Pak Bakhtiar Muin nan ambo hormati,

Kalau buliah ambo nio batanyo tentang pernyataan Bapak yang iko:
“[*A]mbo terlibat dalam sebagai konsultan, mega2 proyek di nagari ko,
mangarati bana ambo, bagaimana nagari ko, kehilangan revenue ribuan
triliiun pertahun*.”

Sepangatahuan ambo, revenue negara ko ado duo pak, pajak dan non pajak.
APBN 2012 menyabuikan bahwa (sumber Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan):
-penerimaan pajak & cukai: 914,2 triliun & 118,4 triliun
-penerimaan bukan pajak: 279 triliun
Jadi kalo ditotal sadoalah penerimaan negara ko di tahun 2012 versi APBN,
jumlahnya 1,311 triliun.
Salain itu BPS manyabuikan pulo bahwa Produk Domestik Bruto Indonesia di
2012 adalah 8,241.9 triliun.

Pak Bakhtiar manyampaian bahwa Bapak *paham bana* baa negara ko *kehilangan
revenue ribuan triliun per tahun*. Karena “ribuan triliun per tahun” iko
tantunyo bukan masalah ketek Pak, ibarat di kerajaan fauna, iko masalah
dinosaurus Pak. Dek kalo ambo bandingan jo pendapatan negara ko satahun
manuruik data resmi cuma 1.311 triliun, dan PDB negara ko menurut BPS 8.241
triliun.

Ambo jadi tertarik dan ingin batanyo:
-      Menurut Pak Bakhtiar, revenue nan ilang ko nan ma, nan pajak ato non
pajak?

-      Kalo misalnya bapak paham bana revenue nan sagadang tu ilang, apo
penyebabnyo ? apo dek strategi keuangan perusahaan nan hebat? misalnya bisa
mambuek tax planning nan sabana canggih?
Kalo iyo coitu, labiah rancak Bapak sampaikan se informasi tu ke otoritas
nan berwenang, misalnyo kantua pajak. Jadi kok memang batua pernyataan dan
info Bapak tu, bisa diusut nan nakal-nakal tuh, dan batambah penerimaan
pajak negara awak.

-      Kalau ternyata menurut Pak Bakhtiar, revenue nan ribuan triliun tu
ilang dek malawan hukum, katoan lah korupsi misalnyo, Bapak bisa sampaikan
pulo ka instansi nan berwenang, misalnya badan anti korupsi yang bakantua
di Kuningan. Kalo iyo batua info Bapak, bisa lo diusut dek mereka revenue
nan ribuan triliun tu.

-      Kalau ternyata pitih sagadang tu ilang dek inefisiensi operasional,
tantunya Bapak sebagai konsultan bisa langsung maagiah masukan-masukan nan
rancak ka perusahaan. Ambo raso itulah tugas konsultan.


Sekian pertanyaan ambo Pak Bakhtiar. Maafkan kato-kato ambo kalo ado nan
salah-salah :)



Meyru, 29, London





2013/12/1 Bakhtiar Muin PhD <[email protected]>

>
>
> Assalamualaikum:
>
> Angku Dunil Zaid Yg budiman.
>
> Tidak usahlah angku menutup mata mem bela2 Lippo dengan menjual sahamnya
> di bursa semua orang juga tahu.
>
> Coba angku jawab dengan tegas.
>
> 1.       Betul ngak puluhan ribuan ha yg dikuasai Lippo adalah kebun
> karet negara?
>
> Tolong dijawab ya atu tidak?
>
> 2.       Betul ngak Bumi Serpong Damai, puluhan ribuan ha, adalah kebun
> karet negara?
>
> Tolong dijawab ya atau tidak?
>
> Kekhawatiran masyarakat Minang, kristenisasi, beralasan, Angku pernah ngak
> ikut kebaktian bersama antara ummat Kristen dan Katolik, siapa yg
> mengkoordinirnya. Coba angku datang2 ke kantor2 di Sulut, atau didaerah
> Kristen lainnya, atau ikut kebaktian bersama, pendetanya dari mana?
>
> Dari Evangelist atau bukan? Cobalah angku ikut kebaktian di sentul.
>
> Coba angku lihat 600 trilliun uang BLBI, kemana mengalirnya?
>
> Angku tinggal di Jakarta, coba jalan kaki, kiri kanan toll Jakarta
> Cikampek, kunjungi rumah2 penduduk disepanjang 60 km tsb, bagaimana tanah2
> di situ sudah berpindah tangan, kapan berpindah tangannya.
>
> Coba angku, datangi sentul city, sia nan tingga di sana, cubo tanya ka
> satpam dan pembantu disana?
>
> Cubo, angku lihat, konglomerat yg punya harta ratusan trilliun, dari mana
> asal datang kekayaannya?
>
> Angku sudah menutup mata, dari kenyataan yg ada, bagaimana praktek2 kolusi
> di negara ini, segelintir orang kaya raya dengan cara yg tidak wajar.
>
> Ambo tanyo sama angku Dunil Zaid, bagaimana caranya segelintir orang
> mengusai jutaan ha kebun sawit, milyaran ton deposit batu bara, freeport
> mengusai tambang emas dan tembaga?
>
> Mau angku Sumbar di kuasai oleh segelintir orang, seperti halnya
> Jabotabek? Dibeli 10 ribu per meter2 kebun karet negara, dijual 5-20 juta
> per meter2, ke anak dan cucu angku Zaid?
>
> Ambo terlibat dalam sebagai konsultan, mega2 proyek di nagari ko,
> mangarati bana ambo, bagaimana nagari ko, kehilangan revenue ribuan
> triliiun pertahun.
>
> Coba angku bandingkan, berapa trilliun pemerintah India dan Australia
> terima dari tambang batu bara, bandingkan dengan Indonesia. Angku akan
> manangih, ba urai mato melihat angko2nyo.
>
> Salam
>
>
> BakhtiarM
>
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke