Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Dinda Fitr Tanjuang apakah sudah pindah tugas dari Kumamoto ke Albany?
Untuk update data ambo sajo.

Wass,

ANB
45, Cibubur


2014/1/23 Fitrianto <[email protected]>

> AslmWrWb
>
> Pertanyaannyo,
> -apo namo Tuhan nan dipakai dek Kristen Arab (contoh:paman Khadijah, bani
> Najran Yaman, dll) sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW? Allah atau bukan?
> -apo adoh larangan dari Nabi ka umat Kristen wakatu itu untuak indak
> mamakai kato Allah setelah beliau jadi Nabi?
> -apo namo nan dipakai dek umat kristen Arab zaman kini di Libanon atau
> Mesir misalnyo? Allah atau bukan?
>
> Kato Qur'an ka ahli kitab, "Qul atuhaajjunana filLahi *wa huwa rabbuna wa
> rabbukum*. Lana a'maluna wa lakum a'malukum. wa nahnu lahu mukhlishun"
>
> Wassalam
> fitr
> lk/39/albany NY
>
> 2014/1/20 Zorion Anas <[email protected]>
>
>> Ass. Dt MB,
>> Seharusnya memang demikian, karena ummat kristiani pun menyebut Allah
>> dengan sebutan "Alah", jadi memang bukan Tuhan mereka. Mereka mengan
>> sebutan nama Tuhan adalah YHW disebut "yahweh" spt orang yahudi menyebut
>> nama tuhan. Itu pendeta kristen sendiri yg menyatakan. Jadi laranganSultan
>> Malaysia benar adanya, krn sudah tentu setelah berkonsultasi dgn ahli agama
>> Islam. Bukan larangan sembarangan. Kita terlalu toleran atau tidak paham
>> ttg makna "aqidah". Padahal MUI isinya prof Dr. Ahli agama semua, pakar di
>> banyak bidang agama. Seharusnya yg lurus harus disebut lurus, tidak
>> melengkung.
>>
>> Salam,
>> Zorion Anas, 58, Padang
>> Pada 2014 1 20 10:35, "HM Dt.Marah Bangso (56+)" <[email protected]>
>> menulis:
>>
>> Kalimah ALLAH adalah Hak Eksklusif Umat Islam, itu yang menjadi Head Line
>>> koran pagi Sinar Harian Edisi Selangor & KL pagi ko. Sultan Kedah, Tuanku
>>> Abdul Halim Mu'adzam Shah bertitah : Kalimah ALLAH perlu dihormati dan
>>> dilarang penggunaannya oleh penganut agama lain.
>>>
>>> Baginda mahu rakyat pelbagai kaum menghormati hak eksklusif umat Islam
>>> agar kestabilan dan keharmonian yang dikecapi sekian lama, terus
>>> terpelihara.
>>> Itu sepenggal kalimat yg termuat dikoran Sinar Harian halaman 9 hari ini
>>> yg terbit di Kuala Lumpur.
>>>
>>> Presiden Pertubuhan Muafakat Sejahtera Malaysia (Muafakat), Ismail Mina
>>> Ahmad berkata, tindakan undang-undang perlu dilakukan pihak berkuasa agar
>>> konsep negara Malaysia yang mengamalkan keharmonian dalam beragama tidak
>>> tercemar.
>>> "Sultan telah bertitah mengenai hak eksklusif penggunaan kalimah ALLAH
>>> ini, jadi mengapa sesetengah golongan ini masih mahu terus berdegil?
>>> Apabila Sultan telah bertitah membetulkan keadaan ini, bermakna isu ini
>>> telah menimbulkan kebimbangan di peringkat Nasional, Orang-orang sebegini
>>> wajar ditangkap karena mereka seakan-akan menimbulkan provokasi terhadap
>>> perintah Sultan"katanya, semalam. Menurutnya, rakyat perlu mendengar dan
>>> menghormati titah Sultan sebagai ketua negeri dan ketua agama serta
>>> berharap kerajaan bertindak awal membendung masalah ini daripada menjadi
>>> barah dalam masyarakat.
>>>
>>> Itulah sekilas isi koran Sinar Harian nan ambo copy paste. Kini baa di
>>> negara kito apo pucuk pimpinan negara kito melalui menterinyo mau berbuat
>>> seperti Sultan Kedah ini ?
>>> Wallahualam.
>>>
>>> Wassalam,
>>> HM Dt.MB (57-)
>>> Tingga sahari lai baliak ka tanah aie dari Damansara Selangor Malaysia.
>>> Sent from my BlackBerry® smartphone from DiGi. Kota Damansara Kuala
>>> Lumpur Malaysia
>>>
>>> --
>>>
>>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke