Dunasanak sa palanta nan ambo hormati,

Mungkin ado yang nio studi korelasi isi sinetron Indonesia dalam 1-2 tahun
terakhir dengan jumlah bunuh diri. Apokah ado carito2 bunuh diri nyo?

Menurut okezone, korbanyoo padusi sadonyo:
http://news.okezone.com/read/2014/02/11/340/938845/aksi-bunuh-diri-kembali-terjadi-dalam-3-pekan-5-wanita-tewas
ado yg ibu rumah tangga, ado yg remaja, dewasa.

Mgkn ado juo faktor2 ekonomi dan psikologi.

Klo bisa studi nasional. Mungkin para sosiolog antropolog di rantau ko ado
yg tertarik.

Ambo sacaro empirik dan masih menduga. Jd lun berani menarik kesimpulan.

andre
25/L/singapur


2014-02-13 23:37 GMT+08:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:

> Ya Pak Saaf, itu juo salah satu mukasuik ambo. Jangan sampai nanti ada
> penelitian di Indonesia mengenai perilaku bunuh diri, peringkat tertinggi
> justru dipegang Sumbar.
>
> Hal yang "menarik" dari data 5 pelaku bunuh diri adalah umur mereka
> bervariasi dari ABG (14 dan 15 tahun), dewasa muda (20-an tahun), dan
> korban terakhir yang sudah mendekati 50 tahun, dan memiliki anak yang mulai
> dewasa pula. Apakah "keterasingan" (alienation?) memang merupakan faktor
> utama? Kalau ya, keterasingan dari apa? Keterasingan dari masyarakat dan
> lingkungan sendiri?
>
> Para sosiolog dan antropolog Minang tampaknya punya pekerjaan rumah "baru"
> yang tidak boleh dianggap remeh. Dan apakah data 5 korban (pelaku) bunuh
> diri sudah valid? Atau baru "puncak gunung es"?
>
> Wass,
>
> ANB
>
>
> Pada 13 Februari 2014 22.23, Dr. Saafroedin Bahar <
> [email protected]> menulis:
>
> Bung Akmal, Sanak Darwin, dengan tetap berduka, kita perlu mencari akar
>> penyebabnya yg paling dalam : ada apa di Tanah Datar ? Sudah begitu
>> rapuhkah ikatan sosial sehingga dalam keterasingannya mereka memutuskan
>> untuk bunuh diri ?
>> Wassalam,
>> SB,77, Sby.
>>
>> Sent from my iPad
>>
>> On 13 Feb 2014, at 22.10, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>> wrote:
>>
>>
>>
>>
>> Pada 11 Februari 2014 08.47, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:
>>
>>> Ado apo gerangan kok sampai bantuak iko?
>>>
>>
>> ANB:
>>
>> "Robohnya Iman Kami", mah Mak Darwin. Di ranah ABS SBK, seharusnya tak
>> ada warga yang bunuh diri karena alasan apapun, apalagi karena tekanan
>> ekonomi.
>> Ini sudah siaga merah. Trenyuh dan berkaca-kaca mata ambo membaca data
>> dalam 6 pekan awal tahun 2014 ini sudah 5 jiwa bunuh diri (sadonyo padusi).
>>
>> Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami jika selama ini kami hanya sibuk
>> memperhatikan hidup sendiri, dan lalai meniru teladan Ibrahim al-Khalil
>> a.s. yang tak putus mendoakan keamanan dan kesejahteraan kaumnya (QS 2:126).
>>
>> * * *
>>
>>>
>>> Lagi, Warga Tanahdatar Bunuh Diri
>>>
>>> Dua Pekan, Lima Orang Tewas Tergantung
>>>
>>>  Padang Ekspres * Senin, 10/02/2014 11:05 WIB * Mustafa Akmal * 1229 klik
>>>
>>> *Batusangkar, Padek*--Kabupaten Ta-nahdatar kembali digemparkan dengan
>>> kasus bunuh diri. Kemarin (9/2) Nelfila, 47, warga Jorong Lurah Ampang,
>>> Nagari Pasirlaweh, Kecamatan Sungai Tarab, ditemukan tergantung. Dengan
>>> de-mikian, sudah 5 warga Tanahdatar yang ditemukan meninggal bunuh diri
>>> da-lam dua pekan terakhir.
>>>
>>>
>>>
>>> Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, Nelfila ditemukan tewas dalam
>>> posisi tergantung oleh Indah Wirna, 62, bibi korban. Saat itu sekitar pukul
>>> 7.00 dia melihat pintu rumah gadang yang ditempati Nelfila tak kunjung
>>> terbuka. Padahal, biasanya Nelfila sudah bangun dan beraktivitas.
>>>
>>>
>>>
>>> Dia pun berinisiatif memba-ngun-kan Nelfila. Ketika dia naik ke rumah
>>> gadang, dia mendapati pintu tidak dikunci. Indah pun masuk ke dalam rumah.
>>> Alangkah kagetnya dia ketika melihat Nelfila tergantung dengan seutas tali
>>> nilon warna kuning.
>>>
>>>
>>>
>>> Tangis dan jeritan pun pecah. Pe-ki-kan Indah membuat buncah warga pagi
>>> itu. Tetangga pun berdatangan ke ru-mah duka. Namun, mereka baru
>>> menu-run-kan jenazah yang tergantung setelah pe-tugas dari Polsek Sungai
>>> Tarab datang ke lokasi.
>>>
>>>
>>>
>>> Tim yang  dipimpin AKP Heri Satriawan langsung mela-kukan olah Tempat
>>> Kejadian Perkara (TKP) bersama petugas dari Puskesmas Sungai Tarab I yang
>>> dipimpin dr Dewi.
>>>
>>>
>>>
>>> Dari pemeriksaan awal pe-tu-gas, tidak ditemukan tanda-tanda
>>> penganiayaan. Diper-kirakan korban tewas enam jam sebelum ditemukan
>>> bibinya. Artinya, gantung diri itu terjadi antara jam 02.00-03.00.
>>>
>>>
>>>
>>> Saat kejadian, Nelvila yang sudah menjanda itu memang sendirian di
>>> rumah. Anak ter-tuanya yang merupakan maha-siswa di Batusangkar pergi
>>> ber-li-bur ke tempat kakak Nelvila di Padang. Kebetulan, anak ke-duanya
>>> memang tinggal ber-sama kakaknya tersebut.
>>>
>>>
>>>
>>> *Tak Disangka*
>>>
>>>
>>>
>>> Meninggalnya Nelvila seca-ra tragis sangat mengejutkan tetangga. Tidak
>>> ada yang me-nyangka dia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut. Di
>>> mata warga, Nelvila terma-suk wanita ulet dan tangguh dalam berusaha. "Dia
>>> sering berjualan pisang di Batu-sang-kar. Kadang dia juga meng-ambil coklat
>>> di kebunnya," ujar Taty, tetangga korban.
>>>
>>>
>>>
>>> Namun, menurut warga be-berapa hari belakangan Nel-vina memang lebih
>>> pendiam dibanding sebelumnya.
>>>
>>> Kepada Indah Wirna dia sempat bercerita tentang berat-nya beban yang
>>> ditanggungnya, apalagi dengan statusnya janda. Namun, Indah tak menyangka
>>> itu akan membuatnya jadi ne-kat bunuh diri.
>>>
>>>
>>>
>>> Wali Nagari Pasia Laweh Muktar Pingai meragukan Nel-vila mengakhiri
>>> hidup akibat beratnya tanggungan hidup. Selain dikenal sebagai wanita ulet,
>>> keluarganya juga mem-bantunya dalam memenuhi kebutuhan anaknya. "Kakak-nya
>>> dosen di Padang. Dia selalu membantu korban membiayai sekolah anaknya,"
>>> jelas Muktar.
>>>
>>>
>>>
>>> Jenazah korban dima-kam-kan di pemakaman kaum di jorong tersebut,
>>> setelah sebe-lum-nya dishalatkan di mushala sesudah shalat zuhur.
>>>
>>>
>>>
>>> Kapolsek Sungai Tarab AKP Heri Satriawan mengatakan, walau tidak ada
>>> tanda keke-rasan, pihaknya masih me-nyelidiki kasus ini. Apalagi, kasus
>>> seperti ini sudah ber-ulang-kali terjadi dalam dua pekan terakhir.
>>> "Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan dan barang bukti (BB) sudah kita
>>> amankan," ujarnya.
>>>
>>>
>>>
>>> Nelvila adalah warga Ta-nahdatar kelima yang bunuh diri dalam waktu dua
>>> minggu belakangan. Sebelumnya dua pelajar yang duduk di bangku sekolah
>>> menengah, yaitu Resy Novita Anjela, 15, dan Tiara Salsabila, 14 juga
>>> ditemukan tewas tergantung. Kemudian, Natasya, 20, di Kubang Landai Nagari
>>> Saruaso, dan Leli Mar-lina, 25. *(mal)*
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Grup Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke