Pak Andrinof nan kito hormati,
Sejarah pak Andrinof mencari dan meminta Jokowi sosok pemimpin yang bisa
membenahi DKI sangat kita banggakan. Hampir semua kita di Palanta RN
waktu Pilkada 2012 lebih pro Jokowi ketimbang pro Foke. Begitu pula
Prabowo yang berhasil membajak Ahok dari Golkar, yang sebelum di DPR
sukses menjabat sebagai Bupati di Bangka Belitung, sebagai calon dari
GERINDRA untuk CAWagub mendampingi JOKOWI. Selain pak Andrinof kita
juga mendengar pengakuan bahwa pak JK lah yang meminta Jokowi untuk mau
jadi Gubernur DKI.
Terpilihnya Jokowi sebagai GUB DKI apakah benar sepenuhnya berkat tangan
Tuhan? Atau berkat pemberitaan yang luarbiasa dari media massa yang
juga menghasilkan pooling elektabilitas yang tertinggi dari calon lain
sehingga mempesona hampir seluruh rakyat Indonesia termasuk kita warga
RN yang memang sedang mendambakan sosok pemimpin yang memiliki
integritas pribadi yang jujur, sederhana dan merakyat. . Harapan pak
Andrinof benar sekali bahwa Jokowi sebaiknya menyelesaikan tugasnya dulu
sebagai Gubernur DKI sehingga dia betul2 membuktikan kehebatan dan
keberhasilannya dan sesuai pula dengan janjinya yang akan menyelesaikan
tugasnya sampai selesai.
Berilah Jokowi kesempatan untuk memperluas cakrawala/wawasan dan
mematangkan diri sebagai calon pemimpin bangsa.
Masyarakat juga mengetahui melalui pemberitaan media bahwa Megawati
semula menolak usul pencalonan Jokowi yang disebut beliau biarlah
"sikrempeng' itu ngurusin Jakarta dulu. Lagi pula persoalan klasik DKI
berupa kemacetan, banjir, transportasi umum dsb belum juga teratasi.
Namun setelah situasi berkembang Megawati diketahui pergi ke Singapura?
dan kemudian menugaskan puterinya Puan Maharani untuk mengumumkan
Pencalonan Jokowi jadi Capres dari PDIP telah mengundang keingin- tahuan
masyarakat ada apa, siapa yang berada dibelakang keputusan yang tidak
diduga itu, mengapa sikap Megawati mendadak berubah, Jokowi juga
terpaksa melupakan janjinya intuk bertugas penuh 5 tahun..
Spekulasi2 kemudian bermunculan ada yang didukung fakta dan ada pula
yang berupa opini dan bernuansa kampanye hitam dari kedua belah pihak.
Fakta kunjungan Megawati bersama Jokowi kerumah Jacob Sutoyo yang
diberitakan media menemui Dubes AS , Dubes Vatikan dll justeru telah
ikut memperkuat spekulasi2.terutama setelah Deklarasi para Capres dan
Cawapres . Demkian pula spekulasi sekitar kasus Trans Jakarta buatan
Cina yang di mark up dan berkarat. itu. Lalu spekulasi tentang sulitnya
Jokowi menemukan Cawapres.yang 'cocok'.
Saya sependapat kita di palanta RN yang peduli dengan Pilpres yang
menentukan nasib seluruh bangsa ini tidak saling menyerang pribadi,
membawa2 soal agama dan suku, tidak mengembangkan yang bernuansa
kampanye hitam. Bila ada info yang belum jelas /meragukan kebenarannya
mintalah klarifikasi dan yang merasa dirugikan cepat mengklarifikasi
yang jujur.. Dengan demikian silaturahim kita tetap terjaga.
Hati nurani kita di RN pasti sama yaitu ingin menyelamatkan bangsa,
agama dan NKRI serta mensejahterakan rakyatnya. Soal adanya
kepentingan pribadi, kelompok, partai dll dibelakangnya biarlah Allah
SWT dan orang itu saja yang tahu. Kita hanya bisa melihat tanda2
setelah pelaksanaan PILPRES selesai dilaksanakan.
Wassalam,
A.A ( samo2 AA awak yo ),tapi ambo Kampai.
.
On 24/05/2014 01:32, Andrinof A Chaniago wrote:
Sanak ANB, kanda, dinda dan dunsanak sa Palanta
Sejarahnya, saya mencari orang untuk membenahi Jakarta yang potensi
uangnya sangat banyak tetapi pemerintahannya boros dan cara-cara
korupsi di dalamnya saya sebut yang "terbaik" di dunia. (Mohon maaf
untuk yang menjadi PNS DKI atau punya anggota keluarga di Pemprov
DKI). Dengan sifat pribadinya, integritasnya, kegigihannya menerapkan
tata kelola pemerintahan yang baik, dan peluang untuk menang, saya
pergi ke Solo, Juni 2010, untuk meminta Jokowi mau maju manjadi calon
Gubernur DKI. Singkat cerita, karena tangan Tuhan, Jokowi terpilih
bersama pasangannya Basuki Tjahja Purnama. Basuki dicalonkan oleh
Prabowo yang menjadi mitra koalisi PDIP dalam Pilgub DKI. PDIP dan
Jokowi tidak bisa menolak pilihan Prabowo, karena kursi PDIP tidak
cukup maju sendiri.
Saat Pilgub, jelas saya menjadi punya harapan tata kelola pemerintahan
DKI akan berubah, jika Jokowi menang.
Dan, saya saat itu memang saya berharap Jokowi menyelesaikan
jabatannya sebagai Gubernur satu periode. Karena, saya ingin kepastian
Jakarta berubah di tangan seorang Jokowi. Saya tidak membayangkan
situasi dan masalah-masalah lain yang akan terjadi, dan saya hanya
membayangkan Jokowi akan mengatasi masalah-masalah Jakarta dengan lancar.
Selama satu tahun jelas sudah tampak langkah-langkah nyata Jokowi
bersama Basuki mengubah tata kelola anggaran. Hasilnya juga nyata,
kenaikan PAD dan APBD terjadi secara drastis karena perbaikan sistem
pemungutan pajak dan mengontrol alokasi anggaran sejak direncanakan
oleh para bawahannya. Tahun ini APBD DKI melonjak drastis menjadi Rp
72 Triliun. Kenaikan itu, terutama karena kenaikan drastis penerimaan
pajak.
Bukti kongkret kerja Jokowi lainnya sangat banyak.
Menjelang memasuki tahun kedua, saya tidak peduli dengan permintaan
yang mulai muncul dari berbagai daerah agar Jokowi maju mencalonkan
diri menjadi Presiden di 2014. Buat saya, sampai saat itu, Jokowi
tetap lebih baik terus memimpin DKI.
Tetapi, desakan yang terus makin bertambah, membuat saya ingin tahu
lebih jauh. "Banyak kawan dari berbagai daerah mengirim SMS atau BB
berbunyi, "Jokowi jangan hanya untuk warga DKI saja. Kami juga ingin
punya Jokowi".
Saya tetap tidak mau berubah pikiran. Tetapi, saya kemudian kebetulan
beberapa kali menemani Jokowi memberikan Kuliah Umum di
Universitas-universitas, termasuk ke Unand dan Univ Bung Hatta. Saya
terharu (silahkan dicross check) melihat kerinduan orang pada Jokowi
benar-benar luar biasa. Tetapi, ini juga belum cukup untuk saya
mengubah sikap untuk membiarkan Jokowi dicalonkan menjadi presiden.
Nah, yang mulai membuat saya goyah adalah beberapa kebijakan di Pusat,
seperti keluarnya mobil LCGC. Jelas saya mangkel (kesal) dengan
kebijakan ini karena bertabrakan dengan keinginan mengubah sistem
transportasi publik Jakarta. Lalu, tampak lagi labatnya dukunga pusat
untuk proyek revitalisasi sungai yang menjadi salah satu penyebab
banjir. Lalu, tampak lagi kebijakan perumahan (rusun) pusat yang tidak
mendukung, dsb.dsb. Nah, karena fondasi sistem keuangan dan reformasi
birokrasi sudah terbentuk, desakan agar Jokowi dicalonkan menjadi
Presiden, dan alasan-alasan di atas, saya melihat memang ada manfaat
yang lebih besar bila Jokowi menjadi Presiden, termasuk untuk
mempercepat penataan Kota Jakarta.
Saya tanya ke yang agak paham soal agama, kalau saya mengubah sikap
untuk alasan seperti di atas. Jawabannya itu bukan dosa, dan insya
Allah, mendatangkan kebaikan. Itulah yang membuat saya akhirnya setuju
Jokowi dimajukan. Sikap ini saya ambil kira-kira tiga bulan lalu.
Nah, sekarang mungkin ada orang yang lebih ingin melihat
inkonsistensinya, bukan alasan-alasannya. Bukan soal sah atau tidaknya
perubahan sikap itu. Ada yang mengecam dengan cara-cara dan kata-kata
yang tidak patut. Termasuk yang membawa-bawa "atas nama orang Minang".
Dalam hati, silahkan. Saya meyakini keputusan saya untuk kebaikan yang
lebih besar. Soal tuduhan macam-macam yang kadang-kadang tidak patut,
itu konsekuensi. Banyak juga anak-anak muda Minang yang berusaha
mempermalukan saya di media sosial. Buat saya, itu tidak terlalu saya
hiraukan. Soal motif saya, hanya saya dan Allah SWT yang tahu.
Tidak ada gunanya saya mememaksa orang untuk yakin dengan tujuan baik
saya.
Demikian. Terima kasih.
Wassalam,
Andrinof A Chaniago
2014-05-23 21:32 GMT+07:00 taufiq rasjid <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
Kan baliau suruah catat sajo...jadi catatan tingga catatan
Atau buliah disamokan jo kecek rang Subarang :
Like Son- Like Father, antah iyo antah indak
TR/59-Pku
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
& mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet"
dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
ini, kirim email ke [email protected]
<mailto:rantaunet%[email protected]>.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.