Shubhanallah. Sanak Palanta RN NAH. Ambo berbagi real story di sekitar ambo.

Kawan ambo yang jadi ketua Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia bpk Rizal
Sikumbang Phd. ughang Batu Taba Bukittinggi. Alah melakukan perobahan kecil
yaitu memberikan kail kepada ughang Betawi.

Istilahnyo "Genocide Betawi" dari sekitar Jabodwtabek. Hampir tidak ada
pemukiman Betawi antara BSD dan Bintaro Jaya karena secara sistematis
mereka dibuat menjual hak atas tanah.

Angku Rizal mantan Sekjen Opec di Wina pulang dan berhasil membeli 2 hektar
lahan kampung wetan antara Bintaro dan BSD. Dikomplek itulah dibangun
sekolah alam untuk anak2 Betawi yg tersingkir. Selarang sudah menjadi 5
hektar. Pendekatan beliau adalah dgn mendampingi Betawi untuk bangun dan
berjuang sejajar dgn saudara2 sebangsa serta tidak diperbodoh oleh investor.

Beliau bercita-cita supaya model pembangunan anak nagari yang ketinggalan
seperti di ranah bisa dimulai. Hampir seluruh Dubes negara sahabat sdh
mengunjungi sekolah alah sanak Rizal ini.

Pembina yayasan beliau adalah bpk Soebroto mantan ketua OPEC.

Mudah2an model2 yg baik ini bisa pulo kito bao ka Ranah. Untuk tidak
terjadi "Genocide Etnis" Minang dikampuan awak.

Darwin Chalidi. 64. Tangsel
On Dec 5, 2013 5:23 PM, "Hanifah Damanhuri" <[email protected]> wrote:

> Subhanallah
> Alhamdulillah
>
> Debat yang sangat mencerdaskan bangsa
> Ternyata apa yang dilakukan simata sipit
> Dimana-mana sama
> Melakukan perluasan
> Entah dengan paksa
> Entah dengan bujukan
> Entah dengan lingkungan yang dirusaknya
>
> Toko Puncak di Bengkulu kota
> Terlihat dari jalan seperti toko biasa
> Masuklah kedalam alangkah luasnya
> Rumah disekitar dipaksa jual padanya
> Kalau tidak mau
> Yang empunya dibuat tidak betah
>
> Begitu juga dengan Citra Garden Kali Deres
> Alangkah bangga jadi tetangganya
> Kalau ada yang bertanya dimana tinggal
> Tinggal ngaku di Citra Garden he he he
> Lama-lama penduduk sekitarnya
> Hijrah satu persatu
> Yang bertahan
> Harus menghadapi limpahan air hujan
> Selokan pembatas dan tembok tinggi
> Sukacita bertetangga dengan orang kaya
> Lama-lama jadi derita yang tiada akhir
> Begitulah nasib rakyat Badarai
>
> Tak jauh beda dari rumah Jepe di Air Tawar
> Lama-lama ada tanah luas berpagar tinggi 3 m
> Laksana stadion Sawah Lebar Bengkulu tampak dari jalan
> Sesekali pintu terkuak
> Aku melongok ke dalam
> Oh rupanya milik si mata sipit
> Ada beberapa mobil pengeruk tanah di dalam
> Orang kaya yang menutup diri dari lingkungan
> .....
>
> Akankah kita biarkan tanah negara bekas gempa
> Yang terletak di pusat kota dan sangat strategis
> Jatuh ketangan orang-orang kaya yang nantinya menutup diri
> Apa yang kita inginkan sebenarnya???
>
> Maaf dunsanak sapalanta
> Satolo bakicau sangenek
>
> Salam
>
> Hanifah
>
>
>
>
>
>
>
> Pada 5 Desember 2013 16.08, Bakhtiar Muin PhD <[email protected]> menulis:
>
>> Assalamualaikum:
>>
>>
>>
>> *Zaid Dunil:*
>>
>>
>>
>> Satantang pertanyaan sanak Bachtiar Muin PhD sebagaimana dibawsah ini :
>> 1. Betul ngak puluhan ribuan ha yg dikuasai Lippo adalah kebun karet
>> negara?
>> 2. Betul ngak Bumi Serpong Damai, puluhan ribuan ha, adalah kebun
>> karet negara?
>> Tolong dijawab ya apa tidak ?
>>
>>
>>
>> Ambo jawab dengan tegas : TIDAK
>>
>> Untuk sanak ketahui, luas areal Lippo Karawaci hanya 3000 Ha. Luas Lippo
>> Cikarang 3050 Ha. Total 6050 Ha.
>>
>> Bumi Serpong Damai luas areal keseluruhannya adalah 6000 Ha.
>>
>> Kok anda kemukakan masing masing “Puluhan ribuan Ha” ?? Gak bagus melebih
>> lebihkan , magadang gadangkan angko untuk menarik perhatian.
>>
>> Komentar balik BakhtiarM:
>>
>>
>>
>> Tahap awal pengembangan Lippo Cikarang dan Lippo Karawaci, memang sekitar
>> 6050 Ha, tanah Negara, bekas kebun karet. Tapi dari awal sajo, Lipo sudah
>> mulai membebaskan tanah2 disekeliling proyeknya. Ada yg mau naik haji,
>> perlu uang, dibeli Lippo. Ada yg mau kawinan anak, perlu uang dibeli lagi,
>> ada yg meninggal, bagi2 harta dibeli lagi.
>>
>> Cobalah angku lihat di google, atau jalan2 ke industrial estate Lippo, di
>> bandingkan dengan awal2nya yg hanya  6050 ha, sekarang ambo taksir sudah
>> ber lipat2, luas bangat.
>>
>> Begitu juga BSD, ambo, mutar2 di BSD, masya Allah, yg dulunya kebon karet
>> 6000 ha, sekarang sudah luas bangat, sudah seperti satu kota satellite
>> modern.
>>
>> Angku merefer ke data pengembangan tahun 1984, awal BSD berdiri. Sekarang
>> 2014, 30 tahun kemudian.
>> Kalau Cuma 6000 ha, masih bisa jalan kaki pagi angku.
>>
>>
>>
>> Jadi puluhan ribu ha, luas sekarang, angku, bukan luas pengembangan awal.
>>
>>
>>
>> Zaid Dunil:
>>
>>
>>
>> Tentang pertanyaan pertanyaan sanak Bachtiar Muin seterusnya ambo ingin
>> memberikan ilustrasi sbb.
>>
>> 1. W aktu Presiden Megawati jual gas ke Cina tahun 2003, harga gas
>> periode 1990-2002 rata2 adalah: US$ 2.5/MMBTU . Lalu Presiden Megawati
>> menjual gas di harga US$ 3,35 per MMBTU, jauh diatas harga rata2. Memang
>> saat itu harga gas ada di sekitar US$ 4/MMBTU, jadi seperti ada harga
>> diskon buat China. Tapi siapa yg bisa tahu harga gas tahun 2003, 2004, dst
>> mau kemana? Nah tahun 2003- 2008 harga gas melonjak tajam ke US$ 5- 12/
>> MMBTU, dimana harga jual gas Presiden Megawati jadi sangat2 murah . Lalu
>> orang mengkritik Kok Presiden Megawati menjual Gas dengan harga sangat
>> murah
>> . Jadi kebijakan tahun 2003 yang didasarkan pada kondisi tahun 2003
>> dinilai
>> berdasarkan kondisi tahun 2005 lalu dinilai : “ Salah , Bodoh dan ada apa
>> apanya” .
>>
>> Bakhtiar Muin:
>>
>>
>>
>> Setelah perang Arab Israel 1967, 1973, harga minyak dan gas, tidak lagi
>> murah angku. Syech Yamani yg lulusan Harvard, sudah sangat cerdik. Harga
>> minyak/gas tidak lagi linear dengan, supply dan demad.
>>
>>
>> Sekarang ini dunia membutuhkan 112 juta barrel minyak perhari, supplynya
>> 100 juta barrel, kurang sekitar 2 juta barrel. Coba Saudi, kurangi saja
>> produksi minyak jadi setengahnya dari belasan juta jadi 5 juta barrel saja,
>> harga minya dunia akan naik se tidak2nya jadi dua kali lipat. Ekonomi
>> dunia, bisa dibikin berantakan.
>> Saudi, takut saja ke Amerika, takut rajanya digulingkan Amerika.
>>
>> Jadi kontrak jangka panjang yg dilakukan baik Soeharto dan penerusnya,
>> termasuk Mega, SBY  merupakan betul2 satu kebodohan yg luar biasa.
>>
>>
>> 7 milyar penduduk dunia, kalau belum sadar juga, harus menghemat energy
>> yg tidak bisa terbarukan, kekurangan supply minyak, malapetaka dunia.
>>
>>
>> Jangan kaget, kalau negara2 Arab berani mempermainkan supply minyak,
>> Jepang, Negara damai sekarang, bisa lebih kejam dari Amerika, dalam
>> mengamankan kepentingan energinya.
>>
>> Dari pada mati kedinginan di musim dingin, mending jatuhkan micro nuclear
>> di Arab. Orang Arab habis, ambil minyaknya. Situasi itulah yg di tunggu2
>> Israel.
>>
>> Di DPR Israel, yg dikenal Kessnet, terpampang peta Negara Israel yg
>> membentang dari perbatasan Mesir sampai Irak.
>>
>>
>>
>> Zaid Zunil:
>>
>>
>>
>> Pengamat tidak tahu bahwa
>> tambang tembaga yang dikerjakan Freeort itu duku adalah Gunung yang sulit
>> dicapai. Tidak ada Pengusaha Indonesia dan bahkan asing lainnya yang
>> berminat. Biaya untuk membuka tambang itu amat besar dan diantara
>> Perusahaan Tambang Internasional, Freeport lah yang dipilih karena
>> reputasinya.
>>
>> Sekarang hasilnya luar biasa, siapa yang akan menyangka bahwa gunung itu
>> tidak hanya menghasilkan tembaga, melainkan juga emas dan yang paling
>> diuntungkan adalah pengelolanya. Freeport adalah suatu perusahaan public
>> yang terdaftar du bursa efek New York dan diawasi oleh Bapepamnya Amerika.
>>
>>
>>
>> BM:
>>
>>
>>
>> Freeport, waktu dapat konsesi tambang tembaga di Irian, bukan perusahaan
>> tambang, tapi perusahaan sulfur yg nyaris bangkrut, setelah Fidel Castro
>> berhasil merebut Kuba.
>> Atas jasa Henry Kissinger, menlu Amerika Serikat, dibawah Presiden Ford,
>> membantu membikin deals dengan Soeharto, Amerika mendukung Irian bagian
>> dari Indonesia di PBB, tambang tembaga di Irian dikasihkan ke Freeport.
>>
>>
>>
>> Sejak dari mula sudah ada emasnya, angku Zaid, tapi di awal2 usaha
>> tambang itu, BELUM ADA TEKNOLOGY BAGAIMANA MENGELUARKAN EMAS, hanya sekian
>> gram per ton material.
>> Karena belum ada teknologynya, seharusnya konsentratenya tidak boleh
>> dibawa keluar negeri, karena melanggar kesepakatan.
>>
>>
>>
>> Waktu kami seminar Permias di Houston Texas, beredar selebaran Texas
>> Cronicle, kecurangan Freeport. Lawyer di Amerika menawarkan kepada kami,
>> agar perusahaan Frreport di tuntut di Amerika, milyaran dollars.
>>
>> Freeport, ketakutan menghubungi kami, bersedia mempresentasikan versi
>> Freeport.
>>
>> Tapi kami sudah deals sama pak Harto, kirimlah kami keluar negeri
>> banyak2, jadi anak2 baik membangun Negara. Deals sama Soeharto dilakukan,
>> atas dasar kebaikan untuk Negara.
>>
>> Group ambo yg berangkat ke luar negeri pertama kali. Boediono, Syahril
>> Sabirin, Dradjad Jiwandono Cs, Arief Budiman, Anwar Makarim cs, senang2
>> saja sebarkan photo copy tulisan di Time. Bu Tien madam fifty2 , Soeharto
>> marah, menstop HIID.
>>
>> Pikiran ambo, kalau ma lawan2, kita akan bodoh terus, seperti negara2
>> diktator timur tengah. Kalau mau sekolah keluar negeri, harus biaya
>> sendiri, kemudian jadi immigrant di Amerika.
>> Jadi adiak2 Ambo di Indonesia malawan ka Soeharto, ambo ambil kebijakan
>> ba baiak2 ka Soeharto, agar baliau mau mengirim mahasiswa ke luar negeri.
>> Dengan dukungan pak Harto, lumayan ada beberapa ribu yg keluar negeri.
>>
>> Kedutaan tidak bersedia, membantu membawa Freeport ke pengadilan Amerika,
>> ambo jugo tidak mau konfrontasi dengan pak Harto.
>>
>> Jadi kecurangan Freeport membawa konsentrat ke Amerika ini harus di
>> proses hukum di pemerintahan yg akan dating.
>>
>>
>>
>> Zaid Dunil:
>>
>>
>>
>> 2. 2. Sekarang Blok Mentawai sedang di eksplorasi oleh Total, suatu
>> perusahaan minyak Perancis, dengan perkiraan biayanya kemungkinan bisa
>> mencapai US 100 juta. Sebelum Total mengerjakan eksplorasi Blok Mentawai
>> itu, sudah ditawarkan kepada perusahan minyak lain, termasuk pengusaha
>> pengusaha Indonesia. Tapi tidak ada yang berani. Kenapa ?. Karena
>> risikonya
>> besar. Ada kemungkinan eksplorasi itu gagal maka biaya yang bisa mencapai
>> US 100 juta itu hilang begitu saja. Begitulah pengusaha itu tidak selalu
>> untung, ada kemungkinan rugi juga. Bagaimana kalau kemudian Total berhasil
>> dan mengeluarkan minyak sampai 100.000 barel atau lebih perhari ? Dan
>> Total
>> memperoleh bagian antara 10 s/d 15 % tanpa susah payah lagi, karena
>> pompanya otomatis mengangguk anguk mengeluarkan minyak. Lalu kita sebagai
>> pengamat sepuluh tahun setelah itu akan melihat enak sekali mereka ya,
>> kerjanya dikit, biayanya dikit hasilnya besar. Kenapa kok harus asing yang
>> dikasi , kenapa tidak dikerjakan orang Indonesia saja ? Dan orang yang
>> menilai nya lupa bahwa Total mengeluarkan biaya besar ketika eksplorasi
>> dan
>> bahkan berpotensi rugi besar kalau eksplorasi itu tidak berhasil menemukan
>> minyak.
>>
>> BM:
>>
>>
>>
>> 100 juta US, dollar cincai, kecil bangat angku Zaid. Indonesia keluarkan
>> cost recovery 15 Milyar dollar pertahun angku Zaid.
>>
>> Kalau dry hole, memang hilang 100 juta dollar, tapi 15 Milyar dollar,
>> setara dengan 150 sumur dalam angku Zaid.
>>
>> Tidak mungkin ngebor 150 titik, bakal dry hole semuanya.
>>
>> Dry hole, satu hal yg biasa di dunia perminyakan angku Zaid.
>>
>>
>>
>> Ambo pernah me supervisi beberapa kali pengoboran di laut angku Zaid.
>> Ambo menentukan, apakah tiang bor sudah cukup dalam, dan kapan pemancangan
>> distop.
>> Ambo Tanya ke British Petroleum yg ambo supervise, bagaimana, ada gasnya
>> ngak?
>>
>> Tenang saja mereka jawab, dry hole. Dalam pikiran ambo, rugi ya puluhan
>> juta dollars.
>>
>> Mental Inlander, panakuik mananggung resiko itulah nan ado di pejabat2
>> negara. Pertamina tidak bisa maju2 karena tidak diberi keleluasaan  dalam
>> menanggung resiko
>>
>> Total, perusahaan baru di bidang perminyakan. Total BUMN perancis, di th
>> 1960 berhasil di Afrika. Sedangkan Awak sudah ngebor minyak, SERATUS TAHUN
>> LEBIH DULU DARI PERANCIS.
>> Pertengahan abda ke 18, Amerika dan Belanda sudah ngebor minyak skala
>> industry. Waktu zaman Belanda, urang awak juo nan ngebor di Cepu, di Dumai.
>>
>> Ambo pernah membantu Medco dalam mencari konsultan dunia untuk membantu
>> proyek gas Kuala Langsa.
>>
>> Konsultan ini berasal  dari Inggeris. Dia mengatakan, sebenarnya anda
>> lebih berpengelaman dari kami, dalam eksplorasi minyak. Belanda 70 tahun
>> lebih dulu dari kami.
>>
>>
>>
>> Merah muko ambo, karena malu, mendengar bule itu bicara.
>>
>> Sekarang coba lihat Antara Total dan Pertamina.
>>
>>
>>
>> Total baru bergerak di Minyak 50 tahun, Pertamina yg bekas usaha Belanda
>> sudah bergerak pertengahan abad ke 18, sekitar lebih dari 120 tahun.
>>
>> Total sdh mendunia dalam 50 tahun.
>>
>>
>>
>> Pertamina, mayoritas masih di Indonesia. Produksi Pertamina minyak/gas
>> setara dgn 125 ribu barrel di Indonesia, sedangkan total  di Indonesia
>> minyak/gas setara 500 ribu barrel.
>>
>> Apa kita tidak malu? Apa kita tidak malu, sekarang jadi buruh Total? Anak
>> ambo, salah satunyo yg jadi buruh Total.
>>
>>
>>
>> Tulisan2 ambo nan bombastis, diperlukan untuk membangkitkan percaya diri
>> anak bangsa.
>>
>>
>>
>> Ambo baka group FB, menolak investasi Lippo,  ba bondong2 urang bagabung.
>> Tiok hari kiniko group batambah sekitar duo ribu.
>>
>> Jadi tulisan ambo nan ma labiah2 kan itu paralu angku Zaid, menghidupkan
>> semangat urang Minang.
>>
>> Terlebih dulu ambo minta maaf, kalau ado kato2 yg menyinggung dun sanak.
>>
>>
>>
>> Salam
>>
>> Bakhtiar Muin
>>
>> 65 th
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke