Sanak ANB, kanda, dinda dan dunsanak sa Palanta Sejarahnya, saya mencari orang untuk membenahi Jakarta yang potensi uangnya sangat banyak tetapi pemerintahannya boros dan cara-cara korupsi di dalamnya saya sebut yang "terbaik" di dunia. (Mohon maaf untuk yang menjadi PNS DKI atau punya anggota keluarga di Pemprov DKI). Dengan sifat pribadinya, integritasnya, kegigihannya menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, dan peluang untuk menang, saya pergi ke Solo, Juni 2010, untuk meminta Jokowi mau maju manjadi calon Gubernur DKI. Singkat cerita, karena tangan Tuhan, Jokowi terpilih bersama pasangannya Basuki Tjahja Purnama. Basuki dicalonkan oleh Prabowo yang menjadi mitra koalisi PDIP dalam Pilgub DKI. PDIP dan Jokowi tidak bisa menolak pilihan Prabowo, karena kursi PDIP tidak cukup maju sendiri. Saat Pilgub, jelas saya menjadi punya harapan tata kelola pemerintahan DKI akan berubah, jika Jokowi menang. Dan, saya saat itu memang saya berharap Jokowi menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur satu periode. Karena, saya ingin kepastian Jakarta berubah di tangan seorang Jokowi. Saya tidak membayangkan situasi dan masalah-masalah lain yang akan terjadi, dan saya hanya membayangkan Jokowi akan mengatasi masalah-masalah Jakarta dengan lancar. Selama satu tahun jelas sudah tampak langkah-langkah nyata Jokowi bersama Basuki mengubah tata kelola anggaran. Hasilnya juga nyata, kenaikan PAD dan APBD terjadi secara drastis karena perbaikan sistem pemungutan pajak dan mengontrol alokasi anggaran sejak direncanakan oleh para bawahannya. Tahun ini APBD DKI melonjak drastis menjadi Rp 72 Triliun. Kenaikan itu, terutama karena kenaikan drastis penerimaan pajak. Bukti kongkret kerja Jokowi lainnya sangat banyak. Menjelang memasuki tahun kedua, saya tidak peduli dengan permintaan yang mulai muncul dari berbagai daerah agar Jokowi maju mencalonkan diri menjadi Presiden di 2014. Buat saya, sampai saat itu, Jokowi tetap lebih baik terus memimpin DKI. Tetapi, desakan yang terus makin bertambah, membuat saya ingin tahu lebih jauh. "Banyak kawan dari berbagai daerah mengirim SMS atau BB berbunyi, "Jokowi jangan hanya untuk warga DKI saja. Kami juga ingin punya Jokowi". Saya tetap tidak mau berubah pikiran. Tetapi, saya kemudian kebetulan beberapa kali menemani Jokowi memberikan Kuliah Umum di Universitas-universitas, termasuk ke Unand dan Univ Bung Hatta. Saya terharu (silahkan dicross check) melihat kerinduan orang pada Jokowi benar-benar luar biasa. Tetapi, ini juga belum cukup untuk saya mengubah sikap untuk membiarkan Jokowi dicalonkan menjadi presiden. Nah, yang mulai membuat saya goyah adalah beberapa kebijakan di Pusat, seperti keluarnya mobil LCGC. Jelas saya mangkel (kesal) dengan kebijakan ini karena bertabrakan dengan keinginan mengubah sistem transportasi publik Jakarta. Lalu, tampak lagi labatnya dukunga pusat untuk proyek revitalisasi sungai yang menjadi salah satu penyebab banjir. Lalu, tampak lagi kebijakan perumahan (rusun) pusat yang tidak mendukung, dsb.dsb. Nah, karena fondasi sistem keuangan dan reformasi birokrasi sudah terbentuk, desakan agar Jokowi dicalonkan menjadi Presiden, dan alasan-alasan di atas, saya melihat memang ada manfaat yang lebih besar bila Jokowi menjadi Presiden, termasuk untuk mempercepat penataan Kota Jakarta. Saya tanya ke yang agak paham soal agama, kalau saya mengubah sikap untuk alasan seperti di atas. Jawabannya itu bukan dosa, dan insya Allah, mendatangkan kebaikan. Itulah yang membuat saya akhirnya setuju Jokowi dimajukan. Sikap ini saya ambil kira-kira tiga bulan lalu. Nah, sekarang mungkin ada orang yang lebih ingin melihat inkonsistensinya, bukan alasan-alasannya. Bukan soal sah atau tidaknya perubahan sikap itu. Ada yang mengecam dengan cara-cara dan kata-kata yang tidak patut. Termasuk yang membawa-bawa "atas nama orang Minang". Dalam hati, silahkan. Saya meyakini keputusan saya untuk kebaikan yang lebih besar. Soal tuduhan macam-macam yang kadang-kadang tidak patut, itu konsekuensi. Banyak juga anak-anak muda Minang yang berusaha mempermalukan saya di media sosial. Buat saya, itu tidak terlalu saya hiraukan. Soal motif saya, hanya saya dan Allah SWT yang tahu. Tidak ada gunanya saya mememaksa orang untuk yakin dengan tujuan baik saya. Demikian. Terima kasih. Wassalam,
Andrinof A Chaniago 2014-05-23 21:32 GMT+07:00 taufiq rasjid <[email protected]>: > > > Kan baliau suruah catat sajo...jadi catatan tingga catatan > > Atau buliah disamokan jo kecek rang Subarang : > > Like Son- Like Father, antah iyo antah indak > > TR/59-Pku > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
