik
Rokok Jarum. Dari mana uang itu, ? Tentu saja dari rokok  jarum yang dibuat
perusahaan Jarum itu kemudian dibeli dan  dibakar lalu dihirup asapnya oleh
rakyat Indonesia pecandu rokok. Produsen itu menjadi orang terkaya dan
rakyat perokok itulah yang menjadikan dia sampai punya kekayaan lebih dari
100 triliun.



*300 trilliun kredit ke konglomerat sebg prime customer dengan bunga 8%,
dikreditkan kembali ke masyarakat, seperti KTA dengan bunga 20-30 setahun.
Taruklah bunga 20% saja, yg dibayar oleh rakyat. Selisih 12% dikalikan 300
Trilliun, sudah 36 Trilliun, dapat uang dengan ongkang2 saja.*



Bank mana yang kasi kredit 300 triliun itu. Gak ada bank di Indonesia
termasuk konsorsium yang mampu kasi kredit 300 Triliun. Juga \bunga 20 %
itu tidak realistis. Pasaran

bunga perbankan sekarang hanya 11 s/d 12 % (4 s/d  5 % diatas bunga
deposito. )  Siapa yang mau bayar bunga kredit 20 %. Ngutang sama rentenir
kali….

Boleh berandai andai, tapi yang masuk akal lah.



*Soal gaji dan pensiun dosen*



Tampaknya anda menyesali profesi anda. Anda seperti menyesalkan mereka yang
membuat kebijakan yang tidak adil sehingga anda merasa tidak mendapatkan
imbalan yang sesai. Menurut saya, hidup kita , kitalah yang menentukan kita
mau menjadi apa. Kalau mau kaya tentu tidak memilih menjadi pegawai,
menjadi dosen. Jadilah pengusaha, terbuka peluang untuk kaya bahkan menjadi
konglomerat. Seharusnya anda tidak lupa bahwa menjadi Dosen itu adalah
pengabdian dan kalau dilakukan dengan iklas dia menjadi ibadah. Berapa ribu
orang yang menjadi pintar karena anda, selama anda menjadi dosen. Itu
adalah kebaikan dan setiap kebaikan akan diganjar oleh Allah berlipat
ganda, bisa di dunia, bisa di akhirat dan bisa pula di dunia dan juga di
akhirat, Begitu ustadz saya member petuah. Mudah mudahan anda tidak
menyesal menjadi dosen dan tidak menyesal berbuat kebaikan.  Semoga Allah
selalu member Rahmat dan Hidayahnya kepada anda .



Wassalam.

Dunil Zaid. 70 + 10/12. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg. Tingga di
Jkt.




2013/12/3 ZulTan <[email protected]>

>
>
> Wa'alaikumussalam,
>
> Barisi ko mah.  Iko bukan pakaro saleh (seharusnya salah) ketik nan
> diuruih dek Kanda mm*** kapatang.
>
> Rancak ansua duduak ka tangah.
> "Teh talua ciek!"
>
> Taruih lah Pak, kaganti baraja dek kami.
>
>
> Salam,
> ZulTan, L, 53, Bogor
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke