Alkm salam ww, Sanak Fitrianto bisa,mandapek kan penjelasan pertanyaan sanak dgn search di youtube, ketik "diskusi agama islam dan kristen" oleh para ulama dan pendeta. Tegas si pendeta mengatakan Tuhan agama Kristen dan Tuhan agama Islam berbeda dan zatnya pun berbeda. Utk tahu lebih dalam silahkan hubungi pendeta ybs. Kalau ambo indak ahli dlm bidang perbandingan ugamo. Mungkin ado yg lain bisa manjalehkan disiko.
Salam, Zorion Anas, 58, Padang Pada 2014 1 23 03:54, "Fitrianto" <[email protected]> menulis: > AslmWrWb > > Pertanyaannyo, > -apo namo Tuhan nan dipakai dek Kristen Arab (contoh:paman Khadijah, bani > Najran Yaman, dll) sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW? Allah atau bukan? > -apo adoh larangan dari Nabi ka umat Kristen wakatu itu untuak indak > mamakai kato Allah setelah beliau jadi Nabi? > -apo namo nan dipakai dek umat kristen Arab zaman kini di Libanon atau > Mesir misalnyo? Allah atau bukan? > > Kato Qur'an ka ahli kitab, "Qul atuhaajjunana filLahi *wa huwa rabbuna wa > rabbukum*. Lana a'maluna wa lakum a'malukum. wa nahnu lahu mukhlishun" > > Wassalam > fitr > lk/39/albany NY > > 2014/1/20 Zorion Anas <[email protected]> > >> Ass. Dt MB, >> Seharusnya memang demikian, karena ummat kristiani pun menyebut Allah >> dengan sebutan "Alah", jadi memang bukan Tuhan mereka. Mereka mengan >> sebutan nama Tuhan adalah YHW disebut "yahweh" spt orang yahudi menyebut >> nama tuhan. Itu pendeta kristen sendiri yg menyatakan. Jadi laranganSultan >> Malaysia benar adanya, krn sudah tentu setelah berkonsultasi dgn ahli agama >> Islam. Bukan larangan sembarangan. Kita terlalu toleran atau tidak paham >> ttg makna "aqidah". Padahal MUI isinya prof Dr. Ahli agama semua, pakar di >> banyak bidang agama. Seharusnya yg lurus harus disebut lurus, tidak >> melengkung. >> >> Salam, >> Zorion Anas, 58, Padang >> Pada 2014 1 20 10:35, "HM Dt.Marah Bangso (56+)" <[email protected]> >> menulis: >> >> Kalimah ALLAH adalah Hak Eksklusif Umat Islam, itu yang menjadi Head Line >>> koran pagi Sinar Harian Edisi Selangor & KL pagi ko. Sultan Kedah, Tuanku >>> Abdul Halim Mu'adzam Shah bertitah : Kalimah ALLAH perlu dihormati dan >>> dilarang penggunaannya oleh penganut agama lain. >>> >>> Baginda mahu rakyat pelbagai kaum menghormati hak eksklusif umat Islam >>> agar kestabilan dan keharmonian yang dikecapi sekian lama, terus >>> terpelihara. >>> Itu sepenggal kalimat yg termuat dikoran Sinar Harian halaman 9 hari ini >>> yg terbit di Kuala Lumpur. >>> >>> Presiden Pertubuhan Muafakat Sejahtera Malaysia (Muafakat), Ismail Mina >>> Ahmad berkata, tindakan undang-undang perlu dilakukan pihak berkuasa agar >>> konsep negara Malaysia yang mengamalkan keharmonian dalam beragama tidak >>> tercemar. >>> "Sultan telah bertitah mengenai hak eksklusif penggunaan kalimah ALLAH >>> ini, jadi mengapa sesetengah golongan ini masih mahu terus berdegil? >>> Apabila Sultan telah bertitah membetulkan keadaan ini, bermakna isu ini >>> telah menimbulkan kebimbangan di peringkat Nasional, Orang-orang sebegini >>> wajar ditangkap karena mereka seakan-akan menimbulkan provokasi terhadap >>> perintah Sultan"katanya, semalam. Menurutnya, rakyat perlu mendengar dan >>> menghormati titah Sultan sebagai ketua negeri dan ketua agama serta >>> berharap kerajaan bertindak awal membendung masalah ini daripada menjadi >>> barah dalam masyarakat. >>> >>> Itulah sekilas isi koran Sinar Harian nan ambo copy paste. Kini baa di >>> negara kito apo pucuk pimpinan negara kito melalui menterinyo mau berbuat >>> seperti Sultan Kedah ini ? >>> Wallahualam. >>> >>> Wassalam, >>> HM Dt.MB (57-) >>> Tingga sahari lai baliak ka tanah aie dari Damansara Selangor Malaysia. >>> Sent from my BlackBerry® smartphone from DiGi. Kota Damansara Kuala >>> Lumpur Malaysia >>> >>> -- >>> >> -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
