AslmWrWb

Pertanyaannyo,
-apo namo Tuhan nan dipakai dek Kristen Arab (contoh:paman Khadijah, bani
Najran Yaman, dll) sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW? Allah atau bukan?
-apo adoh larangan dari Nabi ka umat Kristen wakatu itu untuak indak
mamakai kato Allah setelah beliau jadi Nabi?
-apo namo nan dipakai dek umat kristen Arab zaman kini di Libanon atau
Mesir misalnyo? Allah atau bukan?

Kato Qur'an ka ahli kitab, "Qul atuhaajjunana filLahi *wa huwa rabbuna wa
rabbukum*. Lana a'maluna wa lakum a'malukum. wa nahnu lahu mukhlishun"

Wassalam
fitr
lk/39/albany NY

2014/1/20 Zorion Anas <[email protected]>

> Ass. Dt MB,
> Seharusnya memang demikian, karena ummat kristiani pun menyebut Allah
> dengan sebutan "Alah", jadi memang bukan Tuhan mereka. Mereka mengan
> sebutan nama Tuhan adalah YHW disebut "yahweh" spt orang yahudi menyebut
> nama tuhan. Itu pendeta kristen sendiri yg menyatakan. Jadi laranganSultan
> Malaysia benar adanya, krn sudah tentu setelah berkonsultasi dgn ahli agama
> Islam. Bukan larangan sembarangan. Kita terlalu toleran atau tidak paham
> ttg makna "aqidah". Padahal MUI isinya prof Dr. Ahli agama semua, pakar di
> banyak bidang agama. Seharusnya yg lurus harus disebut lurus, tidak
> melengkung.
>
> Salam,
> Zorion Anas, 58, Padang
> Pada 2014 1 20 10:35, "HM Dt.Marah Bangso (56+)" <[email protected]>
> menulis:
>
> Kalimah ALLAH adalah Hak Eksklusif Umat Islam, itu yang menjadi Head Line
>> koran pagi Sinar Harian Edisi Selangor & KL pagi ko. Sultan Kedah, Tuanku
>> Abdul Halim Mu'adzam Shah bertitah : Kalimah ALLAH perlu dihormati dan
>> dilarang penggunaannya oleh penganut agama lain.
>>
>> Baginda mahu rakyat pelbagai kaum menghormati hak eksklusif umat Islam
>> agar kestabilan dan keharmonian yang dikecapi sekian lama, terus
>> terpelihara.
>> Itu sepenggal kalimat yg termuat dikoran Sinar Harian halaman 9 hari ini
>> yg terbit di Kuala Lumpur.
>>
>> Presiden Pertubuhan Muafakat Sejahtera Malaysia (Muafakat), Ismail Mina
>> Ahmad berkata, tindakan undang-undang perlu dilakukan pihak berkuasa agar
>> konsep negara Malaysia yang mengamalkan keharmonian dalam beragama tidak
>> tercemar.
>> "Sultan telah bertitah mengenai hak eksklusif penggunaan kalimah ALLAH
>> ini, jadi mengapa sesetengah golongan ini masih mahu terus berdegil?
>> Apabila Sultan telah bertitah membetulkan keadaan ini, bermakna isu ini
>> telah menimbulkan kebimbangan di peringkat Nasional, Orang-orang sebegini
>> wajar ditangkap karena mereka seakan-akan menimbulkan provokasi terhadap
>> perintah Sultan"katanya, semalam. Menurutnya, rakyat perlu mendengar dan
>> menghormati titah Sultan sebagai ketua negeri dan ketua agama serta
>> berharap kerajaan bertindak awal membendung masalah ini daripada menjadi
>> barah dalam masyarakat.
>>
>> Itulah sekilas isi koran Sinar Harian nan ambo copy paste. Kini baa di
>> negara kito apo pucuk pimpinan negara kito melalui menterinyo mau berbuat
>> seperti Sultan Kedah ini ?
>> Wallahualam.
>>
>> Wassalam,
>> HM Dt.MB (57-)
>> Tingga sahari lai baliak ka tanah aie dari Damansara Selangor Malaysia.
>> Sent from my BlackBerry® smartphone from DiGi. Kota Damansara Kuala
>> Lumpur Malaysia
>>
>> --
>>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke